Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Dampak Dihapusnya Disc PlayStation Bagi Rental PS

Dampak Dihapusnya Disc PlayStation Bagi Rental PS
ilustrasi rental PS (unsplash.com/@himo_beast1996)
Intinya Sih
  • Sony akan menghentikan produksi disc fisik PlayStation mulai Januari 2028, seluruh game baru hanya tersedia dalam format digital melalui PlayStation Store dan mitra ritel.
  • Perubahan ini membuat biaya operasional rental PS meningkat karena lisensi digital tidak bisa dipindah antar konsol serta hilangnya nilai jual kembali dari game fisik.
  • Pemilik rental perlu beradaptasi dengan menambah kapasitas penyimpanan, memperkuat koneksi internet, dan menawarkan layanan tambahan agar tetap menarik bagi pemain.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Sony mengumumkan akan menghentikan produksi disc fisik untuk seluruh game PlayStation baru mulai Januari 2028. Setelah tanggal tersebut, game baru akan dipasarkan dalam format digital melalui PlayStation Store maupun mitra ritel yang menjual kode digital. Keputusan ini diambil karena mayoritas pembelian game PlayStation sudah beralih ke format digital dalam beberapa tahun terakhir.

Perubahan tersebut menjadi perhatian bagi pelaku usaha rental PlayStation. Selama bertahun-tahun, bisnis rental mengandalkan disc fisik karena mudah dipasang di berbagai konsol, dapat diperjualbelikan kembali, serta memudahkan pengelolaan koleksi game. Ketika distribusi bergeser sepenuhnya ke format digital, pengelola rental perlu menyesuaikan strategi agar usahanya tetap berjalan. Berikut dampak dihentikannya disc fisik PlayStation bagi bisnis rental. 

1. Modal membeli game berpotensi meningkat

PlayStation 5
PlayStation 5 (pexels.com/@userpascal)

Pada era disc fisik, satu keping game dapat dipindahkan dari satu konsol ke konsol lain sesuai kebutuhan operasional. Cara tersebut membantu pemilik rental menyediakan banyak judul tanpa harus membeli lisensi dalam jumlah besar. Model distribusi digital menggunakan sistem lisensi yang terhubung ke akun PlayStation. Jika ingin menyediakan game yang sama pada beberapa konsol, pengelola kemungkinan harus membeli lisensi tambahan sehingga biaya investasi menjadi lebih tinggi dibandingkan sebelumnya.

2. Nilai jual kembali disc akan hilang

ilustrasi main game sepak bola
ilustrasi main game sepak bola (unsplash.com/@jeshoots)

Salah satu keuntungan membeli game fisik adalah masih adanya nilai jual setelah game tidak lagi digunakan. Beberapa pelaku usaha menjual koleksi lama untuk membantu membeli judul baru sehingga pengeluaran dapat ditekan. Hal itu tidak berlaku pada game digital. Lisensi pembelian tidak dapat dipindahtangankan maupun dijual kembali sehingga seluruh biaya pembelian menjadi investasi yang tidak bisa dikembalikan. Bagi rental yang rutin memperbarui koleksi game, perubahan tersebut tentu memengaruhi perencanaan anggaran.

3. Kapasitas penyimpanan menjadi tantangan baru

ilustrasi main PlayStation 5
ilustrasi main PlayStation 5 (pexels.com/@enginakyurt)

Game PlayStation modern memiliki ukuran yang sangat besar, bahkan tidak sedikit yang melampaui 100GB. Ketika seluruh game harus diunduh secara digital, kapasitas SSD pada konsol akan lebih cepat penuh. Pemilik rental mungkin perlu menambah penyimpanan internal atau memasang SSD tambahan agar koleksi game tetap lengkap. Pengeluaran tersebut menjadi biaya baru yang sebelumnya tidak terlalu diperhatikan ketika sebagian besar koleksi masih berbentuk disc fisik.

4. Internet menjadi kebutuhan utama

PlayStation 5
PlayStation 5 (unsplash.com/@kseverin)

Distribusi digital membuat seluruh proses pembelian, pengunduhan, hingga pembaruan game bergantung pada koneksi internet. Semakin besar ukuran game, semakin lama pula waktu yang dibutuhkan untuk mengunduhnya apabila jaringan kurang memadai. Rental PlayStation perlu menyediakan internet berkecepatan tinggi agar proses instalasi game baru tidak mengganggu operasional. Selain itu, pengelola harus memastikan akun PlayStation tetap aman karena seluruh koleksi game tersimpan secara digital.

5. Bisnis rental tetap memiliki peluang

ilustrasi bermain game sepak bola
ilustrasi bermain game sepak bola (unsplash.com/@ofspace)

Berakhirnya era disc fisik bukan berarti bisnis rental PlayStation akan langsung menghilang. Tak sedikit pemain tetap memilih rental karena tidak perlu membeli konsol, game, maupun aksesori yang harganya relatif mahal. Pengelola dapat beradaptasi melalui koleksi game digital terbaru, penyimpanan berkapasitas besar, internet yang lebih cepat, serta ruang bermain yang nyaman. Layanan tambahan seperti makanan, paket bermain bersama teman, hingga penyewaan ruang VIP juga dapat menjadi nilai tambah yang sulit digantikan oleh bermain di rumah.

Berhentinya produksi disc PlayStation memang menghadirkan tantangan baru bagi bisnis rental. Para pemilik rental tampaknya harus bersiap-siap sebelum kebijakan ini akan diberlakukan. Sony memastikan seluruh game yang sudah dirilis atau dijadwalkan rilis sebelum Januari 2028 tetap tersedia dalam format disc, sehingga koleksi lama di tempat rental masih dapat digunakan selama perangkat kerasnya tetap berfungsi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Kidung Swara Mardika
EditorKidung Swara Mardika

Related Articles

See More