4 CEO Perusahaan Setuju Perlambatan AI, Zuckerberg Malah Menolak

- CEO Anthropic Dario Amodei menyerukan pengembangan AI frontier yang lebih terukur agar riset keselamatan, keamanan operasional, dan pengawasan mampu mengejar peningkatan kemampuan model.
- Sam Altman, Elon Musk, dan Demis Hassabis mendukung perlambatan, termasuk evaluator independen, standar keselamatan bersama, serta koordinasi internasional untuk mengawasi praktik pengembangan AI.
- Mark Zuckerberg menolak perlambatan terkoordinasi; ia menekankan tiap perusahaan bertanggung jawab atas keamanan produknya, seperti Meta yang menunda peluncuran agen AI Muse untuk pemeriksaan.
Perkembangan kecerdasan buatan (AI) yang semakin cepat mulai memunculkan perdebatan di antara perusahaan teknologi. Sejumlah pemimpin perusahaan AI menilai laju pengembangan model frontier perlu diatur agar sistem keselamatan dan pengawasan mampu mengikuti kemampuan teknologi yang terus meningkat.
Perdebatan ini mengemuka setelah CEO Anthropic Dario Amodei menerbitkan esai We Must Pace the Frontier pada September 2026. Seruan itu mendapat dukungan dari CEO OpenAI Sam Altman, CEO xAI Elon Musk, dan CEO Google DeepMind Demis Hassabis. Berikut empat CEO perusahaan yang mendukung gagasan perlambatan pengembangan AI.
1. Anthropic menjadi pionir lewat CEO mereka

Claude dari Anthropic (claude.com) Menurut tulisan Dario Amodei di situs pribadinya, Anthropic mendorong pengembangan AI frontier dengan kecepatan yang lebih terukur. Amodei menilai waktu tambahan diperlukan untuk meningkatkan penelitian keselamatan, keamanan operasional, dan metode memastikan model tetap selaras dengan tujuan umat manusia. Dilansir Reuters pada Senin (14/09/2026), Amodei mengusulkan tiga langkah utama, yakni memberikan akses kepada evaluator keselamatan independen, membangun standar keselamatan bersama di antara perusahaan AI frontier, dan meningkatkan koordinasi internasional. Ia menegaskan perlambatan bukan berarti menghentikan kemajuan AI.
2. OpenAI ikut mendukung gagasan perlambatan yang diusulkan Anthropic

ChatGPT dari OpenAI (unsplash.com/@solenfeyissa) Menurut laporan The Guardian pada 14 September silam, CEO OpenAI Sam Altman menyatakan, “I agree with Dario that we need to pace the frontier.” Altman juga mendukung gagasan evaluator independen dengan akses luas untuk memeriksa praktik keselamatan perusahaan AI. Altman menyatakan dukungannya setelah esai Amodei dipublikasikan. Posisi OpenAI dalam perdebatan ini berfokus pada perlunya memperlambat laju pengembangan model frontier sekaligus meningkatkan langkah keselamatan.
3. Dukungan berikutnya datang dari perusahaan AI milik Elon Musk

ilustrasi Grok AI (unsplash.com/@salvadorr) Menurut laporan Reuters, Elon Musk menyatakan dukungannya terhadap seruan Amodei setelah esai We Must Pace the Frontier diterbitkan. Pemilik perusahaan Tesla itu memberikan respons singkat yang menyatakan bahwa Amodei benar mengenai perlunya memperlambat perkembangan AI. Axios juga melaporkan Elon Musk menjadi salah satu pemimpin perusahaan AI yang langsung merespons proposal Amodei. Dukungan itu menempatkan xAI dalam kelompok perusahaan yang menyetujui gagasan pacing untuk perkembangan AI frontier.
4. CEO Google DeepMind turut menyatakan dukungan serupa

ilustrasi kantor Google (unsplash.com/@dyno8426) Dilansir The Guardian, CEO Google DeepMind Demis Hassabis mengatakan esai Amodei “points towards the right path forward.” Hassabis juga mendukung gagasan penggunaan evaluasi independen untuk membantu mengawasi praktik keselamatan AI. Dukungan Hassabis memperluas pembahasan mengenai perlambatan AI ke persoalan standar keselamatan dan pengawasan. Fokusnya adalah untuk memastikan kemampuan model berkembang seiring dengan kemampuan manusia dalam menguji dan mengawasi teknologi.
5. Mark Zuckerberg dari Meta tidak setuju

ilustrasi logo Meta (unsplash.com/@mariiaberezovsky) Menurut laporan Associated Press pada Rabu (16/09/2026), CEO Meta Mark Zuckerberg mengambil sikap berbeda dari seruan perlambatan yang dilakukan secara terkoordinasi oleh perusahaan AI. Zuckerberg menilai tiap perusahaan memiliki tanggung jawab sendiri untuk memastikan teknologi yang dikembangkannya aman. Zuckerberg mencontohkan keputusan Meta yang menunda peluncuran agen AI Muse selama beberapa bulan untuk melakukan pemeriksaan keamanan. AP melaporkan Zuckerberg tidak menganggap perusahaan lain perlu mengikuti keputusan Meta tersebut.
Perbedaan sikap ini memperlihatkan adanya dua pendekatan dalam menghadapi perkembangan AI. Anthropic, OpenAI, xAI, dan Google DeepMind mendukung gagasan pacing pengembangan frontier, sedangkan Meta lebih menekankan tanggung jawab keselamatan pada masing-masing perusahaan. Menurutmu, apakah perlambatan pengembangan AI ini harus dilakukan?




















![[QUIZ] Dari Tools AI Favorit, Kami Tebak Kepribadianmu Sebenarnya](https://image.idntimes.com/post/20250515/pexels-theshantanukr-17603742-8ed9de860b0ace40589a8766fe9a17d0-c62031e2749672f36640c201b13a86d9.jpg)

