Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Kenapa Web3 Disebut Masa Depan Internet? Ini Alasannya

ilustrasi Web3
ilustrasi Web3 (freepik.com/freepik)
Intinya sih...
  • Web3 menghadirkan desentralisasi yang memberi pengguna kendali lebih besar
  • Web3 memberi peluang kepemilikan aset digital yang nyata
  • Web3 membuka jalan menuju internet yang lebih transparan dan beragam peluang
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Internet terus berevolusi, dari sekadar media baca di era Web1 hingga menjadi ruang interaksi sosial di era Web2. Kini, manusia berada di ambang babak baru dengan hadirnya Web3. Banyak orang menyebut Web3 sebagai masa depan internet karena menawarkan hal yang belum pernah ada sebelumnya.

Bayangkan sebuah internet di mana pengguna benar-benar memiliki data, aset, bahkan identitas digital mereka. Tak ada lagi dominasi penuh dari perusahaan raksasa (seperti Google, Meta), melainkan sistem yang lebih terbuka dan adil. Lantas, apa yang membuat Web3 begitu istimewa dan disebut sebagai masa depan internet? Simak ulasannya lebih lanjut!

1. Web3 menghadirkan desentralisasi yang memberi pengguna kendali lebih besar

ilustrasi blockchain
ilustrasi blockchain (freepik.com/freepik)

Salah satu hal utama yang membuat Web3 berbeda adalah sifatnya yang desentralisasi. Artinya, data tak lagi hanya dikuasai oleh perusahaan raksasa, tetapi tersebar di banyak jaringan blockchain. Hal ini mengurangi risiko manipulasi, sensor, atau kebocoran data karena tidak ada satu pihak yang berkuasa penuh.

Dengan begitu, pengguna punya kendali lebih besar atas informasi mereka sendiri. Misalnya, identitas digital atau aset online tak lagi sepenuhnya bergantung pada layanan tertentu, melainkan benar-benar menjadi milik pribadi. Konsep ini membawa rasa aman sekaligus kebebasan yang lebih luas dalam beraktivitas di dunia maya.

2. Web3 memberi peluang kepemilikan aset digital yang nyata

ilustrasi aset digital
ilustrasi aset digital (unsplash.com/Shubham Dhage)

Berbeda dengan Web2 yang membuat pengguna hanya seperti menyewa layanan atau konten, Web3 menawarkan konsep kepemilikan nyata atas aset digital. Artinya, setiap pengguna bisa benar-benar memiliki apa yang mereka beli atau buat di dunia maya. Contohnya, item dalam game berbasis Web3 tak hanya tersimpan di server developer, melainkan tercatat di blockchain sehingga tidak bisa dihapus sepihak.

Pemain bisa menjual atau memindahkan item tersebut ke akun lain tanpa harus terikat pada satu perusahaan saja. Hal yang sama juga berlaku untuk karya seni digital (NFT), yang bisa diperjualbelikan layaknya aset fisik. Kreator mendapatkan keuntungan lebih adil karena karya mereka diakui secara resmi di blockchain.

Investor pun bisa melihat peluang baru untuk bertransaksi di ekosistem digital yang lebih terbuka. Selain itu, pengguna merasakan kontrol yang sebelumnya sulit mereka miliki di era Web2. Jadi, internet tak lagi hanya menjadi tempat berbagi, melainkan juga ruang untuk benar-benar memiliki.

3. Web3 membuka jalan menuju internet yang lebih transparan dan beragam peluang

ilustrasi keamanan data
ilustrasi keamanan data (freepik.com/freepik)

Selain desentralisasi dan kepemilikan, Web3 juga menjanjikan transparansi yang sulit ditemukan di Web2. Setiap transaksi atau interaksi di blockchain bisa dilihat secara publik, sehingga lebih susah untuk disalahgunakan. Hal ini meningkatkan kepercayaan antar pengguna dalam berbagai aktivitas digital.

Di sisi lain, Web3 juga melahirkan banyak peluang baru, mulai dari keuangan terdesentralisasi (DeFi), permainan berbasis blockchain, hingga integrasi dengan AI dan metaverse. Semua ini memperkaya pengalaman pengguna dengan cara yang lebih interaktif, aman, dan inklusif. Tak heran banyak yang percaya bahwa Web3 akan mengubah cara kita berinteraksi dengan internet di masa depan.

Web3 hadir bukan hanya sebagai tren teknologi, tetapi sebagai evolusi internet yang membawa visi baru. Melalui desentralisasi, adanya kepemilikan digital, serta transparansi, pengguna bisa merasakan internet yang lebih adil dan terbuka. Jadi, apakah kamu siap menyambut masa depan internet yang dikuasai oleh penggunanya sendiri?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Kidung Swara Mardika
EditorKidung Swara Mardika
Follow Us