Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Instagram Uji Coba FItur Video Panjang hingga 90 Menit

5 min read
Instagram Uji Coba FItur Video Panjang hingga 90 Menit
ilustrasi membuka profil Instagram (unsplash.com/Erik Lucatero)
  • Instagram menguji Features di AS setelah Brasil, memungkinkan kreator terpilih mengunggah video horizontal hingga 90 menit untuk podcast, komedi, dan cerita panjang.
  • Features terhubung dengan Reels: cuplikan pendek dapat mengarahkan pengguna ke video penuh, sementara rekomendasi akan muncul di Explore dan area lain aplikasi.
  • Instagram menyiapkan Features untuk aplikasi TV serta menguji Series dan peningkatan Live; perluasan bertahap ke negara lain direncanakan tanpa jadwal peluncuran global.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Instagram mulai memperluas format kontennya melalui pengujian video horizontal berdurasi panjang hingga 90 menit. Fitur bernama Features ini ditujukan bagi kreator yang ingin membagikan konten seperti podcast, komedi, hingga video bercerita yang membutuhkan durasi lebih panjang. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Instagram menghadirkan pengalaman menonton yang lebih beragam di platformnya.

Mengutip The Hollywood Reporter dan The Verge (28/10/2026), pengujian Features dimulai di Amerika Serikat melalui keterlibatan sejumlah kreator terpilih. Instagram sebelumnya juga telah menguji fitur tersebut bersama beberapa kreator di Brasil. Melalui format baru ini, pengguna nantinya dapat menemukan video berdurasi panjang melalui rekomendasi di halaman Explore maupun bagian lain aplikasi.

  1. 1. Features mendukung video horizontal hingga 90 menit

    Ilustrasi logo Instagram berwarna gradasi merah muda, ungu, dan oranye pada layar ponsel pintar berlatar gelap.
    ilustrasi Instagram (unsplash.com/Alex Bracken)

    Features dirancang untuk mengakomodasi konten video horizontal berdurasi hingga 90 menit. Format ini menyasar kreator podcast, komedian, dan pembuat konten lain yang membutuhkan ruang lebih luas untuk menyampaikan cerita. Berbeda dari Reels yang umumnya berdurasi sekitar tiga menit atau kurang, Features memungkinkan pengguna menikmati konten secara lebih utuh tanpa harus berpindah platform.

    Salah satu hal menarik dari fitur ini adalah keterhubungannya bersama Reels. Kreator dapat menghubungkan potongan video pendek ke konten panjang sebagai versi lengkapnya. Jadi, ketika pengguna menemukan cuplikan podcast atau video menarik di Reels, mereka bisa langsung mengeklik tautan untuk melanjutkan tontonan ke versi penuh.

    Vice President of Product Instagram, Tessa Lyons, menjelaskan bahwa mekanisme tersebut memungkinkan pengguna menemukan potongan konten terlebih dahulu sebelum menikmati keseluruhan videonya. Instagram juga berencana merekomendasikan video Features melalui halaman Explore dan sejumlah bagian lain aplikasi. Beberapa kreator yang terlibat dalam pengujian awal di antaranya Emma Grede, Monet McMichael, Preston Rakovsky, dan Donald De La Haye.

  2. 2. Reels tetap menjadi bagian utama Instagram

    Ilustrasi seseorang memeriksa kembali postingan Instagram yang telah diunggah melalui layar ponsel pintar di tangan.
    ilustrasi mengecek postingan Instagram yang sudah diunggah (pexels.com/Lisa Fotios)

    Menurut Kepala Instagram Adam Mosseri, pengembangan format video panjang ini merupakan perubahan pendekatan perusahaan. Ia sebelumnya sempat menolak gagasan menghadirkan konten berdurasi panjang karena khawatir Instagram kehilangan karakter utamanya sebagai platform untuk terhubung bersama teman. Menurutnya, terlalu banyak konten hiburan berpotensi mengurangi interaksi sosial, seperti berbagi unggahan, memberikan tanda suka, dan menyebut teman.

    Meski begitu, Instagram kini berupaya membuat video pendek dan panjang saling melengkapi. Mosseri mencontohkan podcast dan pertunjukan komedi yang dapat disajikan sebagai video utuh sekaligus dipotong menjadi beberapa klip pendek. Ia juga menegaskan bahwa Reels tetap menjadi bagian utama Instagram, sehingga kehadiran Features tidak dimaksudkan untuk menggantikan format tersebut.

