Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

7 Fitur Android yang Dulu Diadopsi iPhone Terlebih Dulu

7 Fitur Android yang Dulu Diadopsi iPhone Terlebih Dulu
ilustrasi iPhone (Pexels/An Tran)
Intinya Sih
  • Artikel membahas fitur-fitur Android yang awalnya diperkenalkan oleh Apple, seperti navigasi gestur, mode malam, hingga perekam layar bawaan.
  • Dijelaskan bahwa Apple sering lebih dulu menghadirkan inovasi seperti Face ID berbasis 3D dan Do Not Disturb sebelum akhirnya diadopsi Android.
  • Tulisan menegaskan bahwa perkembangan iPhone dan Android saling memengaruhi satu sama lain, bukan sekadar meniru atau bersaing sepihak.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Banyak orang menganggap Apple sering “menjual” fitur iPhone sebagai inovasi baru, padahal beberapa hal seperti App Library, widget, atau swipe-to-type sudah lama ada di Android. Pandangan tersebut membuat Apple seolah-olah hanya meniru Android, padahal kenyataannya tidak sesederhana itu.

Dalam sejarahnya, Android juga cukup sering mengadopsi fitur dari iPhone. Sejumlah fitur yang kini ada di Android justru pertama kali diperkenalkan oleh Apple, dengan waktu adopsi yang bervariasi, di mana ada yang langsung atau cepat diikuti, tapi ada juga yang butuh waktu lama. Berikut beberapa di antaranya.

1. Navigasi gestur

pexels-zeleboba-8271770.jpg
ilustrasi fitur navigasi gestur (Pexels/Andrey Matveev)

Navigasi dengan tombol di layar kini sudah ketinggalan zaman karena baik Android maupun iPhone sudah lama beralih ke sistem navigasi gestur yang lebih modern. Sejak iPhone X pada 2017, Apple memperkenalkan berbagai gestur swipe untuk berpindah aplikasi, membuka menu recent apps, kembali ke layar sebelumnya, hingga mengakses notifikasi dan Control Center. Meski awalnya butuh waktu bagi pengguna untuk beradaptasi, pendekatan ini akhirnya menjadi standar baru yang juga diadopsi Android sejak Android Q pada 2019. Menariknya, tidak seperti iPhone, Android tetap memberikan fleksibilitas dengan opsi untuk mengaktifkan lagi navigasi tiga tombol.

2. Mode malam

Sejumlah pengguna yang ingin menjaga kualitas tidur sering kesulitan karena kebiasaan bermain HP sebelum tidur. Cahaya biru dari layar diketahui bisa menekan produksi melatonin dan membuat otak seolah masih berada di siang hari, sehingga tidur jadi terganggu. Untuk mengurangi dampaknya, hadirlah fitur mode malam yang mengubah tampilan layar menjadi lebih hangat dan tidak melelahkan bagi mata. Apple lebih dulu memperkenalkannya lewat fitur bernama Night Shift di iOS 9.3 pada Maret 2016, disusul Android beberapa bulan kemudian melalui Android 7.0, dengan tujuan membantu pengguna tidur lebih nyenyak dan menjaga pola istirahat.

3. Badge di ikon aplikasi

pexels-tdcat-3571094.jpg
ilustrasi fitur badge pada ikon aplikasi (Pexels/Torsten Detlaff)

Sejak awal, Android sudah memperkenalkan notification drawer, di mana pengguna bisa swipe ke bawah untuk melihat daftar notifikasi yang tersusun rapi per aplikasi. Sementara itu, iPhone awalnya hanya mengandalkan push notification tanpa pusat notifikasi, sampai akhirnya Apple menghadirkan Notification Center lewat iOS 5 pada 2011. Meskipun begitu, Apple sebenarnya lebih dulu memiliki fitur lain yang berkaitan dengan notifikasi yaitu badge di ikon aplikasi alias angka kecil yang menunjukkan jumlah notifikasi yang belum dibuka. Baru pada 2017, Android menyusul dengan menambahkan fitur serupa lewat Android 8.0, sekaligus menandai bagaimana keduanya saling mengadopsi keunggulan satu sama lain.

