Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Strava Ungkap Laporan Bersepeda, Jawa Barat Duduki Posisi Pertama
ilustrasi bersepeda (IDN Times/Herka Yanis)
  • Strava merilis laporan perdana 'Strava Metro: Commute Report' 2025 yang menampilkan data anonim perjalanan bersepeda global untuk membantu perencana kota meningkatkan infrastruktur transportasi aktif.
  • Laporan mencatat total jarak komuter sepeda mencapai 550 juta mil, dengan Baby Boomer menjadi generasi paling aktif dan e-bike semakin populer di berbagai negara.
  • Di Indonesia, Jawa Barat menempati posisi pertama dalam aktivitas bersepeda komuter dengan total jarak 2,8 juta km, disusul Jakarta Raya dan Jawa Timur.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Strava merilis 'Strava Metro: Commute Report' perdana. Laporan ini mengungkap pola berkomuter dengan sepeda di seluruh dunia sepanjang 2025. Laporan dipublikasikan melalui Strava Metro yang menyediakan rangkuman data anonim mengenai perjalanan pejalan kaki secara gratis sebagai bagian dari komitmen mereka dalam menciptakan dampak positif. 

Lebih dari 4.000 perencana kota, lembaga pemerintah, dan pengambil keputusan di bidang infrastruktur dari seluruh dunia telah menggunakan data anonim ini untuk lebih memahami komuter. Hasilnya, berbagai perbaikan infrastruktur pun diterapkan. Berkat kolaborasi dengan mitra terpercaya, hampir 1 miliar orang di seluruh dunia telah merasakan dampak positif dari Strava Metro.

Fakta unik

Commute Report menganalisis aktivitas berkomuter dengan sepeda yang terekam di Strava selama Januari–Desember 2025 serta menunjukkan pentingnya komuter bagi masyarakat di seluruh dunia. Poin utamanya meliputi:

  • Total jarak para pesepeda dalam berkomuter mencapai 550 juta mil (885,1 juta km) di mana angka ini setara dengan bersepeda mengelilingi bumi sebanyak 22.000 kali. Bahkan, jarak tersebut lebih dari 2.170 kali perjalanan yang ditempuh Artemis II dari Bumi saat menjalani lintasan bersejarah mengelilingi bulan.

  • Baby Boomer terdepan: Baby Boomer menjadi generasi yang paling aktif dalam berkomuter dengan sepeda. Sementara itu, kemungkinan Gen Z untuk berkomuter dengan sepeda 21 persen lebih kecil dibandingkan dengan generasi Boomer.

  • E-bike terus melaju pesat: Baby Boomer juga lebih mungkin berkomuter dengan e-bike. Secara global, Islandia menempati posisi teratas dalam urusan berkomuter dengan e-bike, disusul Belgia dan Norwegia.

  • Hujan maupun cerah, komuter tetap melaju dalam segala kondisi: Dari suhu terdingin di Finlandia hingga cuaca terhangat di Jepang, komuter dari seluruh dunia tetap sampai ke tujuan dengan bersepeda.

Laporan di Indonesia

Ilustrasi Orang Bersepeda (pixabay.com/masbebet)

Sementara itu, tiga wilayah teratas di Indonesia adalah sebagai berikut:

Jawa Barat

  • Total jarak komuter: 2.804.380 km (1.742.561 mil).

  • Jarak tempuh rata-rata: 8,1 km (5,1 mil).

  • Waktu mulai terpopuler: 06.00 pagi.

Jakarta Raya

  • Total jarak komuter: 1.974.521 km (1.226.910 mil).

  • Jarak tempuh rata-rata: 8,8 km (5,5 mil).

  • Waktu mulai terpopuler: 06.00 pagi.

Jawa Timur

  • Total jarak komuter: 1.601.018 km (994.827 mil).

  • Jarak tempuh rata-rata: 7,4 km (4,6 mil).

  • Waktu mulai terpopuler: 06.00 pagi

Ciptakan dampak positif

Brian Bell, Wakil Presiden Komunikasi dan Dampak Sosial, mengatakan Strava Metro merupakan bagian penting dari inisiatif Strava dalam menciptakan dampak positif secara global. Maka dari itu, mereka sangat bangga atas hasil kerja Strava Metro dan para mitra di seluruh dunia untuk meningkatkan infrastruktur bagi komuter.

“Melalui laporan ini, terlihat jelas betapa kuatnya dampak aktivitas komuter. Kami pun mengajak lebih banyak orang untuk menjadi bagian dari komunitas perjalanan aktif dengan merekam rutinitas berkomuter. Dari situ, kita semua bisa bersama-sama berkontribusi dalam mewujudkan pengalaman berkomuter yang lebih aman dan mudah bagi semua,” ungkapnya yang dikutip dalam rilis resmi.

Editorial Team