Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Bangunan Bersejarah Bekas Peninggalan Belanda di Jakarta yang Ikonik
Museum Bank Indonesia (unsplash.com/Rifan 29)
  • Jakarta menyimpan lima bangunan peninggalan Belanda yang kini menjadi ruang sejarah, edukasi, seni, dan budaya di tengah perkembangan metropolis modern.
  • Museum Fatahillah, Museum Bank Indonesia, dan Museum Bahari merekam sejarah pemerintahan Batavia, ekonomi-perbankan, serta maritim melalui koleksi dan fungsi bangunan masa lalu.
  • Gedung Kesenian Jakarta serta Museum Seni Rupa dan Keramik kini menjadi tempat pertunjukan, pameran, dan kegiatan kreatif, sambil mempertahankan arsitektur kolonial bersejarah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Tak hanya sebagai ibu kota Indonesia, Jakarta menjadi pusat metropolitan modern yang dipenuhi gedung pencakar langit dan masih menyimpan rekam jejak sejarah masa lampau. Sebagai bekas pusat pemerintahan kolonial Belanda, kota ini dihiasi jajaran bangunan berarsitektur klasik yang megah dan masih berdiri kokoh hingga kini.

Bangunan tua tersebut menjadi saksi bisu berbagai dinamika politik, ekonomi, hingga sosial yang pernah membentuk perjalanan bangsa Indonesia dari masa ke masa. Nah, buat kamu yang lagi jalan-jalan di Jakarta, jangan lupa untuk singgah di beberapa bangunan bersejarah bekas peninggalan Belanda di Belanda yang ikonik dan edukatif berikut ini.

1. Museum Fatahillah

Museum Fatahillah (unsplash.com/Mareno Tene)

Sebelum dijadikan museum, dulunya tempat ini merupakan Stadhuis (Balai Kota Batavia) yang dibangun pada tahun 1707-1710 oleh Gubernur Jenderal Joan van Hoorn. Arsitektur bangunan Museum Fatahillah bergaya Neoklasik Belanda abad ke-17 yang menyerupai Istana Dam di Amsterdam.

Museum Fatahillah menyimpan koleksi benda peninggalan masa Prasejarah, Tarumanegara, Pajajaran, hingga masa VOC dan kolonial Belanda. Tempat ini juga memiliki penjara bawah tanah yang dulu dipakai untuk menahan para pejuang.

Lokasi: Taman Fatahillah No.1, RT.7/RW.7, Pinangsia, Kecamatan Taman Sari, Kota Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta.

Jam operasional: Selasa-Minggu, mulai pukul 09.00-15.00 WIB.

2. Museum Bank Indonesia

Museum Bank Indonesia (unsplash.com/Rifan 29)

Museum Bank Indonesia adalah museum sejarah ekonomi dan perbankan yang menampilkan peran Bank Indonesia, koleksi uang, dan bangunan cagar budaya. Dulunya, tempat ini merupakan bekas gedung De Javasche Bank yang dibangun pada tahun 1828 oleh kolonial Belanda.

Ada berbagai koleksi uang kuno dari era pra-kolonial, masa kerajaan, masa penjajahan, hingga uang rupiah saat ini. Selain itu, Museum Bank Indonesia memanfaatkan teknologi dan ruang interaktif sebagai sarana edukasi bagi para pengunjung.

Lokasi: Jalan Pintu Besar Utara No.3, RT.4/RW.6, Pinangsia, Kecamatan Taman Sari, Kota Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta.

Jam operasional: Selasa-Minggu, mulai pukul 08.00-15.30 WIB.

3. Museum Bahari

Gedung Museum Bahari (commons.wikimedia.org/Haryo Sutanto)

Museum Bahari merupakan bekas gudang rempah VOC yang kini digunakan sebagai tempat penyimpanan sejarah maritim. Setelah kolonial Belanda pergi meninggalkan Indonesia, dulunya pernah dijadikan gudang logistik militer pada masa pendudukan Jepang.

Koleksinya terdiri dari berbagai jenis perahu dan kapal tradisional, alat navigasi, jangkar, teropong, kompas, dan meriam. Selain itu, Museum Bahari juga menampilkan informasi mengenai sejarah kerajaan maritim nusantara serta tokoh pahlawan kelautan.

Lokasi: Jalan Ps. Ikan No.1, RT.11/RW.4, Penjaringan, Kecamatan Penjaringan, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta.

Jam operasional: Selasa-Minggu, mulai pukul 08.00-16.00 WIB.

4. Gedung Kesenian Jakarta

Gedung Kesenian Jakarta (commons.wikimedia.org/Medelam)

Gedung Kesenian Jakarta adalah bangunan bekas peninggalan kolonial Belanda yang kini berfungsi sebagai pusat pementasan seni dan budaya. Tempat ini dibangun pada 7 Desember 1821 yang dikenal sebagai Theater Schouwburg Weltevreden atau Gedung Komedi.

Kapasitas penonton di sini kurang lebih 450 kursi saja. Gedung Kesenian Jakarta mengusung gaya arsitektur neo-renaisans klasik sehingga cocok untuk dijadikan spot foto.

Lokasi: Jalan Gedung Kesenian, Ps. Baru, Kecamatan Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta.

Jam operasional: setiap hari, buka 24 jam.

5. Museum Seni Rupa dan Keramik

Gedung Museum Seni Rupa dan Keramik (commons.wikimedia.org/Swarabakti)

Museum Seni Rupa dan Keramik adalah tempat pameran di kawasan Kota Tua Jakarta yang menyimpan banyak karya seni. Dulunya, bangunan ini bekas Kantor Dewan Keadilan Belanda (Raad van Justitie) dengan gaya arsitektur Eropa masa lalu.

Koleksinya meliputi lukisan maestro Indonesia, keramik tradisional sejak zaman Majapahit, dan keramik dari berbagai negara. Selain melihat koleksi, wisatawan dapat mengikuti kelas kriya membuat atau melukis gerabah dan keramik.

Lokasi: Jalan Pos Kota No.2 9, RT.9/RW.7, Pinangsia, Kecamatan Taman Sari, Kota Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta.

Jam operasional: Selasa-Minggu, mulai pukul 09.00-15.00 WIB.

Menjelajahi bangunan bersejarah peninggalan Belanda di Jakarta menjadi sarana edukatif untuk meresapi jejak masa lalu yang membentuk wajah ibu kota hari ini. Dengan mengunjungi bangunan bersejarah, kita tidak hanya menghargai sejarah, tetapi merawat identitas bangsa supaya tidak mudah tergerus oleh arus modernisasi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article