Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Opsel Pemenang Lelang Frekuensí Diminta Dukung Program Presiden
ilustrasi internet (unsplash.com/@yapics)
  • Pemerintah melalui Komdigi meminta operator seluler pemenang lelang frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz memenuhi komitmen lima tahun untuk pemerataan layanan 4G dan percepatan jaringan 5G.
  • Menteri Komdigi Meutya Hafid menegaskan konektivitas harus mendukung ekonomi desa serta program Presiden seperti Sekolah Rakyat dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
  • Lelang frekuensi diproyeksikan menyumbang PNBP Rp6 triliun di tahap awal dan total Rp30 triliun dalam sepuluh tahun, yang akan digunakan untuk pembangunan program prorakyat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Republik Indonesia berharap operator seluler yang memenangkan lelang pita frekuensi radio 700 MHz dan 2,6 GHz untuk menjalankan komitmennya selama lima tahun ke depan.

Pemerintah meminta mereka menghadirkan layanan 4G berkualitas secara merata—khususnya titik-titik blank spot—serta mempercepat penggelaran jaringan 5G. Kehadiran konektivitas tersebut akan membuka akses masyarakat terhadap layanan pendidikan, kesehatan dan pemerintah digital.

Diminta dukung program pemerintah

Menteri Komdigi, Meutya Hafid mengatakan bahwa konektivitas harus bisa mendukung ekonomi yang sebelumnya tidak terjangkau di desa ataupun kelurahan.

"Tentu menopang program Bapak Presiden atau program pemerintah di bidang, khususnya Sekolah Rakyat dan juga Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes)," ujarnya di Jakarta, pada Selasa (21/07/2026).

Meutya lebih lanjut menjelaskan bahwa lelang frekuensi ini diharapkan tidak hanya untuk konektivitas, tapi juga perbaikan peningkatan kualitas layanan terkhusus kecepatan internet di Indonesia.

Tambahan nilai ekonomi untuk negara

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid di Jakarta, pada Selasa (21/07/2026) (IDN Times/Misrohatun)

Meutya menjelaskan bahwa potensi pendapatan negara dari pengelolaan spektrum ini menyumbang Penerimaan Negara Bukan Pajak atau PNBP sebesar Rp6 triliun pada tahap awal. Sementara total proyeksi penerimaan negara mencapai Rp30 triliun dalam jangka waktu 10 tahun.

"Jadi tambahan nilai ekonomi untuk negara ini tentu akan dikembalikan lagi untuk pembangunan program-program yang prorakyat," lanjutnya.

Komitmen-komitmen tersebut akan dikawal oleh Komdigi yang terus memantau eksekusi dari seluruh operator seluler pemenang lelang pita frekuensi radio 700 MHz dan 2,6 GHz.

Curated For You

Editorial Team

Related Article