Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

3 Strategi agar Konten Tetap Ranking di Era Google AI Mode

Google AI Mode
Google AI Mode (search.google)

Hadirnya AI Mode di Google Search membawa perubahan signifikan dalam cara pengguna mencari informasi. Melalui fitur ini, pencarian tidak lagi terbatas pada kata kunci singkat, melainkan berkembang menjadi interaksi berbasis percakapan layaknya berdiskusi dengan chatbot. Teknologi tersebut ditenagai oleh Gemini AI, model kecerdasan buatan terbaru Google yang memiliki kemampuan penalaran lebih mendalam. Perubahan ini secara langsung memengaruhi cara informasi disusun dan ditampilkan di halaman hasil pencarian.

Berbeda dari pendekatan sebelumnya yang menampilkan deretan tautan biru, AI Mode kini merangkum dan menyintesis informasi dari berbagai sumber di internet. Website dan brand tetap dapat dirujuk, tetapi kehadirannya tidak selalu diwujudkan melalui klik secara langsung. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi praktisi SEO dan pemilik website. Ada tiga strategi agar konten tetap ranking di era Google AI Mode. Berpotensi muncul pada hasil pencarian Google serta tetap relevan.

1. Ubah cara pandang tentang keberhasilan SEO dari performa traffic ke kualitas intent

ilustrasi SEO Analyst mengamati Google Search Console
ilustrasi SEO Analyst mengamati Google Search Console (unsplash.com/Myriam Jessier)

Langkah pertama dalam menghadapi perubahan lanskap pencarian adalah mengubah cara memaknai keberhasilan SEO. Selama ini, performa optimasi mesin pencari sering kali diukur dari lonjakan traffic. Namun, kehadiran Google AI Mode membuat jumlah klik berpotensi berkurang karena sebagian kebutuhan informasi pengguna sudah terpenuhi langsung di halaman hasil pencarian. Jika tolok ukurnya masih sebatas traffic, rasa kecewa pun tak bisa terhindarkan.

Di sisi lain, penurunan klik tidak otomatis menandakan turunnya nilai SEO. Pengguna yang tetap melanjutkan kunjungan ke website umumnya memiliki tujuan yang lebih jelas dan kesiapan lebih tinggi. Mereka berada pada fase lanjutan dalam proses pengambilan keputusan. Oleh sebab itu, metrik seperti waktu interaksi, kualitas leads, dan tingkat konversi menjadi indikator yang lebih relevan untuk menilai efektivitas SEO saat ini.

2. Membuat konten pilar yang membahas topik utama secara komprehensif

ilustrasi pencarian dan sumber informasi melalui situs web
ilustrasi pencarian dan sumber informasi melalui situs web (unsplash.com/Glenn Carstens-Peters)

Google AI Mode lebih memprioritaskan sumber yang menunjukkan penguasaan mendalam pada topik tertentu. Website yang secara konsisten membahas satu bidang yang secara fokus memiliki peluang lebih besar untuk dijadikan rujukan. Pendekatan ini dikenal sebagai Topical Authority, yaitu upaya membangun kredibilitas dan keahlian pada satu topik spesifik. Strategi tersebut menitikberatkan pada kualitas serta kedalaman pembahasan, bukan sekadar jumlah konten yang diproduksi.

Penerapan Topical Authority dapat dimulai dengan menyusun konten pilar yang mengulas topik utama secara menyeluruh. Konten ini kemudian diperkuat oleh artikel turunan yang menjawab pertanyaan spesifik atau kebutuhan lanjutan pengguna. Selain itu, pembaruan konten lama perlu dilakukan agar informasi tetap relevan seiring perkembangan terbaru. Struktur konten yang rapi dapat membantu Google memahami konteks dan tingkat keahlian sebuah website secara lebih akurat.

3. Perkuat fondasi SEO agar mudah dipahami AI

Hasil pencarian informasi melalui bantuan Google AI Mode
Hasil pencarian informasi melalui bantuan Google AI Mode (search.google)

Di tengah pergeseran pencarian berbasis AI, fondasi teknis SEO tetap menjadi faktor krusial. Website perlu mudah dirayapi mesin pencari, memiliki waktu muat yang cepat, dan memberikan pengalaman akses yang nyaman di perangkat mobile. Struktur halaman yang tersusun rapi membantu Google dan sistem AI memahami alur informasi secara lebih jelas. Tanpa dasar teknis yang kuat, konten berkualitas berisiko tidak dimanfaatkan secara optimal.

Peran structured data pun semakin penting dalam konteks Google AI Mode karena mesin pencari mengenali entitas, topik, dan keterkaitan informasi di dalam sebuah halaman. Selain itu, Internal linking yang terencana juga berfungsi memperkuat konteks serta hubungan antar konten. Seluruh aspek teknis ini menjadi penopang utama agar konten dapat diproses, disintesis, dan dirujuk oleh sistem AI Google.

Kehadiran Google AI Mode menandai fase baru dalam evolusi mesin pencari. SEO tidak lagi sebatas upaya mengejar peringkat teratas melalui optimasi kata kunci. Fokusnya bergeser pada bagaimana konten dapat dipahami, dinilai, dan memiliki value yang berhasil ditangkap oleh sistem AI. Pendekatan yang lebih strategis dan berorientasi pada kebutuhan pengguna pun menjadi kunci utama.

Dengan menerapkan strategi agar konten tetap ranking di era Google AI Mode, website akan memiliki peluang untuk relevan di era pencarian berbasis AI. Meski wajah hasil pencarian berubah, kebutuhan akan sumber informasi yang tepercaya tetap ada. SEO pun tidak benar-benar mati, melainkan berevolusi mengikuti cara baru pengguna mencari dan mengonsumsi informasi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Debby Utomo
EditorDebby Utomo
Follow Us

Latest in Tech

See More

Harga Terbaru 5 HP Samsung Galaxy A Series Awal 2026

01 Feb 2026, 12:18 WIBTech