Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Google Search Beralih Rupa, Era Blue Links Akan Sirna?

Google Search Beralih Rupa, Era Blue Links Akan Sirna?
gambaran Google Search di I/O 2026 (blog.google)
Intinya Sih
  • Google memperkenalkan tampilan baru Search dengan kotak pencarian pintar berbasis AI yang mampu memahami pertanyaan kompleks dan menampilkan hasil interaktif, menggantikan dominasi sepuluh tautan biru klasik.
  • Fitur AI Agent memungkinkan pengguna membuat agen otomatis yang memantau informasi 24 jam penuh, menyusun analisis sederhana, dan memberikan pembaruan tanpa perlu klik manual seperti cara lama.
  • Google menggabungkan teknologi Gemini dan Antigravity untuk menghadirkan hasil pencarian dinamis serta mini app berbasis AI, menandai pergeseran besar menuju pengalaman pencarian yang lebih personal dan interaktif.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Setelah lebih dari 25 tahun, Google akhirnya mulai mengubah tampilan kotak pencarian (search box) di Google Search. Perubahan ini diperkenalkan dalam ajang Google I/O 2026 yang digelar Selasa (20/5/2026) waktu Indonesia di Shoreline Amphitheatre, Mountain View, California, Amerika Serikat. Transformasi tersebut disebut sebagai salah satu perubahan terbesar Google Search sejak pertama kali hadir pada akhir 1990-an. Google kini ingin menghadirkan pengalaman mencari informasi yang terasa lebih interaktif dan berbasis AI.

Selama ini, Google Search identik lewat deretan sepuluh tautan biru (ten blue links) yang muncul di halaman hasil pencarian setelah pengguna mengetik kata kunci tertentu. Namun, konsep tersebut perlahan mulai ditinggalkan. Kini, Google menghadirkan pengalaman pencarian berbasis AI yang lebih menyerupai asisten digital dibanding mesin pencari tradisional. Pengguna nantinya cukup mengetik atau mengucapkan pertanyaan panjang tanpa harus repot membuka banyak halaman web. Apakah era klik satu per satu link website kini mulai ditinggalkan Google?

1. Google Search lebih mirip asisten AI

Tampilan hasil pencarian Google AI Overviews yang menjelaskan cara memilih semangka matang dengan mengetuknya, disertai gambar semangka hijau kuning.
AI Overviews (dok. Google Search)

Dalam pembaruan terbaru ini, Google memperkenalkan “intelligent search box” atau kotak pencarian pintar berbasis AI. Sistem tersebut mampu memahami pertanyaan panjang dan kompleks tanpa membuat pengguna harus memilih mode pencarian lebih dulu. Google juga menghadirkan saran pencarian berbasis AI yang lebih canggih dibanding fitur autocomplete biasa. Teknologi itu membantu pengguna menyusun pertanyaan yang lebih detail dan kontekstual.

Fitur AI Overviews kini juga mendukung pertanyaan lanjutan lewat AI Mode. Pengalaman mencari informasi pun terasa seperti berbincang langsung bersama asisten digital. Hasil pencarian tidak lagi sekadar daftar tautan website seperti sebelumnya. Dalam beberapa situasi, Google akan menampilkan visual interaktif, widget dinamis, hingga tampilan yang menyerupai halaman aplikasi.

2. AI Agent bisa cari informasi sendiri

Google turut memperkenalkan information agents di Search
Google turut memperkenalkan information agents di Search (blog.google)

Google turut memperkenalkan “information agents” di Search. Fitur ini memungkinkan pengguna membuat AI agent yang bekerja di latar belakang selama 24 jam penuh untuk memantau perubahan informasi di internet. Agent tersebut bisa digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari memantau pasar saham hingga mencari perkembangan topik tertentu secara otomatis. Ketika ada perubahan penting, sistem akan memberikan ringkasan lengkap beserta sumber terkait.

Konsep tersebut sebenarnya mengingatkan pada Google Alerts yang meluncur pada 2003. Bedanya, AI agent terbaru tidak hanya mendeteksi perubahan informasi, tetapi juga memahami konteks serta menyusun analisis sederhana secara otomatis. Google menjelaskan bahwa agent dapat membuat rencana pemantauan sendiri berdasarkan parameter yang diberikan pengguna. Teknologi ini membuat proses pencarian informasi menjadi jauh lebih praktis dibanding cara lama yang mengandalkan klik manual.

