Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kenapa Nokia Masih Diingat meski Tak Lagi Berjaya?

Kenapa Nokia Masih Diingat meski Tak Lagi Berjaya?
Nokia 123 Shield (hmd.com)
Intinya Sih
  • Nokia memperpanjang lisensi merek kepada HMD Global sekitar dua hingga tiga tahun, memastikan penjualan feature phone berlanjut; India menjadi pasar utama dengan pangsa pengiriman HMD 22,4 persen.
  • Smartphone Nokia sulit bersaing di pasar modern, tetapi model klasik yang diperbarui seperti 3310, 8110, dan 8210 diminati karena nostalgia, ketangguhan, serta kemudahan penggunaan.
  • HMD mempertahankan Nokia untuk feature phone melalui perangkat tahan banting dan berfitur modern, sembari mengandalkan reputasi merek yang awet dan tepercaya serta permintaan stabil di sejumlah pasar.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Nama Nokia mungkin sudah lama tidak mendominasi pasar smartphone global. Namun, merek yang pernah dijuluki sebagai "HP sejuta umat" itu ternyata masih bertahan dan bahkan mendapat napas baru di pasar feature phone. Keputusan Nokia memperpanjang lisensi kepada HMD Global menjadi bukti bahwa nilai merek tersebut masih dianggap sangat kuat.

Perpanjangan kerja sama tersebut juga menjawab berbagai spekulasi mengenai masa depan Nokia setelah HMD mulai membangun identitas mereknya sendiri. Selama beberapa waktu terakhir, banyak pihak menduga merek Nokia akan kembali menghilang dari pasar. Kenyataannya, HMD masih dipercaya untuk memasarkan HP Nokia hingga beberapa tahun ke depan. Lantas, apa yang membuat nama Nokia tetap hidup di tengah gempuran merek-merek smartphone modern?

1. Nokia dikabarkan telah memperpanjang perjanjian lisensi hingga tiga tahun

ilustrasi Nokia
ilustrasi Nokia (unsplash.com/M. Rennim)

Nokia dikabarkan telah memperpanjang perjanjian lisensi kepada HMD Global selama sekitar dua hingga tiga tahun setelah masa berlakunya yang semula berakhir pada 2026. Artinya, HMD masih akan memproduksi dan menjual HP fitur bermerek Nokia, baik yang dirakit di India maupun China. Keputusan ini memastikan kehadiran Nokia tetap berlanjut di pasar global. Sekaligus, HMD memperoleh kepastian untuk melanjutkan bisnis yang telah dibangun selama beberapa tahun terakhir.

Mengutip Indian Times, India menjadi salah satu pasar terpenting dalam strategi tersebut. Menurut IDC, HMD telah menguasai pasar feature phone di India dengan pangsa 22,4 persen berdasarkan volume pengiriman dan sekitar 30,7 persen dari sisi nilai pasar. Sepanjang 2024, pengiriman smartphone fitur di India mencapai hampir 54 juta unit, sehingga negara tersebut masih menjadi pasar yang sangat besar bagi perangkat sederhana. Kondisi inilah yang membuat HMD tetap mempertahankan nama Nokia di segmen feature phone sekaligus memperkuat posisinya di pasar tersebut.

2. Meski smartphone Nokia kurang bersinar, HP klasik justru dicari

deretan HP Nokia
deretan HP Nokia (commons.wikimedia.org/Santeri Viinamäki)

Di sisi lain, perjalanan HMD Global di pasar smartphone tidak berjalan semulus yang diharapkan. Meski menghadirkan berbagai smartphone Nokia di kelas menengah, produk-produknya sulit menarik perhatian konsumen. Persaingan melawan produsen China seperti Xiaomi, OPPO, HUAWEI, hingga Motorola milik Lenovo menjadi tantangan besar. Akibatnya, pangsa pasar smartphone Nokia tidak pernah berkembang secara signifikan.

Bukan berarti kualitas smartphone Nokia buruk. Persaingan yang sangat ketat membuat produknya sulit tampil berbeda di tengah banyaknya pilihan. Nama Nokia saja ternyata belum cukup untuk mengembalikan kejayaan di segmen smartphone modern yang berubah sangat cepat. Faktor inilah yang membuat HMD mulai memikirkan strategi baru untuk mempertahankan nilai merek tersebut.

Situasinya berbeda di pasar feature phone. Model-model legendaris seperti Nokia 3310, 8110, dan 8210 yang dihidupkan kembali berhasil membangkitkan nostalgia konsumen. HMD melengkapinya memakai jaringan 4G dan beberapa pembaruan modern agar tetap relevan. Produk-produk tersebut membuktikan bahwa kekuatan terbesar Nokia masih berada pada identitasnya sebagai HP sederhana yang tangguh dan mudah digunakan.

3. Nokia 123 Shield membawa citra smartphone tahan banting

Nokia 123 Shield
Nokia 123 Shield (hmd.com)

Kepercayaan terhadap nama Nokia kembali diperkuat lewat peluncuran Nokia 123 Shield. HP fitur 2G ini mengusung karakter yang selama bertahun-tahun melekat pada Nokia, yakni bodi tahan benturan, baterai awet, dan harga yang terjangkau sekitar Rp700 ribuan di pasar Eropa. HMD jelas ingin mempertahankan citra tersebut sebagai nilai jual utama. Strategi ini juga menyasar pengguna yang membutuhkan perangkat sederhana tetapi andal.

