Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Arab Saudi Gunakan AI untuk Kelola Jutaan Jemaah Haji 2026

Arab Saudi Gunakan AI untuk Kelola Jutaan Jemaah Haji 2026
Ilustrasi lautan jamaah haji di Mekkah
Intinya Sih
  • Arab Saudi melalui SDAIA akan menerapkan teknologi AI untuk mengelola jutaan jemaah Haji 2026, meningkatkan keamanan, efisiensi operasional, dan kenyamanan di setiap tahap perjalanan ibadah.
  • Sistem berbasis AI seperti Baseer dan Sawaher digunakan untuk memantau keramaian secara real-time di area suci, menganalisis pergerakan massa, serta membantu otoritas merespons situasi darurat lebih cepat.
  • Layanan digital pintar seperti Mecca Route Initiative, Tawakkalna, dan Nusuk menghadirkan proses administratif cepat serta dukungan multibahasa agar pengalaman ibadah haji lebih efisien dan nyaman.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Arab Saudi memperluas penggunaan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dalam penyelenggaraan ibadah Haji 2026. Seiring jutaan jemaah Muslim dari berbagai negara bersiap menunaikan ibadah ke Tanah Suci, teknologi AI kini dimanfaatkan untuk meningkatkan pengelolaan keramaian, efisiensi operasional, hingga keamanan selama proses ibadah berlangsung.

Inisiatif ini dipimpin oleh Saudi Data and Artificial Intelligence Authority (SDAIA), lembaga pemerintah yang mengoperasikan berbagai platform digital dan layanan berbasis AI di seluruh perjalanan ibadah haji. Teknologi tersebut diterapkan mulai dari keberangkatan jemaah dari negara asal, proses kedatangan di Arab Saudi, hingga kepulangan setelah seluruh rangkaian ibadah selesai dilaksanakan.

Melalui integrasi AI dan infrastruktur digital pintar, pemerintah Arab Saudi ingin memastikan pengalaman ibadah haji menjadi lebih aman, lancar, dan nyaman di tengah tingginya jumlah jemaah setiap tahunnya. Pendekatan berbasis data juga memungkinkan otoritas memantau pergerakan massa secara real-time serta merespons situasi darurat dengan lebih cepat dan akurat.

1. AI untuk pengelolaan jutaan jemaah

Dilansir Al Arabiya English, juru bicara resmi SDAIA, Majed al-Shehry menyatakan bahwa tujuan utama implementasi AI pada Haji 2026 adalah menghadirkan teknologi yang bekerja “di balik layar” untuk membuat perjalanan ibadah jemaah menjadi lebih aman, lancar, dan efisien di setiap tahap.

AI kini menjadi alat penting dalam pengelolaan operasional skala besar, terutama untuk menangani jutaan orang yang berkumpul dalam waktu bersamaan.

Ia menjelaskan bahwa teknologi AI dimanfaatkan melalui sistem prediktif, analisis data tingkat lanjut, serta pemantauan real-time guna meningkatkan keamanan dan efisiensi operasional selama musim haji berlangsung. Pendekatan ini memungkinkan otoritas Arab Saudi memantau kepadatan jemaah secara lebih akurat dan mengambil keputusan lebih cepat saat terjadi lonjakan keramaian atau situasi darurat.

Menurut SDAIA, sistem berbasis AI tersebut dirancang untuk membantu mengatur arus pergerakan jemaah, mendukung respons darurat, meningkatkan efisiensi transportasi, hingga menyediakan bantuan multibahasa bagi para jemaah dari berbagai negara. Dengan skala Haji sebagai salah satu pertemuan manusia terbesar di dunia, pemanfaatan AI dinilai menjadi solusi penting untuk menjaga kelancaran ibadah secara menyeluruh.

2. AI untuk manajemen keramaian secara real-time

Ilustrasi jamaah haji sedang melakukan tawaf ifadhah(pixabay.com/Koveni)
Ilustrasi jamaah haji sedang melakukan tawaf ifadhah(pixabay.com/Koveni)

Salah satu fokus utama penggunaan AI pada musim Haji 2026 adalah pengelolaan keramaian di sekitar Masjidil Haram di Mekkah serta area suci Mina, Arafah, dan Muzdalifah. Dengan jutaan jemaah berkumpul di lokasi yang sama dalam waktu tertentu, pengawasan pergerakan massa menjadi tantangan besar bagi otoritas Arab Saudi.

Menurut SDAIA, platform seperti Baseer dan Sawaher yang dikembangkan bersama Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi kini memanfaatkan teknologi computer vision, thermal imaging, dan analitik berbasis AI. Ini dilakukan untuk memantau kepadatan serta pola pergerakan jemaah secara real-time.

Sistem tersebut bekerja dengan menganalisis tayangan video langsung dan data pengawasan untuk mendeteksi titik kemacetan, memprediksi lonjakan kerumunan, hingga membantu otoritas mengambil keputusan lebih cepat saat situasi mulai padat. Pendekatan ini diharapkan mampu mengurangi risiko insiden akibat kepadatan ekstrem sekaligus menjaga kelancaran arus pergerakan jemaah selama pelaksanaan ibadah haji.

3. Layanan digital pintar untuk jemaah haji

Selain pengelolaan keramaian, Arab Saudi juga memperluas penggunaan layanan digital berbasis AI untuk membantu jemaah selama perjalanan ibadah haji. Teknologi ini dirancang agar berbagai proses administratif dan layanan penting dapat dilakukan dengan lebih cepat, praktis, dan terintegrasi.

Salah satu program utama adalah Mecca Route Initiative yang telah dimanfaatkan lebih dari 1,5 juta jemaah. Program ini menggunakan teknologi verifikasi digital canggih dan pemrosesan data pintar, serta kini beroperasi di 17 bandara di 10 negara.

Melalui inisiatif tersebut, jemaah bisa menyelesaikan berbagai proses perjalanan sebelum tiba di Arab Saudi, termasuk pendaftaran biometrik dan pemrosesan tiket. Pendekatan ini membantu mempercepat proses kedatangan sekaligus mengurangi antrean di bandara.

Di sisi lain, aplikasi Tawakkalna dan Nusuk juga menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan Haji 2026. Kedua platform ini menyediakan lebih dari 1.300 layanan digital yang dirancang khusus untuk mendukung kebutuhan jemaah selama berada di Tanah Suci.

Layanan tersebut mencakup izin haji digital, alat navigasi, informasi cuaca, bantuan darurat, permintaan ambulans, layanan arah kiblat, hingga identitas digital melalui Nusuk Card yang memuat data medis dan kontak darurat jemaah. Dengan integrasi AI dan layanan digital ini, pengalaman ibadah haji diharapkan menjadi lebih aman, efisien, dan nyaman bagi jutaan jemaah dari seluruh dunia.

Penggunaan AI pada Haji 2026 menunjukkan bagaimana teknologi kini menjadi bagian penting dalam pengelolaan ibadah berskala global. Dengan dukungan sistem cerdas dan layanan digital terintegrasi, Arab Saudi berupaya menghadirkan pengalaman haji yang lebih aman, efisien, dan nyaman bagi jutaan jemaah dari seluruh dunia.

Share Article
Topics
Editorial Team
Achmad Fatkhur Rozi
EditorAchmad Fatkhur Rozi

Related Articles

See More