Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Perlukah Antivirus Tambahan di MacBook? Ini Jawabannya
ilustrasi MacBook (Unsplash/Ruben Menarguez)
  • macOS memiliki perlindungan bawaan berlapis melalui App Store, Gatekeeper, Notarization, dan XProtect untuk mencegah, memblokir, serta menangani malware secara otomatis.

  • Antivirus pihak ketiga umumnya tidak wajib bagi pengguna yang mengunduh aplikasi dari App Store dan rutin memperbarui macOS, meski ancaman tetap mungkin masuk lewat file sembarangan.

  • Perlindungan tambahan relevan bagi pengguna torrent atau aplikasi di luar App Store, tetapi harus kredibel karena antivirus, VPN, atau cleaner tertentu dapat berbenturan dengan keamanan macOS.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Banyak orang beralih dari laptop Windows ke MacBook karena reputasinya yang dianggap lebih aman dari virus. Kendati demikian, tidak sedikit pengguna yang masih ragu apakah mereka perlu memasang antivirus tambahan. Jawaban umumnya sebenarnya adalah tidak, karena macOS sendiri sudah dibekali dengan fitur perlindungan bawaan yang cukup mumpuni dalam menangkal virus maupun malware. Namun, ada beberapa situasi yang membuat perlindungan ekstra tetap masuk akal. Untuk lebih langkapnya, langsung saja simak ulasan di bawah ini.

1. macOS sudah dilindungi tiga lapis pertahanan

ilustrasi MacBook (Unsplash/Dima Solomin)

Apple membekali macOS dengan tiga lapis perlindungan yang bekerja bersama untuk mengenali dan memblokir kode berbahaya dengan cepat. Karena itu, antivirus pihak ketiga pada dasarnya tidak wajib dipasang untuk menjaga MacBook tetap aman dari malware dan virus. Sistem perlindungan pada MacBook dirancang agar bekerja secara otomatis di latar belakang, sehingga pengguna tidak perlu repot mengotak-atik pengaturan apa pun. Itulah sebabnya perlindungan bawaan Apple sering disebut sebagai salah satu alasan utama untuk beralih ke MacBook. Namun perlu dicatat bahwa tidak ada perlindungan yang benar-benar sempurna, sehingga kewaspadaan pengguna tetap menjadi bagian penting dari keamanan sebuah perangkat.

2. Cara kerja setiap lapisannya

Lapisan pertama memanfaatkan App Store serta Gatekeeper dengan Notarization untuk mencegah malware bisa beroperasi atau dijalankan sejak awal. Lapisan kedua kembali mengandalkan Gatekeeper dan Notarization, namun kali ini ditambah XProtect, teknologi anti-malware milik Apple untuk menghentikan sistem menjalankan aplikasi berbahaya. Lapisan ketiga juga mengandalkan XProtect, namun fungsinya berbeda. Di tahap ini, XProtect bertugas memperbaiki keadaan jika malware sudah terlanjur masuk. Dengan pembagian tugas tersebut, berbagai ancaman seperti virus dan malware dihadang sebelum masuk, ketika hendak dijalankan serta setelah berhasil menyusup ke sistem.

3. Aman namun tidak 100 persen kebal

ilustrasi logo Apple (Unsplash/Chris Hardy)

Banyak pengguna MacBook melaporkan tidak pernah mengalami masalah meski hanya mengandalkan fitur perlindungan bawaan. Salah seorang pengguna di Reddit bahkan bercerita bahwa ia sudah menggunakan MacBook selama 15 tahun dan hanya menggunakan antivirus tambahan di tahun pertama, tanpa pernah mendeteksi ancaman apa pun. Menurutnya, virus di MacBook memang jarang, namun bukan berarti mustahil. Ia mengingatkan bahwa mengunduh file sembarangan di internet masih bisa membawa malware dan virus ke sistem. Artinya, meski fitur perlindungan bawaan MacBook sangat kuat, tidak ada jaminan bahwa ancaman dari luar akan selalu terblokir.

4. Kapan antivirus pihak ketiga harus digunakan?

Untuk pengguna yang khawatir ada virus atau malware berbahaya yang lolos dari sistem keamanan macOS, antivirus tambahan bisa menjadi lapisan perlindungan ekstra. Beberapa pilihan yang direkomendasikan adalah ESET, Surfshark, Avira, AVG dan Bitdefender. Selain itu, antivirus tambahan juga penting bagi pengguna yang sering mengunduh torrent atau menggunakan aplikasi dari berbagai situs di luar App Store, karena risiko terkena virusnya lebih tinggi. Sebaliknya, untuk pengguna yang hanya mengunduh aplikasi dari App Store dan rutin memperbarui macOS, MacBook sudah cukup terlindungi tanpa antivirus pihak ketiga.

5. Antivirus tambahan bisa menjadi bumerang

ilustrasi antivirus (Unsplash/Zulfugar Karimov)

Antivirus tambahan memang bisa menjadi jaring pengaman, namun di sisi lain juga bisa merugikan sistem keamanan bawaan. Salah seorang anggota komunitas Apple bahkan menyebut bahwa aplikasi semacam VPN dan cleaner malah sering menimbulkan lebih banyak masalah daripada manfaat, karena berbenturan dengan sistem perlindungan bawaan macOS. Karenanya, sama seperti ketika mengunduh aplikasi dari luar App Store, pengguna perlu berhati-hati dan menimbang dengan matang sebelum memasang antivirus pihak ketiga. Pilih antivirus yang benar-benar kredibel dan jangan asal memasang banyak aplikasi keamanan sekaligus.

Itulah tadi ulasan mengenai apakah antivirus tambahan diperlukan di MacBook. Semoga ulasan di atas bermanfaat ya!

Curated For You

Editorial Team

Related Article