Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Langganan Strava Kena Pajak, Apakah Fitur Gratis Sudah Cukup?
Gambaran fitur Family Plan Active Time di Paket Strava Family Plan (strava.com)
  • DJP menegaskan pajak hanya berlaku untuk langganan fitur premium Strava, sementara aktivitas olahraga lari dan penggunaan fitur gratis tetap bebas pajak.
  • Strava versi gratis masih memungkinkan pengguna merekam aktivitas, melihat statistik dasar, serta berinteraksi dengan komunitas tanpa kehilangan data yang sudah tersimpan.
  • Fitur premium seperti analisis performa mendalam dan pembuatan rute baru lebih bermanfaat bagi atlet atau pengguna rutin, sedangkan versi gratis cukup bagi pemantauan olahraga harian.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Direktorat Jenderal Pajak (DJP) menegaskan bahwa aktivitas olahraga lari tidak dikenai pajak. Pernyataan tersebut disampaikan melalui akun Instagram resmi @ditjenpajakri. "Olahraga lari tidak dikenai pajak. Tapi #KawanPajak yang berlangganan fitur premium aplikasi olahraga Strava, itu baru dipungut PPN," tulis akun Instagram resmi @ditjenpajakri pada Jumat, 3 Juli 2026.

Yang menjadi objek pemungutan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) adalah layanan digital berbayar, termasuk langganan fitur premium Strava apabila memenuhi ketentuan perpajakan yang berlaku. Penerapan pajak tersebut berpotensi membuat sebagian pengguna mengevaluasi kembali apakah biaya berlangganan masih sepadan dengan manfaat yang diperoleh. Pertimbangan itu menjadi wajar karena Strava sejak awal mengusung model freemium, sehingga fungsi-fungsi dasarnya tetap dapat digunakan tanpa biaya.

Meski demikian, manfaat Strava Premium tidak sama bagi setiap pengguna. Bagi pelari, pesepeda, atau atlet yang rutin berlatih dan membutuhkan analisis performa lebih mendalam, fitur berbayar dapat memberikan nilai tambah yang sulit digantikan oleh versi gratis. Sebaliknya, pengguna yang hanya ingin merekam aktivitas olahraga dan berinteraksi dengan komunitas mungkin sudah merasa cukup jika menggunakan fitur gratis. Karena itu, memahami perbedaan antara Strava gratis dan Strava Premium menjadi penting sebelum memutuskan untuk tetap berlangganan apabila biaya layanan bertambah akibat PPN.

1. Apa saja yang masih bisa dilakukan di Strava versi gratis?

ilustrasi aplikasi Strava (unsplash.com/appshunter.io)

Strava versi gratis tetap mempertahankan sejumlah fungsi utama yang menjadi ciri khas aplikasi ini sejak awal. Pengguna masih bisa merekam berbagai jenis aktivitas seperti lari, bersepeda, jalan kaki, dan hiking menggunakan GPS pada smartphone maupun perangkat pendukung lainnya. Setelah aktivitas selesai, data tersebut tetap dapat diunggah lengkap dengan informasi dasar berupa jarak tempuh, durasi, pace atau kecepatan, elevasi, dan peta rute. Dari sisi sosial aplikasi seperti memberi kudos, berkomentar, mengikuti teman, hingga bergabung dalam klub tetap dapat diakses tanpa perlu berlangganan.

Di luar fitur pencatatan dan interaksi sosial, pengguna gratis juga tetap bisa membangun riwayat olahraga sebagai bahan pemantauan perkembangan dari waktu ke waktu. Data aktivitas ini pun dapat disinkronkan dari berbagai perangkat kebugaran yang kompatibel, termasuk sejumlah smartwatch dan bike computer populer. Bagi pengguna yang tujuannya sebatas mendokumentasikan olahraga harian tanpa memerlukan analisis secara komprehensif, kombinasi fitur tersebut biasanya sudah lebih dari cukup.

