Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Apa Penyebab YouTube Down secara Global Pagi Ini?

ilustrasi aplikasi YouTube di smartphone
ilustrasi aplikasi YouTube di smartphone (pexels.com/Zulfugar Karimov)
Intinya sih...
  • Gangguan disebabkan oleh sistem rekomendasi yang bermasalah
  • Dampak meluas hingga YouTube TV
  • Lonjakan laporan di Downdetector menunjukkan skala gangguan yang luas
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Platform berbagi video terbesar di dunia, YouTube, dilaporkan mengalami gangguan secara global pada Selasa (17/2/2026). Ribuan pengguna dari berbagai negara melaporkan tidak dapat mengakses layanan tersebut, mulai dari halaman beranda yang kosong hingga video yang gagal diputar. Gangguan ini terjadi pada jam sibuk dan langsung memicu keluhan, terutama dari kreator konten, penonton setia, sampai pengguna layanan streaming musik dan televisi berbasis internet milik perusahaan tersebut.

Berdasarkan laporan Mashable, masalah mulai terdeteksi sekitar Selasa pukul 20:00 ET, atau Rabu pukul 08:00 WIB. Sejumlah pengguna menyebut halaman utama hanya menampilkan bilah pencarian dan sidebar tanpa rekomendasi video seperti biasanya. Sebagian lainnya juga mengalami kendala saat mencoba mengakses layanan lain yang masih terintegrasi dalam ekosistem YouTube.

1. Gangguan dipicu sistem rekomendasi yang bermasalah

ilustrasi halaman rekomendasi YouTube
ilustrasi halaman rekomendasi YouTube (unsplash.com/NordWood Themes)

Melalui pernyataan resmi yang diunggah akun TeamYouTube di platform X (sebelumnya Twitter), pihak perusahaan mengungkapkan bahwa gangguan dipicu oleh masalah pada sistem rekomendasi. Sistem berbasis algoritma tersebut bertugas menampilkan video yang dipersonalisasi berdasarkan riwayat tontonan dan preferensi pengguna. Perusahaan menjelaskan bahwa gangguan pada sistem ini menyebabkan video tidak muncul di berbagai platform, termasuk YouTube versi web, aplikasi seluler, YouTube Music, dan YouTube Kids. Dampaknya, halaman beranda tidak menampilkan konten sebagaimana mestinya, sehingga banyak pengguna mengira layanan sepenuhnya tidak dapat diakses.

“Masalah pada sistem rekomendasi kami mencegah video muncul di semua platform YouTube. Halaman beranda sudah kembali, tetapi kami masih mengerjakan perbaikan penuh,” tulis pihak perusahaan dalam pembaruan awal.

2. Dampak meluas hingga YouTube TV

ilustrasi logo YouTube
ilustrasi logo YouTube (unsplash.com/Zulfugar Karimov)

Tak lama berselang, perusahaan mengonfirmasi adanya laporan tambahan terkait pengguna yang tidak dapat masuk ke YouTube TV. Layanan televisi berbasis internet tersebut dilaporkan terdampak sebagai bagian dari gangguan yang lebih luas di seluruh sistem platform. Meski jumlah laporan terkait YouTube TV disebut relatif kecil dibanding gangguan utama, kondisi ini menunjukkan bahwa masalah tidak hanya terjadi pada tampilan beranda, tetapi juga memengaruhi sistem internal yang saling terhubung di berbagai layanan.

Sekitar Selasa pukul 22:15 ET, atau Rabu pukul 10:15 WIB, pihak perusahaan mengumumkan bahwa sistem rekomendasi telah berhasil diperbaiki. Dalam pembaruan terakhirnya, perusahaan menyatakan seluruh platform, baik youTube.com, aplikasi seluler, YouTube Music, YouTube Kids, maupun YouTube TV, telah kembali beroperasi normal. Pihaknya juga menyampaikan apresiasi atas kesabaran pengguna selama proses pemulihan berlangsung.

3. Lonjakan laporan di Downdetector

ilustrasi situs Downdetector
ilustrasi situs Downdetector (downdetector)

Gangguan global ini juga tercatat di situs pelacak gangguan berbasis crowdsourcing, Downdetector. Dalam kurun waktu 24 jam, platform tersebut menerima lebih dari 1,6 juta laporan kesalahan terkait YouTube. Sekitar setengah dari total laporan berasal dari Amerika Serikat, meskipun pengguna di berbagai negara juga mengaku terdampak.

Tingginya jumlah laporan dalam waktu relatif singkat memperlihatkan skala gangguan yang luas. Di sejumlah wilayah, termasuk Australia, pengguna melaporkan layar kosong saat mencoba mengakses situs YouTube melalui peramban web. Fakta ini memperkuat indikasi bahwa gangguan yang terjadi bersifat global, bukan terbatas pada wilayah tertentu.

YouTube terbilang responsif dengan memberikan pembaruan berkala melalui media sosial dan halaman dukungan resmi Google terkait kendala yang dihadapi pengguna. Namun, insiden ini kembali menegaskan besarnya ketergantungan masyarakat global terhadap platform digital. Ketika layanan tersebut mengalami gangguan, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh penonton, tetapi juga kreator konten, pengiklan, hingga pelaku industri kreatif yang menggantungkan pendapatan pada platform itu.

Meski gangguan dinyatakan selesai dalam waktu kurang dari tiga jam, peristiwa ini menjadi pengingat bahwa sistem berbasis algoritma dan infrastruktur digital tetap memiliki potensi risiko teknis. Hingga kini, perusahaan belum merinci penyebab teknis spesifik di balik gangguan pada sistem rekomendasi YouTube tersebut.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Kidung Swara Mardika
EditorKidung Swara Mardika
Follow Us

Latest in Tech

See More

Cara agar Kamera Samsung Tidak Mirror, Ini Pengaturannya

18 Feb 2026, 18:16 WIBTech