ilustrasi logo media sosial Twitter di smartphone (pexels.com/Brett Jordan)
Menurut laporan Ars Technica, Operation Bluebird meyakini X Corp telah meninggalkan hak atas sejumlah merek dagang Twitter setelah perusahaan tersebut berganti nama menjadi X. X sebelumnya menggugat Operation Bluebird dan meminta pengadilan federal di Delaware menghentikan peluncuran Twitter.now. Dalam persidangan pada April 2026, Hakim Pengadilan Distrik AS Colm Connolly menyampaikan pandangan sementara bahwa X tampaknya telah meninggalkan klaim atas merek "tweet" dan logo burung Twitter, serta kemungkinan juga merek "Twitter".
Namun, hingga kini belum ada perintah tertulis dari pengadilan yang menetapkan hal tersebut sebagai putusan final. Stephen Coates, salah satu pendiri Operation Bluebird menilai perkembangan tersebut cukup menjadi dasar bagi Operation Bluebird untuk meluncurkan Twitter.now. "Menurut pendapat kami, X telah melepaskan haknya atas merek dagang Twitter dan tweet," ujar Coates, dikutip dari Ars Technica, Rabu (2/9/2026).
Coates menegaskan Twitter.now bukan upaya untuk menghidupkan kembali Twitter versi lama. Operation Bluebird menyebut mereka ingin membangun jejaring sosial baru yang mengutamakan kepercayaan, transparansi, dan kendali pengguna.