3. Pencarian web tak lagi bergantung pada tautan

Seseorang memegang ponsel yang menampilkan halaman pencarian Google dengan daftar topik yang sedang tren di layar.
ilustrasi trending di pencarian Google (unsplash.com/Terrillo Walls)

Google secara tidak langsung menunjukkan bahwa masa dominasi “blue links” mulai berakhir. Aktivitas mencari informasi di internet ke depan diprediksi lebih banyak dilakukan AI agent dibanding manusia yang membuka tautan satu per satu. Pengguna nantinya akan lebih fokus pada hasil dan tindakan yang diberikan AI dibanding proses pencarian manual. Perubahan tersebut melanjutkan strategi Google lewat AI Overviews dan AI Mode yang lebih dulu diperkenalkan.

Mengutip TechCrunch, saat ini AI Overviews disebut telah digunakan lebih dari 2,5 miliar pengguna per bulan. Sementara itu, AI Mode yang meluncur tahun lalu kini sudah menembus lebih dari 1 miliar pengguna bulanan. Sebagai perbandingan, ChatGPT memiliki sekitar 900 juta pengguna aktif mingguan pada awal tahun ini. Data tersebut menunjukkan Google masih unggul dari sisi jumlah pengguna unik AI, sedangkan ChatGPT dinilai memiliki tingkat penggunaan berulang yang lebih tinggi dalam satu minggu.

Google juga menggabungkan teknologi Gemini dan platform agentic bernama Google Antigravity untuk menghadirkan hasil pencarian yang lebih interaktif. Nantinya, tampilan Search tidak lagi sekadar daftar tautan, melainkan berubah menjadi halaman web dinamis lengkap bersama visual, widget, hingga ruang proyek personal berbasis AI. Pengguna bahkan dapat mengajukan pertanyaan lanjutan dan melihat tampilan baru yang diperbarui secara real-time. Search perlahan berubah.

4. Google Search bisa bikin mini app sendiri

Google Search merekomendasikan pelacak kebugaran khusus dalam mesin pencarian
Google Search merekomendasikan pelacak kebugaran khusus dalam mesin pencarian (blog.google)

Tak hanya membantu mencari informasi, Google Search nantinya juga dapat membuat “mini app” berbasis AI langsung dari perintah bahasa alami pengguna. Fitur ini memanfaatkan platform Antigravity dan akan tersedia lebih dulu bagi pelanggan Google AI Pro dan Ultra. Pengguna dapat membuat aplikasi sederhana sesuai kebutuhan pribadi tanpa harus memahami coding. Google ingin Search menjadi tempat untuk bertindak, bukan sekadar menemukan informasi.

Mini app tersebut bisa digunakan untuk berbagai kebutuhan sehari-hari. Misalnya, membuat aplikasi perencanaan makan berdasarkan jadwal kalender pengguna atau aplikasi fitness sesuai target olahraga masing-masing. Google menyebut sistem baru ini dikembangkan bersama tim Google DeepMind dan memakai model Gemini Flash 3.5. Seluruh pengalaman Search berbasis AI itu akan mulai diluncurkan secara bertahap gratis untuk pengguna Google mulai musim panas tahun ini.

5. Publisher dan media online kian terancam?

Google AI Search
AI Search Google (search.google)

Di balik inovasi tersebut, muncul kekhawatiran besar bagi publisher dan media online. Selama beberapa tahun terakhir, trafik website mulai menurun akibat AI Overviews yang membuat pengguna tidak perlu lagi membuka banyak situs untuk mendapatkan jawaban. Kini hadirnya AI agent, generative UI, dan mini app di Search diperkirakan akan membuat jumlah klik menuju website semakin turun. Kondisi tersebut berpotensi memperburuk situasi media digital yang bergantung pada iklan dan trafik pencarian Google.

Meski begitu, Google menegaskan bahwa tujuan mereka adalah membuat teknologi AI lebih mudah diakses semua orang. CEO Google, Sundar Pichai, mengatakan perusahaan fokus menghadirkan model AI yang cepat, efisien, dan terjangkau agar dapat digunakan secara luas. Google juga berencana membuka lebih banyak fitur AI gratis untuk pengguna umum di masa depan.

Perubahan besar ini menandai babak baru internet yang semakin dipenuhi pengalaman berbasis AI. Saat Google Search berubah menjadi asisten AI pribadi, apakah cara manusia menjelajahi internet juga akan ikut berubah total? Yuk, bagikan pandanganmu!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Kidung Swara Mardika
EditorKidung Swara Mardika

Related Articles

See More