Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

ByteDance Hampir Sepakati Pembelian Chip AI MediaTek, Buat Apa?

4 min read
ByteDance Hampir Sepakati Pembelian Chip AI MediaTek, Buat Apa?
ByteDance, perusahaan induk TikTok dan Seedance (bytedance.com)
  • ByteDance dikabarkan hampir menyepakati pembelian chip ASIC AI khusus dari MediaTek untuk pusat data, tetapi jumlah chip, nilai transaksi, dan jadwal pengiriman belum diumumkan.
  • Langkah ini ditujukan memenuhi kebutuhan komputasi AI yang meningkat, sekaligus mencari alternatif pasokan di tengah pembatasan akses perusahaan China terhadap chip Nvidia tercanggih.
  • ByteDance mempertimbangkan belanja infrastruktur AI hingga 70 miliar dolar AS pada 2026, sementara MediaTek membidik ekspansi chip pusat data dan target penjualan AI 2 miliar dolar AS.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

ByteDance, perusahaan induk TikTok dan Seedance, dikabarkan hampir mencapai kesepakatan dengan MediaTek untuk membeli chip kecerdasan buatan (AI) khusus bagi pusat datanya. Menurut laporan Bloomberg (16/10/2026) yang mengutip sejumlah sumber yang mengetahui pembicaraan tersebut, negosiasi kedua perusahaan telah mendekati tahap akhir, meskipun kesepakatan belum resmi difinalisasi.

Rencana pembelian ini berkaitan dengan upaya ByteDance memperkuat infrastruktur AI di tengah meningkatnya kebutuhan komputasi. Bagi MediaTek, kerja sama tersebut juga berpotensi memperluas bisnisnya ke pasar chip pusat data sekaligus mengurangi ketergantungan pada prosesor perangkat seluler. Lantas, untuk apa ByteDance membutuhkan chip AI khusus tersebut? Berikut penjelasannya!

  1. 1. Chip AI khusus untuk mendukung pusat data ByteDance

    MediaTek Helio A22
    MediaTek Helio A22 (i.mediatek.com)

    MediaTek dikabarkan akan memasok Application-Specific Integrated Circuits (ASIC), yaitu chip yang dirancang untuk menjalankan kebutuhan komputasi tertentu. Chip tersebut akan disesuaikan dengan platform ByteDance untuk mendukung operasional pusat data dan pengembangan teknologi AI. Namun, jumlah chip yang akan dibeli belum diungkapkan.

    ByteDance dan MediaTek juga belum memberikan konfirmasi resmi mengenai rencana kerja sama tersebut. Jika kesepakatan terealisasi, ByteDance berpotensi menjadi pelanggan besar kedua MediaTek untuk chip ASIC khusus setelah Google. Kerja sama ini dapat memperkuat posisi MediaTek di pasar komputasi AI yang semakin kompetitif.

  2. 2. ByteDance cari alternatif di tengah pembatasan chip Nvidia

    Kantor pusat Nvidia di Santa Clara, California (commons.wikimedia.org/Coolcaesar)
    Kantor pusat Nvidia di Santa Clara, California (commons.wikimedia.org/Coolcaesar)

    ByteDance tengah berupaya memenuhi kebutuhan komputasi AI yang terus meningkat. Salah satu tantangannya adalah pembatasan akses terhadap chip AI tercanggih dari Nvidia bagi perusahaan-perusahaan China, termasuk ByteDance, Alibaba, dan Tencent. Pembatasan ekspor Amerika Serikat membuat perusahaan teknologi China perlu mempertimbangkan alternatif pasokan chip untuk mendukung pengembangan AI.

    Kemitraan dengan perancang chip seperti MediaTek menjadi salah satu pilihan, selama pengadaan dan penggunaan chip tersebut tetap mematuhi ketentuan ekspor AS yang berlaku. Sebelumnya, ByteDance juga dilaporkan menjalin kesepakatan dengan Qualcomm pada awal 2026 untuk memperoleh jutaan chip AI. Langkah tersebut memperlihatkan upaya perusahaan memperluas sumber pasokan perangkat keras agar dapat mengikuti peningkatan kebutuhan komputasi.

