ilustrasi menggunakan smartphone (unsplash.com/Swello)
Meskipun isi percakapan WhatsApp terlindungi, bukan berarti seluruh aktivitas komunikasi pengguna sepenuhnya tersembunyi. Ada informasi lain yang disebut metadata, yakni data yang menjelaskan konteks atau aktivitas komunikasi, bukan isi pesan itu sendiri. Contohnya meliputi waktu koneksi, alamat IP, volume transfer data, serta perkiraan lokasi berdasarkan jaringan yang digunakan.
Dalam pemberitaan CNBC Indonesia (4/11/2026), Alfons menjelaskan bahwa operator dapat mengetahui informasi jaringan seperti alamat IP pengguna, alamat IP server WhatsApp yang dihubungi, waktu koneksi seluler aktif, dan volume paket data yang ditransfer. Lokasi perangkat juga dapat diperkirakan melalui menara BTS (Base Transceiver Station) yang melayani koneksi HP. Informasi tersebut dapat membantu menggambarkan pola aktivitas komunikasi seseorang, meskipun isi percakapannya tidak terbaca.
Namun, ada perbedaan antara metadata yang dapat dilihat operator dan informasi yang dimiliki penyedia aplikasi. Operator dapat mengamati pola koneksi jaringan, sedangkan penyedia aplikasi memiliki informasi tertentu mengenai aktivitas pengguna di dalam layanannya, seperti pihak yang berkomunikasi, frekuensi komunikasi, dan grup yang diikuti. Artinya, informasi yang dimiliki penyedia aplikasi tidak otomatis dapat diperoleh operator melalui LIMS. Sumber data dan tingkat akses masing-masing pihak berbeda.
Selain itu, penggunaan HTTPS pada sebagian besar situs web juga memberikan lapisan perlindungan tambahan. Pihak yang memantau jaringan mungkin dapat mengetahui domain atau situs yang diakses, tetapi tidak otomatis bisa membaca isi halaman, formulir, maupun informasi yang dikirimkan pengguna. Hal ini karena HTTPS mengenkripsi komunikasi antara perangkat dan server sehingga konten data tidak dapat dibaca begitu saja melalui intersepsi jaringan.
Kemampuan LIMS juga berbeda ketika berhadapan dengan komunikasi telepon seluler biasa dan SMS. Menurut penjelasan Alfons kepada CNBC Indonesia (4/11/2026), sistem ini dapat digunakan untuk mengintersepsi percakapan melalui panggilan seluler serta membaca isi SMS beserta informasi pengirimannya. Hal tersebut berbeda dari WhatsApp yang menggunakan enkripsi end-to-end untuk melindungi isi pesan dan panggilan. Dengan demikian, jenis layanan komunikasi yang digunakan turut menentukan informasi apa saja yang berpotensi diakses melalui intersepsi jaringan.