Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Fakta Menarik Favela, Daerah Paling Rawan dan Berbahaya di Brasil

5 Fakta Menarik Favela, Daerah Paling Rawan dan Berbahaya di Brasil
potret Favela (pexels.com/Gabriel Ramos)
  • Istilah favela berakar dari Morro da Favela di Rio de Janeiro, yang ditempati mantan tentara Perang Canudos dan pekerja berpenghasilan rendah sejak akhir abad ke-19.

  • Data IBGE 2022 mencatat 12.348 favela di 656 kotamadya Brasil, dihuni 16.390.790 orang atau sekitar 8,1 persen populasi; Rocinha berpenduduk terbanyak.

  • Kekerasan terkait kelompok kriminal, paramiliter, dan aparat terjadi di sejumlah favela, tetapi risikonya berbeda tiap lokasi; sejarahnya juga berkaitan dengan kebutuhan hunian dan pertumbuhan kota tidak merata.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Favela merupakan kawasan permukiman perkotaan di Brasil yang memiliki sejarah terkait perkembangan kota dan persoalan perumahan. Kawasan ini tersebar di berbagai wilayah Brasil dan dihuni jutaan orang, bukan hanya di Rio de Janeiro. Favela kerap dikaitkan dengan kemiskinan dan kekerasan, meski kondisi tiap kawasan berbeda.

Di balik citra tersebut, favela memiliki sejarah dan perkembangan sosial yang kompleks. Data menunjukkan bahwa lebih dari 16 juta orang tinggal di kawasan ini, sehingga tidak seluruh favela dapat dipandang sebagai wilayah berbahaya. Berbagai fakta tentang favela menunjukkan sejarah dan kondisi yang lebih beragam.

  1. 1. Istilah favela berawal dari sebuah bukit di Canudos

    potret kawasan Favela
    potret kawasan Favela (pexels.com/Frans van Heerden)

    Menurut BNDES, istilah favela berkaitan dengan kepulangan mantan tentara Perang Canudos ke Rio de Janeiro pada akhir 1897. Mereka menempati lereng bukit karena tidak memperoleh dukungan pemerintah setelah perang. Kawasan tersebut kemudian dikenal sebagai Morro da Favela, yang kini disebut Morro da Providência.

    Nama Favela merujuk pada tanaman Cnidoscolus quercifolius yang tumbuh di wilayah kering Bahia dan bukit di Canudos. Penelitian Revista de História Universitas São Paulo menyebut pekerja berpenghasilan rendah juga telah menjadikan kawasan itu sebagai tempat tinggal sebelum kedatangan pasukan Canudos. Sejarah tersebut menunjukkan bahwa terbentuknya kawasan ini lebih kompleks daripada sekadar kedatangan mantan tentara.

  2. 2. Jumlah favela di Brasil mencapai lebih dari 12 ribu kawasan

    pemukiman di Favela
    pemukiman di Favela (unsplash.com/william f. santos)

    Berdasarkan data dari Brazilian Institute of Geography and Statistics 2022, Brasil memiliki 12.348 favela dan komunitas perkotaan yang tersebar di 656 kotamadya Brasil. Kawasan tersebut dihuni 16.390.790 orang setelah dilakukan pembaruan data oleh IBGE. Jumlah tersebut setara dengan sekitar 8,1 persen dari seluruh penduduk Brasil.

    Data tersebut memperlihatkan bahwa favela bukan fenomena yang hanya berkaitan dengan satu kota. Kawasan permukiman tersebut tersebar di berbagai negara bagian Brasil dengan jumlah penduduk yang berbeda beda. Karena itu, istilah favela mencakup kawasan yang memiliki karakter dan kondisi perkotaan yang beragam.

  3. 3. Rocinha menjadi favela dengan penduduk terbanyak

    daerah Favela
    daerah Favela (pexels.com/Andreas Ebner)

    Rocinha di Rio de Janeiro menjadi favela atau komunitas perkotaan dengan jumlah penduduk terbanyak. Kawasan tersebut tercatat memiliki 72.021 penduduk, disusul Sol Nascente di Brasília dengan 70.908 penduduk dan Paraisópolis di São Paulo dengan 58.527 penduduk. Rocinha juga tercatat memiliki 30.371 rumah tangga permanen yang ditempati.

    Posisi Rocinha tersebut menunjukkan skala kawasan yang cukup besar dalam konteks perkotaan Brasil. Data IBGE juga memperlihatkan bahwa jumlah penduduk yang tinggal di favela secara nasional mencapai lebih dari 16 juta orang. Angka tersebut membuat favela menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari struktur kependudukan perkotaan Brasil.

  4. 4. Kekerasan memang menjadi persoalan di sejumlah favela Rio

    foto Favela
    foto Favela (unsplash.com/Wolf Schram)

    UN Habitat mencatat Rio de Janeiro memiliki lebih dari 1.070 favela dengan pertumbuhan kota cepat dan tidak merata. Sejak 1980-an, kelompok kriminal narkoba mendominasi sejumlah favela, disusul kelompok paramiliter dan kekerasan aparat. Kondisi ini membentuk citra favela sebagai kawasan rawan keamanan.

    Namun, penelitian Revista de Saúde Pública menunjukkan risiko tidak sama di seluruh favela Rio. Data 2006–2009 menemukan kematian akibat pembunuhan di favela setara atau lebih rendah daripada wilayah lain, tetapi lebih tinggi di kawasan sekitar yang mengalami konflik bersenjata. Temuan ini menunjukkan keamanan dipengaruhi lokasi dan konflik teritorial.

  5. 5. Sejarah favela tidak hanya berkaitan dengan kemiskinan

    foto kawasan Favela
    foto kawasan Favela (pexels.com/Tiff Ng)

    Penelitian Universitas São Paulo menyebut Morro da Providência sebagai titik awal pembahasan favela Rio de Janeiro. Namun, pekerja berpenghasilan rendah telah memanfaatkan kawasan itu sebagai tempat tinggal sejak paruh kedua abad ke-19. Sejarah ini menunjukkan hubungan perkembangan kota, kebutuhan hunian, dan kehidupan kelompok berpenghasilan rendah.

    UN Habitat menggambarkan favela sebagai bagian dari pertumbuhan perkotaan cepat dan tidak merata. Sebagian keluarga menghadapi hunian tidak memadai dan keterbatasan layanan dasar, meski peningkatan permukiman telah dilakukan. Karena itu, sejarah favela mencakup perumahan, perkembangan kota, keamanan, dan kehidupan masyarakat.

    Favela di Brasil berawal dari perkembangan permukiman di Rio de Janeiro dan kemudian menjadi istilah bagi kawasan serupa di berbagai wilayah. Data IBGE menunjukkan jutaan orang tinggal di favela, dengan Rocinha sebagai salah satu yang berpenduduk besar. Kekerasan menjadi bagian dari sejarah sejumlah favela, tetapi tingkat keamanan berbeda di tiap kawasan sehingga kondisinya perlu dilihat secara spesifik.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More