Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Google Rilis Aplikasi Dikte AI di iPhone, Bisa Dipakai Tanpa Internet

Google Rilis Aplikasi Dikte AI di iPhone, Bisa Dipakai Tanpa Internet
ilustrasi logo Google (unsplash.com/Adarsh Chauhan)
Intinya Sih
  • Google merilis aplikasi dikte AI Edge Eloquent untuk iPhone yang bisa digunakan sepenuhnya offline, memungkinkan transkripsi real-time tanpa koneksi internet.
  • Aplikasi ini menawarkan fitur pengolahan teks, riwayat sesi, serta analisis transkripsi lengkap dengan statistik penggunaan dan opsi pemrosesan lokal atau cloud.
  • Saat ini AI Edge Eloquent masih tahap awal pengembangan dan belum tersedia di Android, menandakan fokus Google pada penyempurnaan versi iPhone terlebih dahulu.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Google kembali memperkenalkan inovasi di bidang kecerdasan buatan (AI) dengan merilis aplikasi dikte terbaru bernama AI Edge Eloquent, sementara hanya tersedia untuk perangkat iPhone. Aplikasi ini langsung menarik perhatian karena bisa digunakan sepenuhnya offline, tanpa memerlukan koneksi internet. Peluncuran awal dilakukan secara terbatas pada Senin (6/4/2026).

Kini, pengguna iPhone sudah bisa mengunduh aplikasi ini secara gratis melalui App Store. AI Edge Eloquent merupakan bagian dari upaya Google untuk memperluas ekosistem AI, khususnya pada layanan produktivitas berbasis suara. Lewat aplikasi ini, pengguna dapat melakukan dikte dan transkripsi secara real-time, di mana setiap ucapan langsung muncul menjadi teks di layar.

1. Fitur utama Google AI Edge Eloquent

AI Edge Eloquent untuk pengguna iPhone
AI Edge Eloquent untuk pengguna iPhone (apps.apple.com)

Google AI Edge Eloquent memungkinkan pengguna melakukan dikte langsung di perangkat tanpa koneksi internet, setelah model pengenalan ucapan otomatis (ASR) berbasis Gemma diunduh. Transkripsi ditampilkan secara real-time, sehingga ucapan langsung terlihat di layar. Saat pengguna berhenti sejenak, sistem otomatis menyaring kata pengisi seperti “um” dan “ah”, sekaligus merapikan kalimat agar lebih mudah dipahami.

Menurut deskripsi di App Store, aplikasi ini menawarkan berbagai opsi pengolahan teks, termasuk menyorot poin penting, mengubah gaya bahasa menjadi lebih formal, merangkum isi, dan memperluas penjelasan. Pengguna dapat memilih pemrosesan lokal atau cloud, di mana model Gemini membantu meningkatkan akurasi transkripsi saat menggunakan cloud. Selain itu, AI Edge Eloquent mendukung personalisasi melalui impor kata kunci dari akun Gmail atau penambahan kosakata khusus secara manual. Fitur ini membuat sistem lebih akurat mengenali istilah yang sering digunakan dan menyesuaikan hasil transkripsi dengan kebutuhan pengguna.

2. Riwayat sesi dan analisis transkripsi

tampilan fitur utama Google AI Edge Eloquent
tampilan fitur utama Google AI Edge Eloquent (apps.apple.com)

Google AI Edge Eloquent menghadirkan fitur riwayat sesi yang memungkinkan pengguna meninjau kembali hasil dikte sebelumnya. Fitur ini memudahkan akses ke catatan suara yang sudah diubah menjadi teks, sekaligus menampilkan statistik penggunaan secara rinci. Pengguna bisa melihat jumlah kata yang dihasilkan, kecepatan pengetikan per menit, hingga kata terakhir yang diucapkan dalam tiap sesi.

Menurut Google, aplikasi ini dirancang untuk mengubah ucapan alami menjadi teks yang rapi dan mudah dipahami. Aplikasi ini berguna untuk berbagai kebutuhan, mulai dari pencatatan rapat, pembuatan konten, hingga dokumentasi sehari-hari. Google bahkan menyebut aplikasi ini berpotensi digunakan sebagai keyboard default, sehingga dikte bisa langsung dilakukan di berbagai aplikasi tanpa harus berpindah platform. Namun, fitur ini masih dalam tahap pengembangan dan belum tersedia secara luas.

3. Masih tahap pengembangan, belum hadir di Android

ilustrasi pengguna memegang smartphone Android
ilustrasi pengguna memegang smartphone Android (unsplash.com/Daniel Romero)

Google AI Edge Eloquent memang sudah tersedia untuk pengguna iPhone, tetapi pengembangannya diduga masih berada di tahap awal. Hal ini terlihat dari halaman resminya yang menggunakan domain google.dev, yang identik dengan proyek eksperimental milik Google. Hingga kini, aplikasi tersebut juga belum tersedia di perangkat Android.

Absennya versi Android cukup menarik perhatian, mengingat platform tersebut merupakan sistem operasi utama yang dikembangkan Google. Kondisi ini mengindikasikan bahwa pengembangan AI Edge Eloquent masih difokuskan pada penyempurnaan awal sebelum diperluas ke platform lain. Sejumlah laporan menyebutkan Google tengah menyiapkan ekspansi ke perangkat lain, termasuk desktop, guna memperkuat integrasi dalam ekosistem layanannya.

Kehadiran fitur offline pada AI Edge Eloquent menandai langkah baru Google dalam mengembangkan teknologi transkripsi berbasis AI. Publik kini menunggu langkah lanjutan dari Google, termasuk kemungkinan kehadiran fitur serupa di perangkat Android.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Kidung Swara Mardika
EditorKidung Swara Mardika
Follow Us

Latest in Tech

See More