Hujan meteor Perseid 2026 akan mencapai puncaknya pada malam 12–13 Agustus. Tahun ini kondisi pengamatan cukup menarik karena puncaknya bertepatan dengan Bulan Baru, sehingga gangguan cahaya Bulan diprediksi sangat minim. American Meteor Society mencatat Perseid aktif sejak 17 Juli hingga 24 Agustus 2026 dengan meteor yang melaju sekitar 59 kilometer per detik. Perseid dikenal paling optimal diamati dari Belahan Bumi Utara sehingga jumlah meteor yang bisa terlihat maupun dipotret dari Indonesia dapat lebih sedikit.
Selain diamati dengan mata telanjang, fenomena ini juga bisa menjadi kesempatan untuk mencoba astrofotografi menggunakan smartphone. Namun, memotret meteor dengan HP tentu lebih menantang dibandingkan memotret Bulan atau bintang karena meteor muncul secara tiba-tiba dan hanya berlangsung dalam waktu singkat.
NASA menyebut smartphone tetap dapat digunakan untuk astrofotografi asalkan memperhatikan beberapa teknik dasar, seperti menjaga perangkat tetap stabil, mengunci fokus, serta menggunakan eksposur yang lebih panjang. Meski kemampuan kamera HP tidak sefleksibel DSLR atau mirrorless, smartphone tetap bisa digunakan untuk mencoba astrofotografi dengan beberapa teknik dasar. NASA menyarankan beberapa langkah seperti menjaga perangkat tetap stabil, mengunci fokus, dan menggunakan eksposur yang lebih panjang.
Simak dulu lima tips yang bisa dicoba ini, yuk!
