Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Mesin Pertumbuhan Indosat Didorong AI, Raup Pendapatan 30,7 Triliun
First half media update 2026 Indosat Ooredoo Hutchinson ‘Powering Indonesia’s Next Chapter of Growth Through AI’ (IDN Times/Misrohatun)
  • Indosat mencatat pendapatan Rp30,7 triliun pada semester I 2026, naik 13,1 persen YoY; EBITDA mencapai Rp14,6 triliun dan laba bersih dinormalisasi meningkat 49,2 persen menjadi Rp3,2 triliun.
  • Layanan berbasis AI mendorong trafik data naik 19,9 persen dan ARPU tumbuh 17,3 persen menjadi Rp46 ribu, dengan basis 93,4 juta pelanggan seluler.
  • Pendapatan AI Cloud mencapai USD33 juta pada semester I 2026; Indosat menambah spektrum, menurunkan intensitas emisi 50,89 persen, serta menargetkan pengembangan talenta dan wirausaha AI hingga 2029.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Indosat Ooredoo Hutchison kembali membukukan kinerja keuangan dan operasional yang kuat pada semester pertama 2026. Tren positif tersebut menunjukkan bagaimana transformasi berbasis akal imitasi (artificial intelligence/AI) mampu memperkuat bisnis perusahaan saat ini sekaligus membangun fondasi dari pertumbuhan digital Indonesia ke depan.

AI kini semakin integral dalam pengalaman digital sehari-hari pelanggan. Melalui berbagai layanan seperti fitur Anti-Spam dan Anti-Scam, Sahabat-AI, Gemini AI, serta Adobe Express, Indosat menghadirkan pengalaman digital yang lebih produktif, kreatif, dan aman sebagai bagian dari layanan konektivitasnya.

Berkat pengalaman yang semakin relevan ini, trafik data tumbuh 19,9 persen year-on-year (YoY) dan Average Revenue Per User (ARPU) naik 17,3 persen YoY menjadi Rp46 ribu. Basis pelanggan seluler juga tetap kuat, yang kini berjumlah 93,4 juta pelanggan.

Strategi yang berjalan baik

Vikram Sinha, President Director and Chief Executive Officer Indosat Ooredoo Hutchison, mengatakan bahwa AI North Star mendorong pertumbuhan nilai jangka panjang dengan mentransformasi Indosat dari penyedia konektivitas menjadi perusahaan teknologi berbasis AI.

“Pertumbuhan double digit yang kami capai menjadi bukti kuat bahwa strategi kami berjalan baik sekaligus mencerminkan momentum positif dari perjalanan transformasi kami,” ujarnya.

Pencapaian ini semakin memperkuat keyakinan perusahaan untuk mengakselerasi fase transformasi selanjutnya, dengan memperkuat kapabilitas yang akan menjadi mesin pertumbuhan di masa depan sekaligus berkontribusi dalam membangun ekosistem AI di Indonesia.

Pertumbuhan perusahaan

First half media update 2026 Indosat Ooredoo Hutchinson ‘Powering Indonesia’s Next Chapter of Growth Through AI’ (IDN Times/Misrohatun)

Dalam periode enam bulan yang berakhir pada 30 Juni 2026, Indosat membukukan pendapatan sebesar Rp30,7 triliun, meningkat 13,1 persen dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya (YoY). EBITDA naik 14 persen YoY menjadi Rp14,6 triliun. Angka tersebut tumbuh lebih cepat dibanding pendapatan.

Margin EBITDA tumbuh sehat pada 47,6 persen. Laba bersih yang diatribusikan ke pemilik entitas induk yang dinormalisasi meningkat 49,2 persen YoY menjadi Rp3,2 triliun, didukung oleh pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan, pengelolaan biaya yang disiplin, serta peningkatan efisiensi operasional.

Indosat juga terus memperluas bisnis AI Cloud seiring meningkatnya adopsi AI di sektor industri. Sepanjang semester pertama 2026, AI Cloud membukukan pendapatan sebesar USD33 juta, melampaui total pendapatan sepanjang tahun 2025 yang mencapai USD28 juta.

Kinerja ini mencerminkan peningkatan permintaan terhadap infrastruktur AI yang berdaulat, sekaligus semakin menegaskan AI Cloud sebagai salah satu mesin pertumbuhan baru utama Indosat.

Membangun pertumbuhan yang berkelanjutan

Untuk mendukung ekosistem AI yang terus berkembang, Indosat juga terus memperkuat konektivitasnya. Operator seluler ini baru saja memperoleh tambahan spektrum 80 MHz pada pita frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz yang meningkatkan kapasitas jaringan dan kualitas layanan.

Bersama dengan fokus berkelanjutan pada Customer Love, investasi ini akan memungkinkan Indosat menghadirkan pengalaman digital yang lebih andal, cerdas, dan personal, sekaligus membuka peluang monetisasi baru pada layanan Indosat5G, termasuk Fixed Wireless Access (FWA).

Seiring dengan pengembangan platform pertumbuhan berbasis AI, Indosat berkomitmen untuk terus memastikan bahwa inovasi perseroan memberikan nilai jangka panjang bagi masyarakat dan lingkungan.

Optimalisasi jaringan berbasis AI serta pengelolaan energi yang cerdas berhasil menurunkan intensitas emisi karbon sebesar 50,89 persen.

Indosat juga terus berinvestasi dalam masa depan AI Indonesia melalui kemitraan bersama Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia (Kemnaker RI) dan Wadhwani Foundation, yang salah satunya bertujuan mengembangkan satu juta talenta digital dan 100.000 wirausaha berbasis AI hingga 2029.

Berbagai inisiatif ini memperkuat keyakinan perisahaan bahwa kepemimpinan AI jangka panjang harus dibangun di atas inovasi yang bertanggung jawab, pertumbuhan yang berkelanjutan dan pengembangan talenta yang inklusif.

Curated For You

Editorial Team

Related Article