Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Apa Itu Windows LTSC? Alternatif OS agar PC makin Ringan
ilustrasi laptop Windows (unsplash.com/Sunrise King)
  • Windows LTSC adalah versi khusus Windows Enterprise yang mengutamakan stabilitas; fiturnya tetap, dengan pembaruan terbatas pada keamanan dan quality patch.
  • Instalasi LTSC memakai file ISO, USB bootable melalui Rufus, dan pengaturan BIOS; setelahnya pengguna perlu memasang driver serta mengaktifkan lisensi bila diperlukan.
  • LTSC ringan tanpa bloatware dan cocok untuk sistem khusus, tetapi lisensinya lebih mahal, minim aplikasi bawaan, serta tidak menghadirkan fitur baru seperti AI.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bagi gamer, programmer, atau orang yang paham tentang komputer, Windows LTSC pasti sudah tak asing. Versi Windows tersebut menjadi salah satu yang cukup populer bagi sebagian orang karena menawarkan kenyamanan, kemudahan, dan kestabilan yang lebih baik daripada Windows biasa. Meski begitu, Windows LTSC sebenarnya tak sepopuler itu.

Bagi orang awam atau pengguna yang baru menggunakan komputer, Windows LTSC adalah nama yang terdengar asing. Bahkan, bisa saja mereka tak tahu apa itu Windows LTSC dan apa saja perbedaannya dengan Windows biasa. Maka dari itu, mari kita ulik seluk-beluk Windows LTSC di artikel ini.

1. Apa itu Windows LTSC?

ilustrasi laptop Windows (unsplash.com/Ricardo Resende)

Dilansir dari DRUINO, Windows LTSC (Long-Term Servicing Channel) adalah versi khusus dari Windows Enterprise yang didesain untuk sistem dan perangkat yang membutuhkan stabilitas maksimal serta tidak membutuhkan perubahan fungsional seiring berjalannya waktu. Tak seperti Windows biasa yang sering mendapat update dan fitur, Windows LTSC tidak akan mendapat fitur baru. Windows LTSC ibaratnya "membeku" dan fiturnya akan tetap sama dari awal hingga akhir. Jika terdapat update, maka Windows LTSC hanya mendapat pembaruan keamanan atau quality patch tanpa adanya penambahan fitur. Hal tersebut membuatnya makin stabil dan tidak mengganggu sistem yang sudah ada.

2. Cara menginstal Windows LTSC

ilustrasi laptop Windows (unsplash.com/Dell)

Secara umum, cara menginstal Windows LTSC tak jauh berbeda dengan Windows biasa. Kamu harus menyiapkan beberapa alat seperti file ISO Windows LTSC, USB flash drive, dan software Rufus. Pertama, buat bootable USB lewat Rufus. Setelah itu, lakukan boot dari USB (atur dulu lewat BIOS). Saat komputer dinyalakan, kamu akan secara otomatis diarahkan untuk menginstal Windows LTSC. Ikuti langkah-langkahnya, sesuaikan pengaturan instalasi dengan kebutuhan, tunggu proses instalasi selama beberapa menit, dan Windows LTSC siap digunakan. Setelah Windows terinstal, kamu juga harus memasang berbagai driver dan jangan lupa mengaktifkan Windows menggunakan Licence Key jika dibutuhkan.

3. Kelebihan menggunakan Windows LTSC

ilustrasi laptop Windows (unsplash.com/Surface)

Windows LTSC cukup digemari karena memberikan pengalaman penggunaan yang optimal. Selain itu, Windows LTSC juga punya banyak kelebihan, lho. Laman Elo-Techinal Support menerangkan bahwa Windows LTSC lebih stabil, cocok untuk penggunaan jangka panjang (hingga 10 tahun), jarang mendapat update fitur yang tidak berguna, punya keamanan yang tinggi, dan mudah dikustomisasi.

Windows LTSC akan cocok untuk penggunaan bisnis dan komersial. Pengguna bisa mengimplementasikan sistem yang kompleks tanpa takut Microsoft merusaknya karena Windows LTSC sendiri sudah sangat stabil. Fitur di Windows LTSC hanya terdiri atas fitur esensial, sehingga operating system (OS) atau sistem operasi makin ringan tanpa adanya bloatware sama sekali. Tak hanya untuk bisnis dan komersial, Windows LTSC juga ideal untuk penggunaan harian.

4. Kekurangan menggunakan Windows LTSC

ilustrasi laptop Windows (unsplash.com/Georgiy Lyamin)

Di balik berbagai kelebihannya, Windows LTSC juga memiliki beberapa kekurangan yang harus kamu waspadai. Melansir laman Lifehacker, salah satu kekurangannya adalah tidak mendapat update fitur. Bagi sebagian orang hal tersebut bisa jadi deal breaker, khususnya jika kamu ingin merasakan fitur baru seperti fitur AI. Harga lisensi Windows LTSC umumnya juga lebih mahal daripada Windows biasa seperti Home atau Pro.

Saat pertama kali diinstal, Windows LTSC juga terkesan kosong. Kamu tidak akan menemukan beberapa aplikasi seperti Microsoft Store, Microsoft Edge, Microsoft Office, Windows Media Player, atau Photo Viewer. Alhasil, kamu harus menginstalnya secara manual, yang mungkin cukup merepotkan dan memakan waktu. Di beberapa kesempatan, kamu juga harus menginstal banyak driver secara manual, bikin proses persiapan jadi lebih lama.

5. Windows LTSC biasanya digunakan oleh kalangan tertentu

ilustrasi laptop Windows (unsplash.com/Rui Silvestre)

Saat membeli laptop, All-in-One (AIO) PC, atau merakit PC, biasanya kamu akan menggunakan Windows versi normal, entah itu Home, Pro, atau Enterprise. Di sisi lain, Windows LTSC sebenarnya adalah versi Windows yang cukup eksklusif. Penggunaan Windows LTSC umumnya dapat ditemukan di perusahaan besar, komputer industri, mesin produksi, perangkat medis, sistem Point of Sale (POS), komputer laboratorium, perangkat IoT, dan perangkat yang menjalankan aplikasi khusus. Jadi, Windows LTSC bukan versi Windows yang diperuntukkan bagi umum atau personal use. Meskipun begitu, Windows LTSC tetap bisa diinstal atau digunakan secara pribadi oleh perseorangan.

Kamu sudah tahu apa itu Windows LTSC dan berbagai seluk-beluk tentang OS tersebut. Karena itu, kamu bisa makin yakin jika ingin menggunakan Windows LTSC untuk menunjang pekerjaan, gaming, atau kegiatan harian. Kamu juga harus menerima berbagai kekurangan Windows LTSC jika ingin menginstalnya. Jika baru menginstalnya, mungkin kamu akan bingung dengan Windows LTSC. Namun, lama-kelamaan pasti kamu akan terbiasa.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article