4. Quick Share

AirDrop sejak lama sudah menjadi salah satu fitur paling berguna di ekosistem Apple, terutama untuk mengirim foto dengan kualitas asli atau dokumen penting antar perangkat tanpa ribet. Fitur ini awalnya hadir di macOS pada 2011 lalu merambah ke iPhone dan iPad dua tahun kemudian. Sementara itu, Google sempat merilis Nearby Share pada 2020, tapi fungsinya masih terbatas dan belum sebaik AirDrop. Baru di 2024, Google dan Samsung menggabungkan teknologi mereka menjadi Quick Share yang kini jauh lebih matang dan kompatibel lintas perangkat. Bahkan sejak akhir 2025, berkat Quick Share, pengguna Android akhirnya bisa menikmati kemudahan berbagi file dengan perangkat Apple via AirDrop.

5. Face unlock dengan pemindaian wajah berbasis 3D

pexels-ian-panelo-8296108.jpg
ilustrasi fitur face unlock (Pexels/Nothing Ahead)

Fitur face unlock sebenarnya sudah diperkenalkan lebih dulu oleh Android sejak Android 4.0 pada 2011, namun saat itu masih mengandalkan pemindaian wajah berbasis 2D yang mudah dikelabui. Apple kemudian menyempurnakannya lewat iPhone X pada 2017 dengan teknologi TrueDepth yang menggunakan proyeksi titik untuk memetakan wajah dalam bentuk 3D, sehingga jauh lebih sulit dikelabui. Teknik tersebut akhirnya menjadi standar baru, diikuti oleh brand HP Android lain seperti Samsung dan Huawei yang juga mengadopsi face unlock dengan sistem pemindaian wajah berbasis 3D untuk meningkatkan keamanan.

6. Perekam layar

Dulu, sebelum perekam layar menjadi fitur bawaan di HP, pengguna harus mengandalkan aplikasi pihak ketiga yang tentu saja tidak praktis. Nah, Apple menjadi yang pertama mengatasi permasalahan ini lewat iOS 11 pada 2017 dengan menghadirkan fitur perekam layar bawaan, sementara Google baru menyusul tiga tahun kemudian lewat Android 11 pada 2020. Sekarang, baik di iPhone maupun Android, fitur ini bisa diakses dengan cepat melalui Control Center atau Quick Settings, dan jika belum muncul, pengguna hanya perlu menambahkannya lewat pengaturan. Kehadiran fitur ini ternyata sangat berguna untuk merekam informasi penting di layar dengan mudah tanpa perlu aplikasi tambahan.

7. Mode Do Not Disturb

pexels-daniel-moises-magulado-199841-2131251.jpg
ilustrasi fitur Do Not Disturb (Pexels/Daniel Moises Magulado)

Notifikasi memang membantu memberi tahu ketika ada pesan atau peringatan penting, tapi di sisi lain juga bisa menjadi gangguan besar ketika sedang fokus bekerja atau melakukan aktivitas lainnya. Apple melihat masalah ini sejak lama dan menghadirkan fitur Do Not Disturb (DND) di iOS 6 pada 2012, yang memungkinkan notifikasi untuk dibisukan sementara. Android kemudian menyusul dua tahun setelahnya lewat Android 5.0 pada 2014. Seiring berjalannya waktu, fitur ini berkembang jauh lebih canggih di kedua platform, di mana kini hadir dalam berbagai profil yang bisa disesuaikan untuk kebutuhan seperti bekerja, bermain game atau berkendara, sehingga pengguna bisa tetap fokus tanpa terganggu notifikasi yang tidak penting.

Demikian tadi ulasan mengenai beberapa fitur Android yang dulu diadopsi iPhone terlebih dahulu. Beberapa fitur di atas menunjukkan bahwa Android dan iPhone/iOS sebenarnya saling memengaruhi satu sama lain dan berkembang bersama, alih-alih sekadar satu pihak yang selalu memimpin.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Achmad Fatkhur Rozi
EditorAchmad Fatkhur Rozi

Related Articles

See More