5 Hero MLBB yang Laris di Ranked tapi Gak Laku di M7, Gak Cocok?

- Cyclops kurang bersinar di M7 karena kekurangan mobilitas dan mudah dieksploitasi oleh hero burst.
- Lesley tidak mendapat perhatian di M7 karena rentan ditekan oleh gameplay agresif tanpa skill blink.
- Angela diabaikan selama M7 karena mudah di-counter oleh hero burst damage dan crowd control, meskipun masih populer di ranked.
Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) masih menjadi salah satu game Multiplayer Online Battle Arena (MOBA) paling populer. Ranked adalah mode yang menuntutmu terus mengasah mekanik individu demi menembus tier tertinggi, yaitu Mythic Immortal. Tak sedikit hero yang mendominasi pertandingan dan menjadi andalan banyak player.
Namun, peta kekuatan ini tidak sepenuhnya berlaku di pro scene, termasuk M7 World Championship (M7). Sebagai turnamen level dunia, pro player serta coach menyusun draft berdasarkan strategi mikro dan makro yang matang. Alhasil, sejumlah hero yang laris di ranked malah luput dari perhatian sepanjang M7.
Penasaran siapa saja hero yang tak bersinar di M7, tetapi laku di ranked? Simak ulasannya berikut!
1. Kurangnya mobilitas membuat Cyclops sulit bersinar di M7

Sebagai hero mage lawas, Cyclops tak pernah menjadi prioritas pick selama M7. Ia tidak memiliki skill escape untuk menghindari ganking dan sangat bergantung pada battle spell Flicker. Kelemahan tersebut membuatnya mudah dieksploitasi oleh hero assassin burst, seperti Fanny dan Lancelot.
Belakangan ini, Cyclops tengah naik daun di ranked karena skin kolaborasi dengan kartun SpongeBob Squarepants (1999—sekarang). Dengan memaksimalkan skill Planet Attack sebagai sumber burst damage dan Star Power Lockdown untuk mengunci musuh terdekat, dirinya tergolong mudah dimainkan oleh player kasual. Pada Januari 2026, Cyclops mencatat persentase pick (pick rate) sebesar 2,07 persen dan menempati posisi keempat dengan tingkat pick rate tertinggi hingga artikel ini ditulis.
2. Tanpa skill blink, Lesley rentan jadi sasaran tim musuh

Lesley adalah hero marksman/assassin yang mengandalkan critical damage. Berkat skill Master of Camouflage dan Ultimate Snipe, dia mampu menyicil lawan dari jarak jauh dan mendominasi lane. Mekanisme yang mudah dikuasai membuat Lesley mencapai persentase pick sekitar 1,71 persen di seluruh tier.
Namun, kondisi tersebut berbanding terbalik di panggung M7. Lesley sama sekali tidak mendapat perhatian karena tidak mempunyai skill blink sehingga rentan ditekan oleh gameplay agresif. Bahkan sepanjang sejarah M World Championship, Lesley hanya di-pick tiga kali pada M4 dan menghasilkan satu kemenangan, yaitu saat Incedio Supremacy menghadapi MDH Esports.
3. Angela diabaikan selama M7 karena mudah diantisipasi lawan

Meski sempat bersinar di Mobile Legends Professional League Indonesia Season 16 (MPL ID S16), Angela malah tidak mendapat tempat di M7. Sebagai hero support spesialis roam, ia mudah di-counter oleh draft yang dipenuhi hero burst damage dan crowd control (CC). Di pro scene yang menuntut koordinasi dan komunikasi, situasi tersebut membuat Angela sulit menjadi prioritas pick sepanjang M7.
Di sisi lain, Angela masih menjadi primadona di ranked per Januari 2026 dengan pick rate mencapai 1,7 persen. Skill set-nya yang sederhana serta kemampuan healing yang deras membuatnya ramah bagi player pemula. Efektivitas Angela juga semakin terasa jika dikombinasikan dengan hero-hero tank, seperti Fredrinn, Uranus, dan Baxia, karena dapat memperpanjang durasi war.
4. Sebagai hero late game, Sun sulit jadi prioritas pick di panggung M7

Sun adalah hero fighter yang kerap dimainkan sebagai EXP laner maupun jungler. Hero berpenampilan monyet ini sangat efektif untuk strategi split push berkat attack speed serta kemampuan mengelabui lawan melalui skill Endless Variety, Swift Exchange, dan Clone Techniques. Tak heran, Sun masih menjadi favorit di kalangan player ranked dengan persentase pick 1,67 persen per Januari 2026.
Kinerja tersebut sayangnya sulit dibawa ke pro scene kelas dunia macam M7. Pasalnya, strategi split push kurang cocok untuk gameplay di pro scene yang penuh kedisiplinan dan perhatian penuh terhadap peta (map awareness). Karena jarang memberi ruang menuju late game, Sun kesulitan unjuk gigi selama M7.
5. Gusion bisa merugikan jika dibawa ke M7

Sama seperti Sun, strategi pro player yang menitikberatkan team fight membuat Gusion kesulitan bersinar di M7. Meski pernah dimainkan di M4 dan M5, hero spesialis jungler dan mid laner dinilai terlalu berisiko untuk dimainkan di level profesional. Ketekunan pro player dalam melindungi backline membuat Gusion sulit menembus pertahanan dan mengeliminasi hero core.
Lain halnya ketika Gusion diterjunkan ke ranked. Punya pick rate sekitar 1,66 persen, ia masih menjadi prioritas bagi player public yang mengandalkan mekanik tinggi dan playstyle cepat. Berkat skill ultimate Incandescence, Gusion dapat memanfaatkan celah sekecil apa pun untuk mengeksekusi marksman dan mage, asalkan kombonya tepat sasaran.
Faktor koordinasi tim dan pemahaman terhadap draft membuat pro player lebih mengutamakan hero yang bersinergi dengan kebutuhan tim. Akibatnya, beberapa hero Mobile Legends harus tersingkir dari panggung M7 meski masih berjaya di ranked. Salah satu alternatif agar mereka kembali mendapat ruang adalah dengan menerapkan sistem global ban pick dan fearless draft.


















