Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Apakah iPhone Lipat Produk Pertama Apple Era John Ternus?

Apakah iPhone Lipat Produk Pertama Apple Era John Ternus?
sosok John Ternus saat presentasi WWDC 2025 (youtube.com/Apple)
Intinya Sih
  • John Ternus dikabarkan akan menggantikan Tim Cook pada September 2026 dan memulai debutnya sebagai CEO lewat peluncuran iPhone lipat bernilai sekitar 2.000 dolar AS.
  • iPhone lipat disebut mengusung desain sederhana dengan layar utama 7,8 inci dan layar luar 5,5 inci, serta mekanisme engsel yang meminimalkan bekas lipatan.
  • Peluncuran iPhone lipat diprediksi menjadi simbol transisi kepemimpinan Apple menuju era baru di bawah John Ternus dengan fokus lebih kuat pada inovasi perangkat keras.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Pemimpin baru biasanya identik dengan gebrakan dan arah inovasi baru. Kesan itu tampaknya juga muncul di benak publik saat mendengar kabar perubahan struktur kepemimpinan di Apple. Setelah John Ternus disebut akan menggantikan Tim Cook mulai September 2026, rumor mengenai produk perdana yang akan menandai era barunya pun mulai bermunculan.

Mengacu pada laporan jurnalis Mark Gurman dari Bloomberg pada 28 April 2026, Ternus dikabarkan akan memulai debutnya sebagai CEO lewat peluncuran iPhone lipat. Langkah ini disebut sebagai strategi Apple untuk membangun citra Ternus sebagai simbol wajah baru perusahaan sekaligus pemimpin bagi kategori produk baru. Meski informasi tersebut masih sebatas rumor, skenario ini menarik untuk dicermati. Berikut penjelasannya!

1. Apple siapkan debut besar untuk CEO baru

Tampak luar Steve Jobs Theater di Apple Park di Cupertino, California, AS (commons.wikimedia.org/Justin Ormont)
Tampak luar Steve Jobs Theater di Apple Park di Cupertino, California, AS (commons.wikimedia.org/Justin Ormont)

John Ternus bukan nama asing di internal Apple. Ia dikenal sebagai eksekutif senior yang lama berkiprah di divisi hardware dan terlibat dalam pengembangan sejumlah produk penting perusahaan. Rekam jejak tersebut membuat Ternus kerap disebut sebagai kandidat kuat penerus Tim Cook. Jika benar ditunjuk sebagai CEO baru, kehadirannya tentu membawa ekspektasi besar dari publik maupun investor.

Sejumlah laporan menyebut Ternus akan segera tampil di panggung peluncuran produk besar Apple tak lama setelah resmi menjabat. Momen ini dinilai penting karena presentasi produk selama ini selalu menjadi sarana Apple memperkenalkan arah baru perusahaan sekaligus membangun citra pemimpinnya. Jika Ternus langsung memimpin acara besar tersebut, publik akan melihatnya sebagai wajah baru Apple. Strategi itu juga bisa mempercepat proses transisi di mata konsumen dan pasar.

Mengutip Gizmodo Selasa (28/4/2026), produk yang tengah disiapkan disebut-sebut berupa iPhone lipat seharga sekitar 2.000 dollar Amerika Serikat atau setara Rp34,4 juta. Jika rumor ini akurat, perangkat tersebut berpotensi menjadi iPhone termahal sepanjang sejarah, mengingat model-model sebelumnya dibanderol di bawah angka itu. Meski terdengar fantastis, harga premium bukan hal asing di kategori smartphone lipat. Samsung bahkan sudah lebih dulu menjual perangkat serupa sejak tujuh tahun lalu pada kisaran harga sebanding.

2. Mengapa iPhone lipat jadi pilihan?

render iPhone Fold
render iPhone Fold (youtube.com/AppleTrack)

Dari sisi desain, iPhone lipat dikabarkan mengusung konsep yang cukup sederhana dan mudah dipahami konsumen. Saat dilipat, perangkat ini akan tampil seperti iPhone biasa. Namun, ukurannya akan menyerupai iPad mini dan menghadirkan layar lebih luas ketika dibuka. Konsep tersebut dinilai lebih familiar dibanding perangkat eksperimental lain seperti headset mixed reality.

Pasar smartphone lipat sendiri sebenarnya sudah lebih dulu diramaikan banyak merek, terutama Samsung. Meski demikian, Apple memang dikenal sering masuk lebih lambat ke kategori baru. Perusahaan biasanya memilih menunggu teknologi lebih matang sebelum menghadirkan versinya sendiri. Pendekatan seperti ini sebelumnya terlihat pada smartwatch, tablet, hingga earbuds nirkabel.

