Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Algoritma X Tak Kunjung Update, Elon Musk Dikritik Komunitas Kripto
ilustrasi logo platform X, milik Elon Musk (unsplash.com/Alexander Shatov)
  • Janji Elon Musk untuk memperbarui algoritma rekomendasi X setiap bulan belum terealisasi, karena repositori GitHub resmi hanya memiliki satu commit tanpa pembaruan lanjutan sejak Januari 2026.
  • Komunitas kripto dan pengamat teknologi menilai keterbukaan kode algoritma X masih terbatas, sebab detail penting seperti bobot interaksi pengguna dan mekanisme penilaian tidak dijelaskan secara transparan.
  • Minimnya aktivitas pengembangan membuat publik kembali meragukan komitmen transparansi Elon Musk terhadap platform X, meski ia sebelumnya berjanji akan melakukan pembaruan rutin dan membuka catatan rilis di GitHub.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Janji Elon Musk untuk membuka kode sumber algoritma rekomendasi platform X kembali menjadi sorotan. Empat bulan setelah diumumkan bahwa algoritma X akan dibuka ke publik dan diperbarui secara berkala setiap bulan, repositori resmi di GitHub belum menunjukkan pembaruan lanjutan yang signifikan. Kondisi ini memicu kritik dari sebagian komunitas kripto yang aktif menggunakan platform X sebagai ruang diskusi dan berbagi informasi.

Sejumlah pengguna menilai implementasi komitmen transparansi yang dijanjikan belum sepenuhnya terlihat dalam praktik. Berikut hal-hal yang menjadi sorotan terkait janji tersebut.

1. Janji update bulanan belum terealisasi

Janji Elon Musk untuk memperbarui algoritma X secara rutin hingga kini belum terlihat berjalan sesuai rencana. Berdasarkan laporan BeInCrypto, Musk pada 10 Januari 2026 menyampaikan bahwa kode algoritma rekomendasi X akan dibuka ke publik dalam waktu 7 hari dan diperbarui setiap 4 minggu, lengkap dengan catatan pengembangan. Repositori resmi bernama xai-org/x-algorithm kemudian aktif pada 17 Januari 2026. Namun, hingga saat ini repositori tersebut baru memiliki satu commit tanpa pembaruan lanjutan.

Kode yang dibuka terdiri dari empat komponen utama, dengan sekitar 62,9 persen ditulis menggunakan Rust dan 37,1 persen menggunakan Python. Meski demikian, belum terlihat aktivitas pengembangan tambahan maupun catatan rilis lanjutan seperti yang sebelumnya dijanjikan. Situasi ini mengingatkan pada repositori twitter/the-algorithm yang sempat dirilis pada 2023, namun kemudian tidak lagi aktif setelah menuai kritik.

Di sisi lain, sejumlah pengguna juga menyoroti menurunnya jangkauan konten tertentu di platform X, termasuk dari komunitas kripto. “Algoritma ini adalah yang terburuk yang pernah ada. Yang saya lihat hanyalah politik, konten pemancing kemarahan, dan konten berbasis engagement. Konten kripto sangat sedikit muncul,” ujar Ethan, pengamat pasar kripto, dikutip dari BeInCrypto, Minggu (17/5/2026). Ethan menilai komunitas kripto di X mengalami penurunan eksposur dan platform tersebut mulai menyerupai Instagram versi baru. Sebelumnya, pendiri Ethereum, Vitalik Buterin, juga sempat mempertanyakan apakah X dapat memenuhi standar transparansi yang dijanjikan.

2. Detail algoritma dinilai belum sepenuhnya terbuka

Meski sebagian kode algoritma X telah dipublikasikan, sejumlah pengembang dan pengamat teknologi menilai informasi yang tersedia belum cukup untuk memahami sistem secara menyeluruh. Kode tersebut memang menunjukkan mekanisme penilaian akhir untuk distribusi unggahan. Namun, detail penting seperti bobot masing-masing interaksi pengguna tidak dijelaskan secara terbuka.

Dalam README modul Phoenix, disebutkan bahwa model yang dipublikasikan hanya merepresentasikan sistem internal dengan sejumlah pengecualian optimasi tertentu. Hal ini memunculkan dugaan bahwa sistem produksi yang berjalan di platform bisa berbeda dengan versi yang tersedia di repositori publik.

Komunitas kripto juga menyoroti penggunaan sinyal negatif seperti laporan akun dan pemblokiran dalam proses penilaian algoritma. Menurut mereka, mekanisme tersebut berpotensi dimanfaatkan oleh bot terkoordinasi untuk memengaruhi distribusi konten tertentu. Sebagai perbandingan, platform media sosial terdesentralisasi seperti Farcaster dinilai lebih transparan karena menerbitkan protokol lengkap yang dapat diperiksa dan dimodifikasi oleh publik.

3. Transparansi X kembali dipertanyakan

ilustrasi aplikasi X di smartphone (unsplash.com/Julian)

Minimnya pembaruan pada repositori algoritma X kembali memunculkan pertanyaan terkait komitmen transparansi Elon Musk terhadap platform tersebut. Sebelumnya, Musk menegaskan bahwa kritik terhadap algoritma diperlukan untuk mendorong perbaikan sistem rekomendasi. Ia juga menyebut pembaruan akan dilakukan secara berkala dan dipublikasikan di GitHub beserta catatan rilis.

Namun, laporan BeInCrypto menyebut hingga kini belum terlihat adanya pembaruan rutin sebagaimana yang dijanjikan. Sementara itu, Musk menyatakan bahwa pengguna masih memiliki opsi untuk melihat linimasa tanpa algoritma melalui tab Following. Kondisi ini kembali menempatkan komitmen transparansi X di bawah sorotan publik.

Kini perhatian publik tertuju pada apakah X akan menepati janji pembaruan algoritma dalam waktu dekat atau kembali ke pola lama terkait transparansi sistemnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article