Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Tips Memotret Hujan Meteor Perseid 2026 Pakai HP
Meteor Perseid melintas di langit Spruce Knob, West Virginia, pada 12 Agustus 2016. Hujan meteor dapat diamati dengan mata telanjang tanpa teleskop. (NASA/Bill Ingalls/science.nasa.gov)
  • Puncak hujan meteor Perseid 2026 terjadi malam 12–13 Agustus, bertepatan dengan Bulan Baru yang meminimalkan gangguan cahaya Bulan. Dari Indonesia, meteor yang terlihat bisa lebih sedikit.
  • Smartphone dapat dipakai memotret meteor meski kemunculannya singkat, dengan perangkat stabil, fokus terkunci, eksposur beberapa detik, serta mode malam atau astrofotografi bila tersedia.
  • Pengambilan gambar sebaiknya dilakukan di lokasi langit gelap dengan bidang pandang luas, timer untuk mengurangi getaran, dan banyak foto berulang agar peluang meteor terekam meningkat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Hujan meteor Perseid 2026 akan mencapai puncaknya pada malam 12–13 Agustus. Tahun ini kondisi pengamatan cukup menarik karena puncaknya bertepatan dengan Bulan Baru, sehingga gangguan cahaya Bulan diprediksi sangat minim. American Meteor Society mencatat Perseid aktif sejak 17 Juli hingga 24 Agustus 2026 dengan meteor yang melaju sekitar 59 kilometer per detik. Perseid dikenal paling optimal diamati dari Belahan Bumi Utara sehingga jumlah meteor yang bisa terlihat maupun dipotret dari Indonesia dapat lebih sedikit.

Selain diamati dengan mata telanjang, fenomena ini juga bisa menjadi kesempatan untuk mencoba astrofotografi menggunakan smartphone. Namun, memotret meteor dengan HP tentu lebih menantang dibandingkan memotret Bulan atau bintang karena meteor muncul secara tiba-tiba dan hanya berlangsung dalam waktu singkat.

NASA menyebut smartphone tetap dapat digunakan untuk astrofotografi asalkan memperhatikan beberapa teknik dasar, seperti menjaga perangkat tetap stabil, mengunci fokus, serta menggunakan eksposur yang lebih panjang. Meski kemampuan kamera HP tidak sefleksibel DSLR atau mirrorless, smartphone tetap bisa digunakan untuk mencoba astrofotografi dengan beberapa teknik dasar. NASA menyarankan beberapa langkah seperti menjaga perangkat tetap stabil, mengunci fokus, dan menggunakan eksposur yang lebih panjang.

Simak dulu lima tips yang bisa dicoba ini, yuk!

1. Gunakan tripod atau letakkan HP di permukaan yang stabil

Smartphone dipasang pada tripod untuk menjaga kestabilan saat memotret pada malam hari. (pexels.com/mehmetakifarts)

Aspek pertama yang perlu dilakukan adalah memastikan HP benar-benar stabil. Memotret langit malam membutuhkan waktu eksposur lebih lama dibandingkan foto biasa sehingga sedikit gerakan saja dapat membuat bintang terlihat buram. NASA menyarankan penggunaan tripod saat melakukan astrofotografi dengan smartphone. Kalau gak punya tripod, kamu masih bisa meletakkan HP di permukaan yang kokoh seperti meja, batu, atau benda lain yang tidak mudah bergerak.

Google juga memberikan saran serupa untuk pengguna Pixel. Saat menggunakan mode astrofotografi, HP sebaiknya ditempatkan di tripod atau permukaan stabil dan tidak dipegang dengan tangan selama proses pengambilan gambar. Stabilitas menjadi semakin penting ketika mencoba menangkap meteor. Pasalnya, kamu mungkin perlu melakukan beberapa kali pengambilan gambar sebelum berhasil mendapatkan satu meteor yang kebetulan melintas di area kamera.

2. Cari langit gelap dan gunakan bidang pandang yang luas

Langit malam berbintang dengan bidang pandang luas di lokasi minim polusi cahaya. (pexels.com/Frank Cone)

Lokasi yang jauh dari lampu kota tidak hanya membantu mata melihat meteor, tetapi juga meningkatkan kualitas hasil foto. Cahaya buatan dapat membuat langit terlihat terlalu terang sehingga bintang dan meteor yang lebih redup sulit terekam. NASA menyarankan mencari tempat dengan langit gelap saat memotret hujan meteor. Selain itu, penggunaan bidang pandang yang luas juga meningkatkan peluang meteor masuk ke dalam frame karena kamu gak pernah tahu secara pasti bagian langit mana yang akan dilewati meteor berikutnya.