  3. 3. Instagram ingin memperluas pengalaman menonton hingga televisi

    fitur tab Friends (teman) di Instagram Reels
    fitur tab Friends (teman) di Instagram Reels (about.fb.com)

    Pengembangan Features juga berkaitan erat bersama ambisi Instagram memperluas pengalaman menonton ke layar yang lebih besar. Perusahaan ingin menghadirkan format video horizontal tersebut di aplikasi Instagram untuk TV, sehingga pengguna dapat menikmati konten berdurasi panjang melalui televisi. Menurut Lyons, layar lebar akan memberikan pengalaman menonton yang lebih sesuai untuk konten horizontal sekaligus memungkinkan pengguna menikmati video secara lebih komprehensif.

    Sebelumnya, Instagram telah memperkenalkan aplikasi Instagram for TV yang awalnya berfokus pada Reels bertajuk Clips as Reels. Kreator bisa membuat clipper Reels dari video panjang, kemudian penonton diarahkan untuk melihat video lengkapnya. Aplikasi tersebut pertama kali diuji melalui perangkat Amazon Fire TV di Amerika Serikat pada akhir 2025. Seiring perkembangannya, layanan ini juga diperluas ke Google TV, Samsung TV, dan Apple TV di Amerika Serikat. Instagram turut menambahkan kemampuan menonton Stories melalui aplikasi televisinya.

    Di sisi lain, Instagram juga sedang mengembangkan sejumlah fitur video lain. Salah satunya adalah Series, yang memungkinkan kreator mengelompokkan Reels menjadi konten episodik di profil mereka. Pengembangan ini sejalan bersama meningkatnya minat terhadap format microdrama dan konten berseri. Instagram telah menjajaki pengujian bersama studio microdrama di Asia Tenggara sejak Juni dan mulai melibatkan kreator individu.

    Perusahaan juga menguji peningkatan fitur Live, termasuk integrasi siaran langsung ke tab Reels dan rekomendasi video Live kepada pengguna yang belum mengikuti akun penyiar. Adapun Features dan Series akan diuji secara bertahap di lebih banyak negara dalam beberapa bulan mendatang. Meski begitu, Instagram belum mengumumkan jadwal ketersediaan Features secara luas di seluruh dunia.

  4. 4. Features menjadi langkah Instagram menantang YouTube

    Layar komputer menampilkan antarmuka YouTube dengan logo merah dan deretan video pada halaman utama.
    ilustrasi screen YouTube (unsplash.com/Christian Wiediger)

    Langkah Instagram ini turut memperlihatkan persaingan platform digital dalam memperebutkan waktu menonton pengguna, terutama melawan YouTube. Tantangannya bukan hanya menghadirkan format video yang menarik, tetapi juga membangun ekosistem pendapatan bagi kreator. Sebagai perbandingan, YouTube menawarkan pembagian 55 persen pendapatan iklan kepada kreator yang memenuhi persyaratan program monetisasinya. Namun, belum ada kepastian terkait apakah Instagram akan menerapkan pembagian pendapatan iklan seperti YouTube Partner Program (YPP) atau penawaran skema monetisasi lain.

    Instagram sendiri tengah menjajaki sejumlah kesepakatan bersama kreator untuk mendukung Features. Kreator yang sudah memiliki kerja sama iklan dapat membawa penempatan iklan dan konten bermerek mereka ke format baru tersebut. Instagram juga berencana membantu kreator yang belum memiliki jaringan kerja sama komersial agar dapat mengembangkan peluang pendapatan.

    Meski masih dalam tahap pengujian, Features menunjukkan bahwa Instagram mulai membuka ruang lebih besar bagi konten berdurasi panjang. Namun, perusahaan tetap perlu memastikan format tersebut dapat berjalan berdampingan bersama Reels sekaligus mempertahankan karakter Instagram sebagai platform untuk berbagi dan terhubung bersama teman.

    Menariknya, ini bukan kali pertama Instagram tertarik menghadirkan format video berdurasi panjang. Sebelumnya, platform tersebut pernah memiliki IGTV yang pertama kali diluncurkan pada 2018. Meski awalnya hanya mendukung video vertikal, IGTV mulai mengizinkan unggahan video horizontal pada 2019. Namun, seiring peralihan fokus Instagram ke Reels, layanan tersebut akhirnya resmi dihentikan pada 2022. Menurut kamu, apakah kehadiran Features kali ini bisa membuat pengguna betah untuk menonton video panjang di Instagram?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More