Jika rumor tersebut benar, Apple akan menjadi salah satu produsen besar terakhir yang masuk ke pasar smartphone lipat setelah Samsung, HUAWEI, OPPO, dan sejumlah merek lain. Meski datang belakangan, banyak analis menilai iPhone Fold tetap berpotensi menarik minat besar berkat basis pengguna iPhone yang sangat loyal di seluruh dunia. Ekosistem Apple yang kuat juga diyakini menjadi nilai tambah dibanding pesaing. Karena itu, keterlambatan masuk pasar belum tentu menjadi kelemahan utama.

3. Rumor spesifikasi iPhone lipat

Render konsep iPhone Fold dengan layar besar menampilkan antarmuka iOS, ikon aplikasi, dan widget cuaca di sisi kanan.
render iPhone Fold (youtube.com/ZONEofTECH)

Mengutip Mashable, iPhone lipat disebut akan dibekali layar utama sekitar 7,8 inci saat dibuka dan layar luar 5,5 inci ketika dilipat. Apple juga dikabarkan tengah mengembangkan mekanisme engsel dan panel layar yang mampu meminimalkan bekas lipatan di tengah layar, bahkan nyaris tidak terlihat. Perangkat ini kemungkinan akan diperkenalkan pada 2026, bersamaan dengan seri iPhone generasi berikutnya. Jika benar, Apple tampaknya ingin masuk ke pasar foldable lewat produk yang lebih matang.

Secara keseluruhan, iPhone lipat dinilai sebagai produk yang lebih mudah diterima pasar dibanding perangkat baru yang terlalu futuristis. Bentuk dasarnya tetap sebuah smartphone, hanya saja memiliki kemampuan berubah menjadi layar yang lebih besar saat dibuka. Risiko edukasi pasar pun lebih kecil karena konsepnya sudah dikenal konsumen. Itulah sebabnya iPhone lipat dianggap sebagai kandidat kuat untuk menjadi produk pembuka era John Ternus.

4. Akankah harga semahal ini tetap menarik?

render iPhone Fold
render iPhone Fold (youtube.com/AppleTrack)

Harga 2.000 dolar Amerika Serikat menempatkan iPhone lipat di kategori premium. Nilai tersebut tergolong tinggi, bahkan untuk standar smartphone flagship. Meski demikian, segmen HP lipat sejak awal memang identik dengan banderol mahal karena menggunakan teknologi layar fleksibel dan sistem engsel yang lebih rumit dibanding smartphone biasa. Karena itu, harga tinggi bukan hal mengejutkan untuk kelas perangkat seperti ini.

Bagi Apple, strategi harga premium juga bukan sesuatu yang baru. Selama bertahun-tahun, perusahaan ini konsisten memosisikan produknya di kelas atas dengan mengandalkan desain, ekosistem, dan pengalaman penggunaan yang kuat. Basis pengguna Apple pun dikenal cukup loyal dan bersedia membayar lebih selama ada nilai tambah yang jelas. Itulah sebabnya, harga mahal belum tentu menjadi penghalang utama bila iPhone lipat benar-benar diluncurkan.

5. iPhone lipat bisa menjadi babak pembuka Apple di kepemimpinannya yang baru

John Ternus menjadi CEO Apple per 1 September 2026
John Ternus menjadi CEO Apple per 1 September 2026 (apple.com)

Jika hadir berdekatan dengan pengangkatan John Ternus sebagai CEO, iPhone lipat berpotensi menjadi pembuka babak baru Apple. Tim Cook selama ini dikenal sukses membawa Apple tumbuh besar melalui ekspansi bisnis global dan penguatan layanan digital. Di sisi lain, Ternus diperkirakan membuka eranya dengan fokus baru pada inovasi perangkat keras. Perbedaan arah kepemimpinan ini bisa menghadirkan nuansa baru bagi perusahaan.

Sampai saat ini, seluruh kabar tersebut masih sebatas spekulasi dan belum dikonfirmasi resmi oleh Apple. Namun, jika skenario itu benar terjadi, iPhone lipat akan memiliki makna lebih dari sekadar produk baru. Perangkat ini bisa menjadi penanda transisi generasi kepemimpinan di tubuh Apple. Karena itu, peluncurannya berpotensi menjadi salah satu momen penting dalam perjalanan perusahaan dalam beberapa tahun terakhir.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Kidung Swara Mardika
EditorKidung Swara Mardika
Follow Us

Related Articles

See More