Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Penerbit Berita Memiliki Opsi Tidak Dikutip untuk Google AI Overview

ilustrasi Google Chrome (unsplash.com/Benjamin Dada)
ilustrasi Google (unsplash.com/Benjamin Dada)
Intinya sih...
  • Penerbit berita diberikan opsi untuk menghentikan Google AI mengumpulkan konten mereka untuk ringkasan, karena penurunan traffic klik-tayang dan pendapatan.
  • Situs-situs berita dapat memilih untuk tidak mengizinkan konten mereka di-scraping tanpa menarik diri dari pencarian Google tradisional.
  • Langkah-langkah baru CMA akan memberikan bisnis dan konsumen lebih banyak kendali atas cara mereka berinteraksi dengan pencarian Google, membuka peluang inovasi di sektor teknologi.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Penerbit web dan organisasi berita diberikan wewenang untuk menghentikan Google mengumpulkan konten mereka untuk ringkasan AI-nya, berdasarkan langkah-langkah yang diumumkan oleh otoritas persaingan usaha Inggris untuk melonggarkan kendalinya atas pencarian online.

Organisasi media telah mengalami penurunan traffic klik-tayang ke situs web mereka, termasuk pendapatan, sejak Google mulai menampilkan ringkasan AI di bagian atas hasil pencarian, yang banyak dibaca orang tanpa mengklik ke artikel asli.

Penerbit punya pilihan

Situs-situs tersebut tidak dapat memilih untuk tidak mengizinkan konten mereka di-scraping untuk ringkasan tersebut tanpa juga menarik diri dari pencarian Google tradisional, di mana mengingat dominasi pasar perusahaan tersebut akan sangat mempengaruhi visibilitas jurnalisme.

Beberapa hari yang lalu, Competition Markets and Authority (CMA) mengusulkan "kesepakatan yang lebih adil" terkait penggunaan konten mereka dan meluncurkan konsultasi selama sebulan mengenai izin bagi penerbit untuk "dapat memilih untuk tidak mengizinkan konten mereka digunakan untuk mendukung fitur AI seperti AI Overviews atau melatih model AI di luar pencarian Google".

Dalam langkah-langkah pertama yang diumumkan di bawah sistem persaingan pasar digital baru Inggris, CMA juga menyatakan Google harus menampilkan hasil pencarian secara adil, termasuk tidak memberikan peringkat lebih tinggi kepada organisasi yang memiliki hubungan komersial dengannya atau menghukum situs web yang menentang kebijakan tersebut. Google menyatakan tidak memberikan perlakuan khusus berdasarkan hubungan organisasi dengan mereka.

Keputusan masih ditunda

ilustrasi Google Gemini (unsplash.com/Solen Feyissa)
ilustrasi Google Gemini (unsplash.com/Solen Feyissa)

Organisasi media berita berharap perubahan ini akan meningkatkan daya tawar untuk mendapatkan bayaran jika konten mereka digunakan dalam mode AI Google. Namun, ada kekecewaan karena CMA juga mengumumkan akan menunda keputusan selama setahun untuk menentukan apakah akan mengambil tindakan lebih lanjut guna memastikan penerbit menerima syarat yang adil dan wajar untuk konten mereka.

Owen Meredith, kepala eksekutif Asosiasi Media Berita, menyambut baik langkah-langkah tersebut. Ia mengatakan CMA telah mengakui Google mengambil data berharga tanpa imbalan, merugikan penerbit, dan memberikan berlaku tidak adil bagi perusahaan di pasar model AI, termasuk startup Inggris.

Google mengatakan kontrol baru apa pun harus menghindari merusak pencarian dengan cara yang menyebabkan pengalaman yang terfragmentasi atau membingungkan. Namun, raksasa teknologi tersebut menambahkan bahwa perusahaan sedang bekerja yang memungkinkan situs berita memilih keluar dari AI Overviews.

CMA juga diperkirakan akan mewajibkan Google secara hukum untuk memasang "layar pilihan" agar pengguna dapat dengan mudah beralih ke layanan pencarian lain di perangkat Android dan memperkenalkannya di browser Google Chrome.

Pencarian Google menurun

Sebuah laporan dari Reuters Institute for the Study of Journalism bulan ini menemukan bahwa eksekutif media di seluruh dunia khawatir rujukan mesin pencari akan turun sebesar 43 persen dalam tiga tahun ke depan di tengah meningkatnya penggunaan ringkasan AI dan chatbot.

Pencarian Google turun 33 persen secara global, menurut data dari lebih dari 2.500 situs berita yang dikumpulkan oleh Chartbeat, dengan konten gaya hidup, selebriti, dan perjalanan lebih terdampak dibandingkan dengan berita dan outlet berita.

Adapun langkah-langkah ini akan memberikan bisnis dan konsumen lebih banyak kendali atas cara mereka berinteraksi dengan pencarian Google, membuka peluang inovasi di sektor teknologi dan memberikan kesepakatan yang lebih adil bagi penerbit konten, terutama organisasi berita, terkait cara konten mereka digunakan dalam AI Overview.

Sementara Ron Eden, Kepala Manajemen Produk Google, mengatakan bahwa tujuan mereka adalah memberi opsi pencarian bagi orang yang menginginkan informasi yang cepat, sambil memberikan situs web alat yang tepat untuk mengelola konten mereka.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Achmad Fatkhur Rozi
EditorAchmad Fatkhur Rozi
Follow Us

Latest in Tech

See More

5 Cara Unik Memanfaatkan HP Lawas, Jangan Langsung Dibuang

31 Jan 2026, 13:28 WIBTech