Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Port Pengisian Daya Paling Aneh Sebelum Port USB-C

5 Port Pengisian Daya Paling Aneh Sebelum Port USB-C
ilustrasi port USB-C (Unsplash/Gavin Phillips)
Intinya Sih
  • Artikel membahas berbagai port pengisian daya unik dari era awal 2000-an sebelum munculnya standar universal USB-C yang kini digunakan hampir di semua perangkat.
  • Beberapa contoh port aneh termasuk Slim-Lumberg Siemens, FastPort Sony Ericsson, USB 3.0 Micro-B Samsung, ExtUSB HTC, dan Pop-Port Nokia dengan desain serta kelemahan khas masing-masing.
  • Keragaman desain port yang tidak kompatibel antar merek akhirnya mendorong industri teknologi untuk beralih ke satu standar praktis dan serbaguna yaitu USB-C.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jika sekarang HP-mu tiba-tiba kehabisan baterai di tempat umum, meminjam charger milik orang lain bukan masalah besar karena kemungkinan besar port-nya sama yaitu port USB-C. Tapi situasi ini jauh berbeda di awal 2000-an ketika setiap brand HP berlomba-lomba menciptakan port pengisian daya versi mereka sendiri. Hasilnya? Segudang charger yang tidak kompatibel satu sama lain dengan bentuk yang cenderung aneh. Namun, perbedaan itulah yang akhirnya mendorong industri menuju standar tunggal USB-C yang dinikmati sekarang. Berikut beberapa port pengisian daya dengan bentuk paling aneh sebelum USB-C.

1. Slim-Lumberg – Siemens

siemens-slim-lumberg-1774863713.jpg
ilustrasi Slim Lumberg (dok. Siemens)

Jika kamu pernah menggunakan HP Siemens di awal 2000-an, kemungkinan besar kamu punya kenangan buruk soal port Slim-Lumberg. Port 12-pin ini diperkenalkan pada 2002 sebagai pengganti Lumberg lama dan dirancang serba bisa, mulai dari untuk untuk mengisi daya, transfer data hingga audio stereo. Sayangnya, desainnya yang lebar dan tipis justru menjadi bumerang. Karena port ini terpasang langsung di permukaan papan sirkuit (bukan ditanam dengan pin yang dalam), colokannya yang lebar berfungsi seperti tuas. Alhasil, jika kamu duduk dengan HP yang masih terhubung ke aksesori di saku, tekanan yang dihasilkan bisa mengangkat titik-titik solder dari papan sirkuit dan merusaknya secara permanen.

2. FastPort – Sony Ericsson

FastPort_on_SonyEricsson_W205.jpg
ilustrasi FastPort (dok. Sony Ericsson)

FastPort, yang diperkenalkan Sony Ericsson di sekitar 2005, dirancang sebagai port serbaguna yang mampu mengisi daya, transfer data dan koneksi headset dalam satu port 12-pin. Ide ini sebenarnya cukup ambisius, tapi eksekusinya justru jadi mimpi buruk. Alih-alih tertancap kuat seperti kabel modern, port FastPort hanya menempel di tepi HP dan bergantung pada dua kait plastik kecil di sisi-sisi plug-nya. Kait mungilnya terkenal ringkih sehingga dalam beberapa bulan pemakaian, salah satu atau keduanya akan patah. Alhasil, FastPort kehilangan cengkeraman dan ujung charger pun jadi mudah terlepas dengan sendirinya.

3. USB 3.0 Micro-B – Samsung

q09-03_16-47-10vs_verge_super_wide.1419979876.jpg
ilustrasi USB 3.0 Micro-B (dok. Samsung)

Samsung pernah mencoba sesuatu yang cukup aneh sebelum beralih ke USB-C yaitu memasang port USB 3.0 Micro-B pada Galaxy Note 3 dan Galaxy S5. Secara visual, port ini benar-benar mencolok karena bentuknya seperti dua konektor yang dilebur jadi satu, karena lebih lebar dan asimetris dibanding port Micro-USB biasa. Namun, ada masalah menarik di mana port raksasa ini ternyata tetap kompatibel dengan kabel Micro-USB standar yang bisa dicolokkan ke sisi kanannya untuk mengisi daya. Tidak butuh lama bagi Samsung untuk menyadari bahwa eksperimen ini lebih banyak menimbulkan kebingungan daripada manfaat, dan mereka pun kembali ke desain port yang lebih standar di HP-HP mereka berikutnya.

4. ExtUSB – HTC

T-Mobile-G1-first-impressions-aa-10-of-13.jpg
ilustrasi ExtUSB (dok. HTC)

Sebelum Micro-USB menjadi standar industri, HP Android pertama di dunia yaitu HTC Dream menggunakan port unik bernama ExtUSB. Port ini hampir identik dengan Mini-USB biasa dan charger Mini-USB standar pun bisa digunakan untuk mengisi daya. Namun di balik itu, ExtUSB ternyata menyimpan pin-pin tersembunyi yang memungkinkan transmisi audio dan data sekaligus, sesuatu yang tidak dimiliki Mini-USB biasa. Karena HTC Dream tidak dilengkapi headphone jack, satu-satunya cara untuk menikmati lagu menggunakan headset adalah melalui port ini, namun dengan adaptor khusus buatan HTC. Alhasil, meski pengguna bebas menggunakan charger merek apa pun, mereka mau tidak mau harus membeli aksesori HTC jika ingin mencolokkan headset.

5. Pop-Port – Nokia

Nokia_Pop-Port.jpg
ilustrasi Pop-Port (dok. Nokia)

Di era kejayaannya pada tahun 2000-an, Nokia memang tak tertandingi sebagai rajanya HP. Namun, ada satu hal yang cukup menyebalkan dari HP mereka yaitu port Pop-Port. Diperkenalkan di sekitar 2002, port ini menangani segalanya mulai dari pengisian daya, sinkronisasi USB, antena FM hingga headset stereo. Masalahnya, desainnya sangat rentan. Berbeda dari port pada umumnya yang terpasang kokoh ke bodi HP, port ini hanya “menempel” dengan cara yang sangat minim. Pop-Port hanyalah port plastik berlapis 14 pin yang sekadar bersandar pada kontak di bagian bawah HP, dikunci oleh klip plastik dan mekanisme pengait kecil yang mudah kendur.

Demikian tadi ulasan mengenai beberapa port pengisian daya paling aneh sebelum USB-C. Pernah memiliki HP yang menggunakan salah satu port di atas?

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Achmad Fatkhur Rozi
EditorAchmad Fatkhur Rozi
Follow Us

Related Articles

See More