Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Fitur Windows 11 yang Ternyata Membuat PC Jadi Lemot

5 Fitur Windows 11 yang Ternyata Membuat PC Jadi Lemot
ilustrasi Windows 11 (Unsplash/Windows)
Intinya Sih
  • Windows 11 dikritik karena performanya lambat, terutama di perangkat berspesifikasi menengah ke bawah akibat banyak fitur bawaan yang menguras sumber daya.
  • Lima fitur utama penyebab lemotnya Windows 11 meliputi Startup Apps, Widget, OneDrive, efek visual Fluid 2, dan Windows Recall yang berjalan di latar belakang.
  • Pengguna disarankan menonaktifkan atau menghapus fitur-fitur tersebut melalui pengaturan sistem agar performa PC meningkat tanpa kehilangan fungsi penting.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Windows 11 belakangan ini banyak dikritik karena terlalu sibuk menjejalkan fitur-fitur AI ketimbang memperbaiki masalah performa yang sudah lama ada. Salah satu keluhan paling umum adalah sistem operasi ini terasa berat dan lambat. Kondisi ini semakin parah di PC atau laptop dengan spesifikasi menengah ke bawah, di mana spesifikasi yang sebenarnya cukup layak malah terasa tersiksa menanggung beban Windows 11. Untungnya, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk meringankan Windows 11, karena ternyata banyak fitur bawaan yang diam-diam menguras sumber daya. Berikut daftarnya.

1. Startup Apps

Screenshot_1.png
ilustrasi Startup Apps (dok. Pribadi)

Windows 11 memungkinkan banyak aplikasi untuk berjalan otomatis ketika PC dinyalakan. Fitur yang sebetulnya berguna, tapi sering disalahgunakan oleh pengembang dengan mengaktifkannya secara default tanpa sepengetahuan pengguna. Akibatnya, PC bisa terasa lambat karena terlalu banyak aplikasi yang sudah berjalan di latar belakang bahkan sebelum kamu sempat membuka satu pun aplikasi.

Kabar baiknya, kamu bisa dengan mudah mengatasinya lewat Task Manager, lalu buka tab Startup Apps di panel kiri. Di sana akan terlihat daftar semua aplikasi yang terdaftar untuk berjalan ketika booting, lengkap dengan status aktif atau tidaknya. Klik kolom Status untuk mengurutkan daftar agar aplikasi yang aktif muncul di bagian atas, lalu klik kanan pada aplikasi yang tidak kamu perlukan dan pilih Disable. Sebaiknya hanya sisakan aplikasi yang memang benar-benar perlu berjalan sejak awal seperti antivirus.

2. Widget

Microsoft memperkenalkan kembali fitur widget di Windows 11 lengkap dengan feed berita, yang bisa diakses langsung dari ikon di taskbar. Fitur ini terdengar berguna, tapi kenyataannya kurang relevan karena berita yang ditampilkan didominasi gosip selebriti, konten clickbait dan iklan terselubung, sementara pilihan widget-nya sendiri sangat terbatas dan minim opsi dari pihak ketiga.

Parahnya lagi, fitur ini dikenal boros sumber daya dan bisa menguras CPU bahkan ketika tidak sedang dibuka. Untungnya, cara menonaktifkannya cukup mudah, di mana kamu hanya perlu klik kanan pada taskbar, pilih Taskbar Settings, lalu matikan toggle Widgets. Fitur ini bisa dihidupkan kembali kapan saja dengan cara yang sama.

3. OneDrive

New Project.jpg
ilustrasi OneDrive (dok. Microsoft)

Windows 11 dibekali OneDrive yang sudah langsung terpasang dan ini bukan tanpa alasan. Microsoft jelas ingin kamu berlangganan layanan penyimpanan cloud mereka. Sayangnya, OneDrive lebih banyak membawa masalah daripada manfaat. Banyak pengguna melaporkan terkunci dari akunnya, kebingungan dengan cara sinkronisasi yang tidak intuitif dan bahkan ada yang kehilangan file lokal karena fitur backup-nya tidak bekerja dengan baik. Belum lagi dampaknya terhadap performa Windows 11.

Sinkronisasi latar belakang OneDrive dikenal jauh lebih boros sumber daya dibanding kompetitornya seperti Dropbox atau Google Drive. Maka dari itu, solusi terbaik bukan sekadar mematikan sinkronisasinya, melainkan menghapus OneDrive sepenuhnya dari PC. Prosesnya mudah seperti meng-uninstall aplikasi biasa dan banyak pengguna merasakan peningkatan performa yang cukup signifikan setelahnya.

4. Efek visual dan animasi

Windows 11 menerapkan desain visual bernama Fluid 2 yang mengedepankan estetika dan animasi di mana-mana, mulai dari ketika membuka aplikasi, berpindah antar jendela hingga sekadar mengakses Start Menu. Sayangnya, semua efek cantik ini ada harganya yaitu konsumsi sumber daya yang tidak sedikit. Elemen UI yang transparan, perubahan warna dinamis dan animasi bisa membuat PC jadi lebih lambat, terutama jika RAM-nya pas-pasan.

Kabar baiknya, kamu bisa mengatur ini semua lewat Settings. Cukup ketik "Performance" di kolom pencarian, lalu pilih "Adjust the appearance and performance of Windows". Di sana ada opsi untuk membiarkan Windows menentukan sendiri, fokus ke tampilan atau fokus ke performa. Kamu bisa memilih "Adjust for best performance" agar semua efek visual dimatikan sekaligus.

5. Windows Recall

Windows-11-recall.jpg
ilustrasi Windows Recall (dok. Microsoft)

Salah satu fitur Windows 11 yang sebaiknya kamu matikan adalah Windows Recall, fitur AI eksklusif untuk Copilot+ PC yang bekerja dengan cara mengambil screenshot layar setiap beberapa detik agar bisa dicari kembali nanti. Meski terdengar berguna, fitur ini sempat menjadi masalah besar karena punya celah keamanan serius yang bisa membuat siapa saja mengakses rekaman aktivitas layarmu. Microsoft sempat menariknya, memperbaikinya, lalu merilis ulang dalam kondisi nonaktif secara default.

Selain menguras ruang penyimpanan, Recall juga membebani performa Windows 11 karena terus berjalan di latar belakang, terutama pada PC dengan spesifikasi pas-pasan. Untungnya, pengguna tidak perlu khawatir lagi karena fitur ini hanya ada di sejumlah kecil PC keluaran terbaru. Tapi jika PC atau laptopmu mendukung Recall dan ternyata aktif, kamu bisa mematikannya lewat menu Turn Windows features on or off di Start Menu.

Demikian tadi ulasan mengenai beberapa fitur Windows 11 yang ternyata membuat PC jadi lemot. Semoga ulasan di atas bisa membantu PC atau laptopmu untuk berjalan lebih lancar.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Achmad Fatkhur Rozi
EditorAchmad Fatkhur Rozi
Follow Us

Related Articles

See More