5 GPU yang Dipakai di Smartphone, Mana yang Paling Bagus?

Adreno hanya bisa ditemukan di chipset Snapdragon, memiliki AI Engine dengan performa superior, konsumsi daya rendah, dan fitur berlimpah.
Mali dibuat oleh Arm, terdapat beberapa kasta tergantung kelasnya, menawarkan performa tinggi dan optimalisasi AI kelas atas.
PowerVR sering digunakan di chipset kelas bawah atau menengah, driver sering bermasalah. Apple GPU mulai goyah karena pesaingnya semakin kompetitif.
Dilansir intel, Graphics Processing Unit (GPU) merupakan processor atau komponen yang secara khusus dirancang untuk menjalankan proses grafis. GPU membantu perangkat untuk meningkatkan kemampuan visual, memperlancar kegiatan rendering, dan memaksimalkan performa game. Selain di komputer, GPU juga ada di HP atau smartphone.
GPU di smartphone dan komputer sangat berbeda. GPU di smartphone digabung menjadi satu dengan chipset. Jenis GPU di smartphone juga ada banyak, mulai dari Adreno, XClipse, Mali, Apple GPU, hingga PowerVR. Penasaran dengan GPU yang dipakai di smartphone? Yuk, simak daftarnya di bawah ini!
1. Adreno sering dipakai di chipset Snapdragon

Adreno merupakan GPU yang didesain dan dibuat oleh Qualcomm, yaitu perusahaan yang membuat chipset Snapdragon. GPU Adreno hanya bisa ditemukan di chipset Snapdragon. Dilansir laman resmi Qualcomm, GPU Adreno memiliki AI Engine dengan performa superior, mampu melakukan rendering kompleks, dan konsumsi daya yang rendah.
Fitur di GPU ini juga berlimpah, seperti game post-processing accelerator, Adreno Frame Motion Engine 2.0, hingga Adreno HDR Fast Blend. Selain itu, Qualcomm juga menyampaikan bahwa GPU Adreno sangat ramah bagi developer. Developer bisa dengan mudah memaksimalkan game atau aplikasi di chipset Snapdragon yang menggunakan GPU Adreno.
2. Mali punya beberapa kasta

Berbeda dengan Adreno, GPU Mali justru dibuat oleh Arm. Tak dipakai di Snapdragon, Mali dipakai oleh MediaTek dan Google Tensor. GPU Mali juga memiliki tingkatan tergantung kelasnya. Ada GPU kelas menengah seperti Mali-G715 MP7. Sementara itu, di kelas atas atau flagship biasanya produsen chipset akan menggunakan seri Imortalis seperti Mali-G925 Immortalis MP12. Sama seperti Adreno, Mali menawarkan performa tinggi, pengolahan grafis yang optimal, dan kemampuan AI kelas atas. Sayangnya, GPU Mali terkenal tidak optimal untuk menjalankan emulator karena masalah driver.
3. PowerVR bisa jadi alternatif menarik

Laman Android Authority menerangkan bahwa GPU PowerVR bisa menjadi alternatif yang menarik dari Mali dan Adreno. PowerVR merupakan GPU yang diproduksi oleh Imagination Technologies. MediaTek menjadi salah satu chipset yang sering menggunakan GPU PowerVR, khususnya di chipset kelas bawah atau menengah.
MediaTek Helio P90, Helio P22, dan Dimensity 7060 merupakan beberapa chipset yang menggunakan GPU PowerVR. Selain MediaTek, UNISOC dan Google Tensor juga pernah menggunakan GPU PowerVR. Selain di smartphone, GPU PowerVR juga dipakai di perangkat lain, seperti TV pintar hingga peralatan medis. Menariknya, driver PowerVR sering bermasalah, mirip dengan Mali.
4. Apple GPU hanya digunakan di iPhone

Apple GPU memiliki performa dan efisiensi daya yang luar biasa. Seperti namanya, GPU tersebut dibuat oleh Apple dan digunakan di chipset iPhone. Sayangnya, laman Tech Insights menerangkan bahwa dominasi Apple GPU mulai goyah. Sebab, pesaingnya seperti HUAWE, Adreno, dan Mali mulai bisa menyaingi. Mereka bisa memberikan jumlah core yang lebih banyak dan optimalisasi lebih baik.
Namun, Apple GPU tetap menjadi salah satu GPU yang powerful dan tak bisa diremehkan. Apple GPU mampu menawarkan peningkatan performa hingga 30 persen, neural engine yang sangat canggih, bahkan bisa memberikan pengalaman Augmented Reality (AR) imersif. Apple GPU sangat cocok untuk bermain game, membuka aplikasi berat, hingga rendering.
5. XClipse merupakan GPU buatan Samsung

Tak mau kalah dari produsen lain, Samsung juga memiliki GPU yang khas, yaitu XClipse. XClipe hanya dipakai di chipset Exynos. Dilansir Samsung Newsroom Indonesia, GPU XClipse diperkuat dengan arsitektur RDNA. XClipse juga menggunakan core berbasis Arm yang mutakhir. Jadi, XClipse mampu meningkatkan pengalaman visual, grafis, hingga gaming.
XClipse menghadirkan berbagai fitur, seperti Ray Tracing untuk gaming, variabel rate shading, hingga advanced multi-IP governor (AMIGO). Berdasarkan hasil bechmark, bahkan GPU XClipse mampu mengalahkan Adreno yang dipakai di Snapdragon 8 Gen 2. XClipse sendiri merupakan GPU yang diproduksi dari hasil kerja sama antara Samsung dan AMD.
Jajran GPU yang dipakai di smartphone, mulai dari XClipse, Adreno, hingga Mali punya peran sangat krusial untuk meningkatkan performa HP. Untuk itu, pemilihan GPU terbaik sangat penting, khususnya bagi power user atau gamer. Jika menggunakan chipset dengan GPU kelas bawah, maka game rawan lag, editing video terhambat, dan proses pengolahan grafis tak akan maksimal.



