  3. 3. Anggaran infrastruktur AI ByteDance bisa mencapai 100 miliar dolar AS

    MediaTek Dimensity 1050 (i.mediatek.com)
    MediaTek Dimensity 1050 (i.mediatek.com)

    ByteDance menunjukkan keseriusannya mengembangkan AI melalui rencana peningkatan belanja infrastruktur. Perusahaan tersebut mempertimbangkan pengeluaran hingga 70 miliar dolar AS (1.264 triliun rupiah) untuk pusat data dan infrastruktur AI pada 2026, lebih dari dua kali lipat total pengeluaran tahun sebelumnya. Nilai tersebut diperkirakan berpotensi meningkat hingga 100 miliar dolar AS (1.805 triliun rupiah) pada 2027. Pada September 2026, ByteDance juga dilaporkan telah memperoleh pinjaman sebesar 30 miliar dolar AS untuk mendanai ekspansi bisnis AI-nya.

    Besarnya investasi ini berkaitan dengan ambisi ByteDance menjadikan AI sebagai salah satu pendorong pertumbuhan bisnis berikutnya. Untuk mewujudkannya, perusahaan membutuhkan kapasitas komputasi yang lebih besar, termasuk pusat data dan chip yang mampu menunjang berbagai beban kerja AI. Pengadaan chip khusus dari MediaTek, jika terealisasi, dapat menjadi salah satu bagian dari strategi tersebut. Meski demikian, belum ada kepastian mengenai nilai transaksi maupun jumlah chip yang akan dipasok.

  4. 4. MediaTek bidik pasar chip AI pusat data

    ilustrasi data center
    ilustrasi data center (unsplash.com/Leif Christoph Gottwald)

    Bagi MediaTek, potensi kerja sama dengan ByteDance bukan sekadar peluang memperoleh pelanggan baru. Kesepakatan tersebut juga mendukung strategi perusahaan asal Taiwan itu untuk memperluas bisnis di luar prosesor perangkat seluler dan bersaing di pasar chip pusat data. MediaTek selama ini dikenal sebagai pemasok chip untuk smartphone dan berbagai perangkat elektronik. Ekspansi ke sektor AI membuka peluang bagi perusahaan untuk bersaing dengan pemain seperti Qualcomm dan Broadcom, yang juga mengembangkan bisnis chip untuk kebutuhan komputasi pusat data.

    MediaTek memperkirakan penjualan chip AI-nya mencapai sekitar 2 miliar dolar AS (36 triliun rupiah) pada 2026. Perusahaan tersebut juga menargetkan pangsa pasar sebesar 15 persen dari pasar chip AI senilai 80 miliar dolar AS pada 2027. Apabila berhasil menjadikan ByteDance sebagai pelanggan utama, MediaTek berpeluang memperkuat posisinya di industri semikonduktor. Permintaan chip khusus untuk pusat data juga dapat menjadi sumber pertumbuhan baru di tengah persaingan yang semakin ketat.

  5. 5. Kesepakatan ByteDance dan MediaTek belum final

    bot kecerdasan buatan (AI)
    ilustrasi bot kecerdasan buatan (AI) (unsplash.com/Mohamed Nohassi)

    Hingga laporan Bloomberg tersebut diterbitkan, ByteDance dan MediaTek belum mengumumkan kesepakatan pembelian chip AI secara resmi. Informasi yang tersedia masih bersumber dari pihak-pihak yang mengetahui proses negosiasi kedua perusahaan. Jumlah chip yang akan dipasok, nilai transaksi, dan jadwal pengiriman juga belum diketahui.

    Realisasi kerja sama akan bergantung pada penyelesaian pembicaraan dan kepatuhan terhadap ketentuan ekspor yang berlaku. Meski demikian, rencana ini menunjukkan upaya ByteDance mengamankan pasokan chip untuk memenuhi kebutuhan infrastruktur AI yang terus berkembang. Bagi MediaTek, kerja sama tersebut berpotensi menjadi langkah penting untuk memperbesar bisnis chip AI dan memperluas jangkauan perusahaan di pasar pusat data.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Di Balik Produksi Operasi Pesta Copet

Related Articles

See More