Meski tidak mencantumkan sertifikasi IP secara terbuka, HMD menyebut Nokia 123 Shield tahan terhadap hujan, cipratan air, debu, dan pasir. Catatan kaki di situs resmi perusahaan dan GSMArena bahkan menyebut perangkat memenuhi standar IP65 berdasarkan IEC 60529. Desain samping memakai tekstur anti selip agar lebih nyaman digenggam. Port headphone dan pengisian daya juga dilindungi segel karet sehingga lebih aman saat digunakan di luar ruangan.

Dari sisi spesifikasi, Nokia 123 Shield dibekali layar QVGA 2,4 inci, kamera belakang bersama lampu flash yang juga berfungsi sebagai senter, dan baterai 1.750 mAh. HMD mengklaim baterainya mampu bertahan hingga 19 hari dalam kondisi siaga dan hampir 28 jam waktu bicara. Perangkat ini memakai chip Unisoc SC6531E, sistem operasi S30+, RAM 4 MB, dan memori internal 4 MB. Kapasitas penyimpanan masih dapat diperluas menggunakan kartu microSD hingga 32 GB.

4. Nokia 250 4G Smart mengikuti tren digital detox

menggunakan smartphone untuk mendaftarkan nomor baru
siluet foto sedang menggunakan smartphone untuk mendaftarkan nomor baru (unsplash.com/Swello)

Selain mempertahankan konsep klasik, HMD juga mulai menyisipkan fitur-fitur modern pada feature phone melalui Nokia 250 4G Smart. Berdasarkan informasi spesifikasi detail yang dijabarkan oleh akun X smashx_60, Nokia 250 4G Smart hadir memakai layar LCD 2,8 inci, prosesor Unisoc T137, RAM 256 MB, penyimpanan 2 GB, baterai 1.950 mAh, dan pengisian daya USB-C. HP ini juga telah mengantongi perlindungan IP54 terhadap debu dan cipratan air. Kombinasi tersebut membuatnya tetap praktis untuk kebutuhan sehari-hari.

Keunggulan utamanya terletak pada berbagai fitur tambahan seperti pembayaran Alipay, penerjemah suara, pembaca QR, cloud phone, hingga fitur AI sederhana. HMD sengaja menghadirkan kemampuan tersebut agar pengguna tetap memperoleh kemudahan digital tanpa harus beralih ke smartphone penuh. Konsep ini menjaga pengalaman memakai HP tetap sederhana. Pada saat yang sama, kebutuhan dasar pengguna modern masih dapat terpenuhi.

Strategi tersebut sejalan meningkatnya tren digital detox. Banyak pengguna mulai mencari perangkat kedua yang hanya berfungsi sebagai alat komunikasi tanpa gangguan notifikasi media sosial. Meski begitu, mereka tetap membutuhkan fitur penting seperti pembayaran digital dan pemindai QR. Nokia 250 4G Smart dirancang untuk mengisi kebutuhan pasar yang semakin berkembang tersebut.

4. Nama Nokia masih menjadi aset terbesar

Nokia 3310
Nokia 3310 (commons.wikimedia.org/Multicherry)

Alasan utama mengapa nama Nokia belum dilupakan bukan semata-mata karena spesifikasinya. Selama puluhan tahun, Nokia berhasil membangun reputasi sebagai smartphone yang awet, tahan banting, dan mudah diandalkan. Citra tersebut masih melekat kuat di benak konsumen hingga sekarang. Kepercayaan inilah yang menjadi aset terbesar bagi HMD.

Bagi HMD Global, mempertahankan nama Nokia pada feature phone memberikan keuntungan yang sulit digantikan oleh merek baru. Sebuah perangkat sederhana akan lebih mudah dipercaya ketika memakai logo Nokia dibandingkan jika langsung dipasarkan memakai nama HMD. Kredibilitas tersebut telah dibangun selama puluhan tahun melalui berbagai produk legendaris. Hal itu menjadi modal penting yang tidak bisa diperoleh secara instan.

Karena itulah HMD tampaknya menjalankan strategi dua jalur. Nama HMD diposisikan sebagai identitas utama untuk lini smartphone, sementara Nokia tetap dipertahankan di segmen feature phone yang masih memiliki basis pengguna setia. Pasar seperti India, China, Timur Tengah, dan Afrika masih menunjukkan permintaan yang stabil. Pendekatan ini memungkinkan perusahaan menjangkau dua kelompok konsumen sekaligus.

5. Nokia belum kehilangan tempat di pasar

Nokia 6600 fold
Nokia 6600 fold (commons.wikimedia.org/Ra Boe)

Kehadiran Nokia 123 Shield dan Nokia 250 4G Smart menunjukkan bahwa HMD tidak menghidupkan Nokia hanya demi nostalgia. Kedua perangkat tersebut dirancang untuk memenuhi kebutuhan pengguna yang mengutamakan baterai tahan lama, bodi tangguh, dan pengalaman penggunaan yang sederhana. Tren digital detox turut membuka peluang baru bagi HP fitur. Karena itu, segmen ini masih memiliki prospek yang menjanjikan.

Perpanjangan lisensi dari Nokia kepada HMD menjadi sinyal bahwa merek legendaris ini masih memiliki nilai bisnis yang tinggi. Selama kebutuhan terhadap smartphone sederhana tetap ada, nama Nokia tampaknya belum akan menghilang dari industri telekomunikasi. Kepercayaan konsumen yang telah dibangun selama puluhan tahun menjadi fondasi utamanya. Itulah sebabnya nama Nokia masih terus bertahan meski era kejayaannya telah lama berlalu.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More