Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Untuk Perpendek URL, Ini 7 URL Shortener Terbaik di 2025

fetchpik.com-3000-AUgOkTc3be.jpg
Bitly (Alamy/Ilnur Khisamutdinov)
Intinya sih...
  • Rebrandly menawarkan fitur lengkap dengan paket Essentials jatah 250 link, sedangkan paket Professional atau Growth menawarkan fitur lebih canggih.
  • Bitly memiliki dashboard untuk memantau performa link, namun paket gratisnya terbatas hanya 10 link per bulan dengan iklan perantara.
  • Dub memberi jatah 25 link dan pelacakan 1,000 klik per bulan, serta kemampuan untuk membuat kode QR secara otomatis.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Sebagian besar URL itu panjang dan ribet, apalagi jika sudah ditambah parameter untuk yang melacak situs apa pengguna kunjungi ketika mengklik link itu atau iklan apa yang dilihat. Untuk mengatasinya, beberapa pengguna sering menggunakan URL shortener yang bisa mengubah link super panjang menjadi lebih singkat dan gampang dibagikan. Dulu, Google URL Shortener merupakan salah satu opsi gratis yang populer, tapi sayangnya sudah ditutup sejak 2019. Untungnya, sekarang masih ada banyak alternatif lain yang bisa dipakai untuk kebutuhan serupa. Berikut daftarnya.

1. Rebrandly

Rebrandly enak dan praktis dipakai. Situsnya cepat dan tampilannya minimalis tapi fiturnya cukup lengkap, mulai dari pelacakan performa tiap link, data siapa yang mengklik, membuat kode QR otomatis hingga fitur link-in-bio bernama LinkGallery. Sayangnya, paket gratisnya kurang menarik. Paket Essentials jatah 250 link bisa jadi opsi terbaik untuk pengguna yang tidak mau terikat kontrak berlangganan tahunan. Jika butuh kontrol lebih lanjut soal ke mana link mengarahkan pengunjung, analitik yang lebih canggih dan dukungan banyak anggota tim, paket Professional atau Growth menawarkan fitur yang jauh lebih lengkap.

2. Bitly

Screenshot_1.jpg
Bitly (dok. Bitly)

Bitly merupakan salah satu URL shortener yang lengkap karena mudah digunakan, punya dashboard untuk memantau performa link, bisa membuat kode QR untuk tiap link dan fitur link-in-bio sehingga semua link bisa dikelola di satu tempat. Namun sayang, paket gratisnya sekarang sangat terbatas karena hanya memperbolehkan membuat 10 link per bulan, dengan maksimal lima URL kustom. Selain itu, orang mengklik link juga akan melihat iklan perantara terlebih dahulu. Kendati demikian, Bitly tetap direkomendasikan karena sudah ada sejak lama sehingga keamanannya terjamin.

3. Dub

Dub baru meluncur akhir 2022 dan berkembang cepat, dengan fokus pada UI yang bersih, ringan dan bebas fitur tidak perlu. Di luar fungsi utamanya sebagai URL shortener, Dub juga mengembangkan fitur seperti pelacakan pendapatan dan program afiliasi. URL shortener yang satu ini juga layak digunakan karena paket gratisnya memberi jatah 25 link dan pelacakan 1,000 klik per bulan, bisa menggunakan hingga tiga custom domain atau subdomain dari situs yang sudah ada, lengkap dengan analitik mendalam dan kemampuan untuk membuat kode QR secara otomatis.

4. TinyURL

TinyURL merupakan URL shortener gratis yang sudah ada sejak 2002 dan tetap populer karena cara menggunakannya sangat simpel. Cukup tempelkan URL panjang (jika mau pengguna bisa kustom bagian belakangnya), lalu klik “Shorten URL” dan pengguna akan langsung dapat link pendek yang tidak punya masa kedaluwarsa. Tanpa akun pun pengguna tetap bisa memakainya, tapi jika mendaftar akun, pengguna bisa melihat riwayat semua link yang pernah dibuat. Ada juga paket berbayar yang menawarkan fitur seperti statistik dan pelacakan, domain dengan brand sendiri dan opsi untuk mengedit link pendek yang sudah dibuat.

5. BL.INK

Screenshot_4.jpg
BL.INK (dok. BL.INK)

Berikutnya adalah BL.INK, URL shortener berfitur lengkap yang dirancang untuk bisnis kecil hingga perusahaan besar. Selain mengubah link panjang menjadi lebih singkat, BL.INK juga bisa memantau performa tiap link. Di dalam dashboard, pengguna bisa melihat link yang sedang tren dan statistik umum, lalu memperdalam analisis di halaman khusus untuk melihat sumber traffic. Selain itu, pengguna juga bisa menambahkan tag pada setiap link untuk memudahkan pelacakan serta menggunakan Dynamic Links untuk mengarahkan pengunjung ke tujuan yang berbeda tergantung lokasi, jenis perangkat hingga waktu atau hari akses.

6. URL Shortener (Zapier)

URL Shortener dari Zapier bisa membantu pengguna untuk secara otomatis membuat dan menyimpan link pendek setiap kali ada aktivitas di berbagai aplikasi yang dipakai, seperti ketika mengunggah foto baru di Instagram atau membuat playlist baru di Spotify. URL shortener ini terhubung dengan ribuan aplikasi lain, sehingga pengguna bisa membangun workflow yang lebih kompleks, tidak cuma untuk media sosial atau layanan streaming. Contoh, setiap ada konten baru yang terbit, URL Shortener ini bisa langsung membuat link pendek, menambahkannya ke sheet khusus untuk pelacakan, lalu mengirim notifikasi ke tim di Slack agar bisa segera dibagikan.

7. Short.io

Short.io punya paket gratis yang sangat bisa diandalkan, di mana pengguna bisa membuat hingga 1,000 link dan melacak 50,000 klik per bulan sebelum harus berlangganan. Layanan ini cocok untuk yang baru memulai, karena bisa menggunakan versi gratis terlebih dahulu lalu upgrade ke paket berbayar jika butuh fitur lebih. Berbeda dengan banyak URL shortener lain, Short.io mewajibkan penggunaan domain kustom, sesuatu yang jarang ditawarkan layanan lain dalam paket gratis. Pengguna juga bisa mengatur domain default untuk link yang bermasalah, lalu melihat detail performa link lewat menu statistik dan Clicks Stream.

Demikian tadi ulasan sekaligus rekomendasi beberapa URL shortener terbaik di 2025. Dari 7 URL shortener di atas, mana yang menarik perhatianmu?

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Achmad Fatkhur Rozi
EditorAchmad Fatkhur Rozi
Follow Us

Latest in Tech

See More

Bukan Sekedar Murah, Era Smart Value Jadi Tren Pasar Smartphone 2026

30 Nov 2025, 06:05 WIBTech