2. Fitur apa yang hilang jika berhenti berlangganan?

leaderbords pada Strava (communityhub.strava.com)

Ketika seorang pengguna memutuskan berhenti berlangganan, data aktivitas yang sudah tersimpan sebelumnya tidak akan hilang begitu saja. Riwayat olahraga tetap dapat diakses seperti biasa karena data tersebut memang melekat pada akun, bukan pada status langganan. Yang berubah justru akses terhadap sejumlah fitur eksklusif sehingga pengalaman menggunakan aplikasi menjadi lebih terbatas dibandingkan sebelumnya.

Beberapa fitur premium yang tidak bisa diakses antara lain Create Route untuk membuat rute baru, Personal Heatmaps, Live Segments, serta analisis performa dan progres latihan yang lebih menyeluruh. Selain itu, pengguna juga kehilangan akses ke Fitness & Wellness, Relative Effort, dan Segment Leaderbords secara penuh ditambah sejumlah fitur perencanaan latihan lain yang memang dikhususkan bagi pelanggan berbayar. Fitur-fitur ini pada dasarnya dirancang untuk pengguna yang ingin mendapatkan wawasan lebih dalam soal performa olahraganya.

3. Siapa yang masih membutuhkan Strava Premium?

Paket Strava Family Plan (press.strava.com)

Manfaat Strava premium umumnya lebih terasa bagi pengguna yang menjadikan olahraga sebagai bagian penting dari rutinitas atau program latihan terstruktur. Pelari yang tengah mempersiapkan maraton, pesepeda jarak jauh, triatlet, hingga atlet dengan jadwal latihan ketat biasanya membutuhkan data analisis yang lebih rinci untuk memantau perkembangan mereka. Informasi seputar tingkat kebugaran, beban latihan, dan evaluasi performa dapat membantu kelompok ini menyusun strategi latihan secara lebih terukur.

Sebaliknya, pengguna yang berolahraga sekadar untuk menjaga kebugaran atau mencatat aktivitas harian umumnya tidak memerlukan seluruh fitur analisis tersebut. Selama kebutuhan mereka hanya sebatas merekam olahraga dan berbagi hasil latihan bersama teman atau komunitas, versi gratis sudah cukup menjalankan fungsinya dengan baik. Oleh karena itu, keputusan untuk tetap berlangganan idealnya didasarkan pada manfaat nyata yang benar-benar dirasakan. Hal ini juga membantu pengguna mengatur ulang pengeluaran apabila biaya langganan naik akibat pajak.

4. Kapan berlangganan masih layak dipertimbangkan?

Fitur Group Challenges di Strava Family Plan (strava.com)

Berlangganan Strava masih layak dipertimbangkan apabila fitur premium memang digunakan secara rutin dalam aktivitas olahraga sehari-hari. Misalnya, pengguna yang sering membuat rute baru, memanfaatkan Live Segments saat bersepeda, atau mengandalkan analisis kebugaran untuk mengevaluasi hasil latihannya secara berkala. Dalam kondisi semacam ini, manfaat yang diperoleh dari fitur premium bisa sebanding dengan biaya langganan yang dikeluarkan.

Sebaliknya, apabila pengguna hanya memanfaatkan Strava untuk merekam aktivitas, melihat statistik dasar, dan berinteraksi dengan komunitas, versi gratis kemungkinan besar sudah memadai untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Potensi kenaikan biaya akibat pajak dapat dijadikan momentum untuk meninjau kembali apakah seluruh fitur premium yang dibayar memang benar-benar dimanfaatkan. Tidak ada jawaban pasti yang berlaku bagi semua orang karena kebutuhan setiap pengguna pada dasarnya berbeda-beda.

Potensi bertambahnya biaya langganan akibat pajak tidak serta-merta membuat Strava Premium kehilangan nilainya di mata semua pengguna. Sebagian pengguna tetap akan memperoleh manfaat besar dari fitur-fitur eksklusif yang mendukung proses latihan mereka. Di sisi lain, Strava versi gratis masih menyediakan fungsi inti yang cukup lengkap untuk sekadar merekam aktivitas dan berinteraksi dengan komunitas. Pada akhirnya, keputusan terbaik adalah memilih paket yang memberikan manfaat paling sesuai dengan pola olahraga dan anggaran masing-masing individu.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article