Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Tidak Banyak Diketahui, Port USB-C Ternyata Bisa Lakukan 5 Hal Ini
ilustrasi port USB-C (Unsplash/Gavin Phillips)
  • Port USB-C tidak hanya untuk isi daya dan transfer data, tapi mendukung berbagai fungsi canggih berkat protokol seperti USB Power Delivery dan kemampuan host perangkat.
  • USB-C memungkinkan fitur seperti reverse charging antar HP, pengisian laptop dari power bank hingga 100W dengan kabel e-marker, serta koneksi langsung ke keyboard atau mouse.
  • Melalui USB-C, pengguna bisa menikmati audio lossless lewat DAC eksternal dan merekam video 4K langsung ke SSD eksternal dengan kecepatan tinggi tanpa memenuhi memori internal.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Banyak pengguna menganggap USB-C hanya sebatas port untuk mengisi daya atau transfer data, karena bentuknya sendiri memang terlihat sederhana. Padahal, di balik bentuknya itu ada berbagai protokol canggih yang memungkinkan fungsi yang jauh lebih luas dari yang kebanyakan pengguna sadari. Menariknya, pengguna sebenarnya tidak perlu perangkat khusus karena kemungkinan besar, perangkat yang mereka gunakan sekarang sudah bisa digunakan untuk membuka atau mengakses fitur-fitur tersembunyi tersebut. Berikut beberapa di antaranya.

1. Mengisi daya HP lain

ilustrasi mengisi daya HP (Unsplash/Amanz)

Reverse charging lewat USB-C sebenarnya fitur yang sangat berguna tapi jarang dimanfaatkan. Intinya, jika dua HP disambungkan dengan kabel USB-C, keduanya bisa “negosiasi” lewat USB Power Delivery untuk menentukan mana yang mengeluarkan daya dan mana yang menerima daya. Masalahnya, tidak semua HP bisa mengeluarkan daya, di mana ada lebih banyak yang hanya bisa menerima daya. Kalaupun mendukung, jangan berharap kecepatan pengisian daya yang tinggi seperti charger biasa, karena dayanya umumnya kecil (hanya sekitar 4,5W–7,5W). Kendati demikian, fitur ini tetap berguna untuk menyelamatkan baterai yang hampir habis dalam keadaan darurat.

2. Mengisi daya laptop dari power bank

USB Power Delivery memungkinkan perangkat seperti charger, power bank dan laptop untuk negosiasi guna menentukan kombinasi tegangan dan daya terbaik. Artinya, power bank pun bisa mengisi daya laptop hingga 45W atau 65W selama keduanya mendukung. Namun perlu dicatat bahwa kualitas kabel sangat menentukan. Kabel USB-C biasa tanpa chip e-marker dibatasi hanya sampai 60W saja, meski charger dan laptop sebenarnya mampu menarik daya yang lebih tinggi. Untuk bisa tembus di atas 60W (misalnya 100W), pengguna butuh kabel USB-C khusus yang memang memiliki chip e-marker, karena chip tersebut memberi tahu kedua perangkat soal kemampuan kabel ketika proses negosiasi.

3. Menggunakan perangkat peripheral

ilustrasi keyboard (Unsplash/Chris Hainto)

Hampir semua HP saat ini yang telah menggunakan port USB-C, bisa langsung dipasangi berbagai perangkat peripheral seperti keyboard dan mouse, dan biasanya langsung berfungsi tanpa perlu banyak konfigurasi. Di iPhone, fitur ini baru nyaman digunakan di iPhone 15 ke atas karena sudah beralih ke USB-C, meski kadang perlu sedikit pengaturan tambahan. Sementara itu, iPhone lama dengan port Lightning sebenarnya bisa juga, tapi butuh adaptor khusus. Di sisi lain, Android sudah lama mendukung fitur ini lewat USB host, sehingga lebih fleksibel. Intinya, dengan fitur ini, pengguna bisa menggunakan HP sebagai PC darurat dengan hanya berbekal keyboard untuk mengetik yang lebih nyaman.

4. Menikmati audio lossless

Audio Bluetooth memang sudah jauh lebih baik, tapi mengalami kompresi. Bahkan codec Bluetooth yang hi-res seperti LDAC pun masih mengorbankan sebagian kualitas demi kestabilan koneksi. Hal ini berbeda dengan koneksi via kabel, terutama jika menggunakan DAC eksternal lewat USB-C yang mengambil alih proses konversi audio dari chip internal PC. Dengan DAC yang tepat, pengguna bisa mendorong performa headphone mereka ke level yang lebih optimal. Hasilnya, pengguna bisa menikmati fitur streaming lagu yang lossless dari Tidal, Qobuz atau Spotify secara maksimal. DAC USB-C juga cukup bervariatif, mulai dari yang terjangkau hingga kelas audiophile.

5. Merekam video 4K yang tersimpan langsung ke SSD eksternal

ilustrasi merekam video di HP (Unsplash/Mert Kahveci)

Video dengan kualitas tinggi dari HP memang menghasilkan file yang sangat besar, sehingga penyimpanan internal jadi cepat penuh. Apple merespons masalah tersebut lewat iPhone 15 Pro dengan fitur perekaman ProRes langsung ke SSD eksternal via USB-C. Format ProRes 4K 30fps sendiri bisa mencapai sekitar 1,7GB per menit, sehingga wajar jika butuh penyimpanan tambahan. Berkat USB-C dengan kecepatan hingga 10Gbps, iPhone mampu menulis data video secara real-time ke SSD eksternal. Di sisi lain, Android juga bisa melakukan hal serupa lewat bantuan aplikasi pihak ketiga seperti MotionCam Pro, mcpro24fps atau Blackmagic Camera, tetapi performanya tergantung pada kemampuan USB-C masing-masing HP yang tidak selalu setara.

Demikian tadi ulasan mengenai beberapa hal yang ternyata bisa dilakukan port USB-C dan tidak banyak orang ketahui. Sebagian besar fitur di atas tidaklah baru, namun memang tidak banyak yang mengetahuinya.

Editorial Team

Related Article