Pada smartphone, kamu bisa memulai dengan kamera belakang utama pada sudut pandang normal atau lebar. Hindari terlalu banyak menggunakan digital zoom karena bidang langit yang tertangkap justru semakin sempit. Jangan pula memenuhi frame hanya dengan langit. Menambahkan siluet pohon, gunung, bangunan, atau objek lain di bagian bawah foto dapat membuat komposisinya terlihat lebih menarik jika meteor berhasil tertangkap kamera.

3. Kunci fokus pada objek yang sangat jauh

Smartphone digunakan untuk memotret objek jauh pada malam hari. (pexels.com/Image Hunter)

Autofokus kamera HP dapat kesulitan bekerja dalam kondisi langit yang sangat gelap. Kamera mungkin terus mencari fokus sehingga bintang terlihat seperti titik kabur. Menurut NASA, salah satu teknik dasar astrofotografi smartphone adalah mengunci fokus. Kamu bisa mencoba mengarahkan kamera ke bintang terang atau objek yang sangat jauh, kemudian mengetuk layar dan menggunakan fitur focus lock jika tersedia.

Jika HP memiliki mode Pro atau Manual, kamu juga bisa mencoba fokus manual dan mengaturnya mendekati posisi infinity. Setelah itu, ambil satu foto percobaan dan periksa apakah bintang sudah tampak cukup tajam. Jangan langsung puas dengan satu pengaturan. Lakukan beberapa percobaan kecil sebelum periode pengamatan utama dimulai supaya kamu gak sibuk mengatur kamera saat meteor mulai banyak bermunculan.

4. Manfaatkan mode malam atau eksposur beberapa detik

Smartphone digunakan untuk memotret suasana malam dengan kondisi minim cahaya. (pexels.com/NHP&Co)

Cahaya meteor muncul sangat singkat sehingga kamera membutuhkan pengaturan yang mampu menangkap cahaya dalam kondisi gelap. Kalau HP memiliki Night Mode, Astrophotography Mode, atau Pro Mode, fitur tersebut bisa dicoba. NASA menyarankan memulai astrofotografi smartphone dengan waktu eksposur beberapa detik. Semakin lama sensor menerima cahaya, semakin banyak cahaya bintang yang bisa direkam. Namun, eksposur terlalu lama juga dapat membuat bintang mulai terlihat seperti garis karena rotasi Bumi.

Pada Google Pixel, misalnya, mode Astrophotography bisa aktif ketika Night Sight digunakan dan HP berada dalam kondisi stabil. Google juga menyarankan lokasi yang jauh dari cahaya kota agar hasil foto langit malam lebih optimal. Karena kemampuan tiap HP berbeda, gak ada satu pun patokan angka shutter speed yang cocok untuk semua perangkat. Mulailah dari beberapa detik, periksa hasilnya, lalu sesuaikan dengan kondisi langit dan kemampuan kamera.

5. Gunakan timer dan ambil foto sebanyak mungkin

ilustrasi melihat meteor (unsplash.com/Raman deep)

Menangkap meteor membutuhkan sedikit keberuntungan. Meteor dapat muncul kapan saja dan hanya melintas beberapa detik sehingga mengambil satu atau dua foto saja kemungkinan belum cukup. NASA menyarankan penggunaan timer untuk mengurangi getaran akibat jari ketika menekan tombol shutter. Pada smartphone, timer dua atau tiga detik bisa membantu menjaga HP tetap stabil setelah kamu menyentuh layar.

Setelah pengaturan kamera sudah sesuai, ambil foto secara berulang selama periode pengamatan. Semakin banyak frame yang diambil, semakin besar kemungkinan salah satunya kebetulan merekam meteor. Namun, jangan terlalu terpaku pada layar HP. Perseid tetap merupakan fenomena langit yang lebih mudah dinikmati langsung dengan mata. Anggap keberhasilan mendapatkan foto meteor sebagai bonus dari pengalaman melihatnya.

Memotret hujan meteor Perseid dengan HP memang gak menjamin hasil akan ciamik seperti hasil jepretan kamera profesional. Kamera smartphone memiliki keterbatasan sensor, lensa, dan kontrol manual yang berbeda-beda. Meski begitu, NASA menegaskan smartphone tetap dapat menghasilkan foto langit malam yang cukup menarik dengan teknik dasar berupa perangkat yang stabil, fokus terkunci, dan eksposur lebih panjang.

Perseid 2026 mencapai puncak pada 12–13 Agustus dengan kondisi Bulan Baru yang sangat mendukung langit gelap. Jadi, kalau cuaca cerah, siapkan tripod, cari tempat minim polusi cahaya, dan jangan ragu melakukan banyak percobaan dengan kamera HP kamu, ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article