Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Update Terbaru Algoritma Instagram per Juli 2026
ilustrasi logo Instagram (unsplash.com/Mariia Shalabaieva)

Instagram tengah menguji sejumlah fitur baru yang memungkinkan pengguna mengatur rekomendasi konten secara lebih personal. Hal itu diungkapkan oleh Head of Instagram, Adam Mosseri, melalui unggahan terbarunya di Instagram. Menurut Mosseri, Instagram ingin membuat cara kerja algoritma menjadi lebih transparan sekaligus memberi pengguna kendali yang lebih besar terhadap konten yang muncul di Feed dan Reels. Melalui fitur Your Algorithm, pengguna nantinya dapat menentukan jenis konten yang ingin lebih sering atau lebih jarang direkomendasikan.

Fitur Your Algorithm pertama kali diperkenalkan pada tahun lalu dan kini mulai diperluas ke lebih banyak area di aplikasi Instagram. "Kami ingin mengembangkan Your Algorithm dari sekadar pengaturan menjadi sesuatu yang terasa sentral dalam pengalaman Anda di Instagram," tulis Mosseri dalam unggahannya. Ia juga menjelaskan bahwa sebagian fitur masih dalam tahap uji coba, sementara fitur lainnya akan diluncurkan secara bertahap.

Berikut sejumlah pembaruan terkait cara kerja algoritma Instagram terbaru pada 2026.

1. Instagram perluas fitur Your Algorithm

Instagram terus mengembangkan fitur Your Algorithm yang pertama kali diperkenalkan tahun lalu. Fitur ini memungkinkan pengguna mengatur jenis konten yang ingin lebih sering atau lebih jarang muncul dalam rekomendasi Feed maupun Reels. Menurut Mosseri, Your Algorithm akan dikembangkan agar menjadi bagian utama dari pengalaman menggunakan Instagram, bukan sekadar menu pengaturan.

Sejumlah fitur yang sedang diuji mencakup akses cepat ke menu Your Algorithm dengan menarik Feed ke bawah, menggeser layar ke atas dari Reels, hingga tombol di bawah setiap Reel yang memungkinkan pengguna memberi tahu Instagram apakah mereka ingin melihat lebih banyak konten serupa. Mosseri menegaskan bahwa sebagian fitur Instagram tersebut masih dalam tahap pengujian sehingga belum dipastikan tersedia untuk seluruh pengguna.

2. Pengguna bisa mengatur preferensi konten

ilustrasi konten Reels di Instagram (magnific.com/magnific)

Instagram juga sedang menguji fitur yang membantu pengguna memahami bagaimana algoritma mengenali minat mereka. Melalui fitur ini, pengguna dapat melihat topik atau jenis konten yang dinilai paling relevan sehingga memengaruhi rekomendasi di Feed maupun Reels. Dalam versi uji coba yang diperlihatkan Mosseri, fitur tersebut dapat diakses melalui tab Reels dengan mengetuk ikon di pojok kanan atas, kemudian memilih ikon hati. Setelah itu, Instagram akan menampilkan kumpulan topik atau video yang menjadi dasar sistem dalam memberikan rekomendasi konten.

Lewat informasi tersebut, pengguna dapat mengetahui jenis konten yang paling memengaruhi rekomendasi pada akun mereka. Pengguna juga bisa menyesuaikan preferensi agar rekomendasi yang muncul lebih sesuai dengan minat masing-masing. Langkah ini menjadi bagian dari upaya Instagram meningkatkan transparansi sekaligus memberikan kontrol yang lebih besar kepada pengguna.

3. Format konten yang direkomendasikan Instagram

ilustrasi aplikasi Instagram (unsplash.com/Brett Jordan)

Selain memperkenalkan pembaruan algoritma, Instagram juga membagikan sejumlah format konten yang dinilai berpotensi memperoleh performa lebih baik karena mampu meningkatkan keterlibatan pengguna.

  • Konten talking head

Salah satu format yang disoroti adalah talking head, yaitu video yang menampilkan kreator berbicara langsung di depan kamera. Menurut Instagram, format ini dinilai lebih autentik, mampu membangun kepercayaan audiens, serta mendorong durasi menonton yang lebih lama.

  • Konten POV

Instagram juga menilai konten dengan format point of view (POV) atau sudut pandang yang dekat dengan pengalaman audiens berpotensi menarik perhatian pengguna. Konten semacam ini dianggap lebih relevan sehingga berpeluang meningkatkan interaksi.

  • Konten berseri

Instagram menyarankan kreator membuat konten berseri atau multipart. Dengan membagi satu topik ke dalam beberapa video, audiens memiliki alasan untuk kembali menyaksikan kelanjutan konten. Pola tersebut dinilai menjadi sinyal positif bagi algoritma karena menunjukkan minat pengguna untuk terus mengikuti unggahan dari akun yang sama.

4. Cara menghitung views Reels ikut diperbarui

ilustrasi pengguna sedang membuka Reels di smartphone (magnific.com/magnific)

Instagram juga memperbarui cara sistem menghitung jumlah tayangan atau views pada Reels. Jika sebelumnya tayangan dapat bertambah meski pengguna hanya melewati video saat menggulir layar, kini penghitungan views lebih menekankan keterlibatan nyata pengguna. Artinya, jumlah views tidak lagi hanya mengandalkan video yang sempat muncul saat pengguna menggulir Feed, tetapi juga mempertimbangkan apakah pengguna benar-benar berhenti untuk menonton konten.

Sinyal seperti berhenti saat menggulir, membuka Reel secara sengaja, menonton lebih lama, hingga memberikan like, komentar, atau membagikan video menjadi faktor yang turut diperhatikan sistem. Perubahan tersebut menunjukkan bahwa kualitas interaksi kini semakin berpengaruh dibanding sekadar banyaknya tayangan. Bagi kreator konten, pembaruan ini menjadi dorongan untuk membuat konten yang mampu menarik perhatian sejak detik pertama sekaligus mempertahankan minat penonton hingga video selesai.

Perubahan algoritma Instagram ini menunjukkan upaya platform meningkatkan transparansi sistem rekomendasi sekaligus memberi pengguna kendali yang lebih besar atas konten yang mereka lihat. Sejumlah fitur tersebut masih diuji dan akan diluncurkan secara bertahap kepada pengguna.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article