Twitter Bangkit Lagi Lewat Twitter.now, X Corp Meradang

- Startup Operation Bluebird meluncurkan Twitter.now, platform sosial baru yang didirikan mantan orang dalam Twitter, di tengah sengketa merek dagang dengan X Corp.
- Operation Bluebird menilai X telah meninggalkan merek Twitter, tweet, dan logo burung; hakim Delaware menyampaikan pandangan sementara, tetapi belum ada putusan tertulis final.
- Twitter.now menawarkan unggahan, balasan, retweet, serta AI VERA untuk memeriksa klaim dan menyaring konten berdasarkan skor kepercayaan; platform masih tahap awal dengan ratusan pengguna.
Nama Twitter kembali muncul di dunia media sosial lewat platform baru bernama Twitter.now. Layanan ini diluncurkan oleh startup Operation Bluebird, yang tim pendirinya mencakup sejumlah mantan orang dalam Twitter, termasuk Stephen Coates, yang pernah menjadi penasihat hukum perusahaan tersebut.
Peluncuran Twitter.now berlangsung di tengah sengketa hukum dengan X Corp terkait penggunaan nama dan merek dagang Twitter. Operation Bluebird berpendapat X telah meninggalkan sejumlah hak kekayaan intelektual Twitter setelah Elon Musk mengubah nama perusahaan tersebut menjadi X.
1. Operation Bluebird klaim merek Twitter telah ditinggalkan

ilustrasi logo media sosial Twitter di smartphone (pexels.com/Brett Jordan) Menurut laporan Ars Technica, Operation Bluebird meyakini X Corp telah meninggalkan hak atas sejumlah merek dagang Twitter setelah perusahaan tersebut berganti nama menjadi X. X sebelumnya menggugat Operation Bluebird dan meminta pengadilan federal di Delaware menghentikan peluncuran Twitter.now. Dalam persidangan pada April 2026, Hakim Pengadilan Distrik AS Colm Connolly menyampaikan pandangan sementara bahwa X tampaknya telah meninggalkan klaim atas merek "tweet" dan logo burung Twitter, serta kemungkinan juga merek "Twitter".
Namun, hingga kini belum ada perintah tertulis dari pengadilan yang menetapkan hal tersebut sebagai putusan final. Stephen Coates, salah satu pendiri Operation Bluebird menilai perkembangan tersebut cukup menjadi dasar bagi Operation Bluebird untuk meluncurkan Twitter.now. "Menurut pendapat kami, X telah melepaskan haknya atas merek dagang Twitter dan tweet," ujar Coates, dikutip dari Ars Technica, Rabu (2/9/2026).
Coates menegaskan Twitter.now bukan upaya untuk menghidupkan kembali Twitter versi lama. Operation Bluebird menyebut mereka ingin membangun jejaring sosial baru yang mengutamakan kepercayaan, transparansi, dan kendali pengguna.
2. Twitter.now andalkan AI untuk analisis unggahan

ilustrasi tampilan profil Twitter (pexels.com/Solen Feyissa) Dari sisi tampilan, Twitter.now mengingatkan pada Twitter sebelum diakuisisi Elon Musk. Platform ini memiliki sejumlah fitur yang familiar bagi pengguna media sosial, seperti unggahan, balasan, dan retweet. Salah satu fitur yang ditonjolkan Twitter.now adalah sistem analisis berbasis AI bernama VERA.
Operation Bluebird menyebut VERA sebagai mesin analisis waktu nyata yang dapat memeriksa klaim dalam unggahan, kemudian memberikan sumber, konteks, dan skor kepercayaan. Pengguna nantinya dapat menentukan tingkat kepercayaan yang diinginkan. Unggahan dengan skor di bawah batas tertentu dapat disaring agar tidak muncul di linimasa.
Menurut Ars Technica, VERA saat ini masih berada pada tahap awal pengembangan. Operation Bluebird juga menyiapkan VERA 2.0 yang memungkinkan pengguna mengatur ambang skor kepercayaan untuk menentukan jenis unggahan yang muncul di linimasa.
3. Sengketa dengan X masih membayangi

ilustrasi logo media sosial X (unsplash.com/Fachrizal Maulana) Peluncuran Twitter.now masih dibayangi sengketa hukum dengan X Corp. Josh Gerben, pengacara merek dagang yang mengikuti kasus tersebut, menilai Operation Bluebird memiliki dasar hukum dalam mengajukan klaim bahwa X telah meninggalkan merek Twitter. Menurutnya, persoalan tersebut masih belum mudah untuk diselesaikan. Operation Bluebird juga menyadari peluncuran Twitter.now dapat membuat perselisihan dengan X makin panas.
Perusahaan kini bukan hanya mengajukan permohonan merek, tetapi juga sudah menjalankan layanan menggunakan nama Twitter.now. Operation Bluebird menegaskan Twitter.now bukan bagian dari X dan tidak berafiliasi dengan perusahaan teknologi milik Elon Musk tersebut. Di situs resminya, perusahaan menggambarkan Twitter.now sebagai layanan baru yang mengutamakan kepercayaan, transparansi, dan kendali pengguna.
Twitter.now saat ini masih berada pada tahap awal dan baru memiliki ratusan pengguna. Akses awal platform tersebut dibanderol sekitar 20 dolar AS atau sekitar Rp355 ribuan.




















