Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Cara Packing Baju agar Hemat Ruang, Gulung atau Lipat Lebih Baik?
ilustrasi packing pakaian (pexels.com/Vlada Karpovich)
  • Artikel menjelaskan bahwa tidak ada metode packing baju yang paling benar; baik menggulung maupun melipat punya kelebihan dan kekurangan tergantung kebutuhan perjalanan.
  • Melipat pakaian lebih cocok untuk menjaga kerapian dan efisiensi waktu, sementara menggulung membantu isi koper terlihat rapi serta memudahkan pengambilan pakaian.
  • Teknik ranger roll efektif menghemat ruang, namun bisa membuat pakaian kusut; kombinasi lipat dan gulung disarankan agar hasil packing lebih optimal sesuai jenis pakaian.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Packing baju sering kali jadi tantangan tersendiri, apalagi kalau koper atau tas yang kamu bawa ukurannya terbatas. Gak sedikit orang yang bingung harus menggulung atau melipat pakaian agar semuanya muat tanpa membuat baju kusut.

Padahal, kedua metode tersebut sama-sama punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Sejumlah pakar perjalanan dan penulis gaya yang diwawancarai Wirecutter menjelaskan bahwa gak ada satu teknik packing yang paling cocok untuk semua kondisi.

Karena itu, memahami kapan sebaiknya menggulung dan kapan lebih baik melipat pakaian akan membuat proses packing jadi lebih praktis sekaligus hemat ruang. Supaya gak salah memilih metode, simak lima cara packing baju berikut yang bisa kamu sesuaikan dengan kebutuhan perjalananmu.

1. Kalau ingin packing lebih cepat, pilih metode lipat

ilustrasi melipat baju (unsplash.com/Sarah Brown)

Kalau kamu termasuk orang yang sering packing mendadak, melipat pakaian bisa menjadi pilihan paling praktis. Kamu tinggal memindahkan pakaian yang sudah tersusun rapi di lemari langsung ke dalam koper atau packing cube tanpa perlu menggulungnya satu per satu. Cara ini membuat proses packing terasa lebih cepat dan gak terlalu merepotkan. Selain menghemat waktu, kamu juga gak perlu mengubah kebiasaan menyimpan pakaian sebelum bepergian.

Alexander Aciman, penulis gaya di Wirecutter, berpendapat bahwa melipat pakaian lebih praktis jika kamu ingin packing dengan cepat. Menurutnya, kamu gak perlu membuka kembali pakaian yang sudah tersusun rapi di lemari hanya untuk menggulungnya. Cara tersebut justru bisa menambah pekerjaan ketika waktu keberangkatan sudah semakin dekat. Jika prioritasmu adalah efisiensi, metode lipat menjadi pilihan yang lebih sederhana untuk dilakukan.

2. Kalau ingin pakaian lebih rapi, lipat lebih disarankan

ilustrasi packing pakaian (unsplash.com/Neakasa)

Banyak orang mengira menggulung pakaian bisa mengurangi kusut, tapi kenyataannya gak selalu begitu. Berdasarkan hasil pengujian yang dilakukan Wirecutter terhadap kaus berbahan katun, pakaian yang dilipat justru memiliki lebih sedikit kerutan setelah disimpan selama 24 jam di dalam koper. Temuan ini menunjukkan bahwa cara menyimpan pakaian juga berpengaruh pada tampilannya saat akan dipakai. Hal tersebut terutama berlaku untuk pakaian yang berbahan mudah kusut.

Nicola Fumo, penulis gaya yang diwawancarai Wirecutter, menjelaskan bahwa proses menggulung memberi lebih banyak kesempatan bagi kain untuk berubah bentuk dibandingkan saat dilipat. Karena itu, pakaian formal seperti kemeja, blus, gaun, atau celana bahan lebih baik disimpan dalam keadaan terlipat. Cara ini membantu pakaian tetap terlihat lebih rapi ketika dikeluarkan dari koper. Kamu pun gak perlu menghabiskan banyak waktu untuk merapikannya sebelum dipakai.

3. Kalau ingin isi koper mudah terlihat, gulung pakaian

ilustrasi packing pakaian (pexels.com/Kindel Media)

Menggulung pakaian punya keunggulan besar dalam hal kerapian isi koper. Saat semua pakaian digulung, kamu bisa langsung melihat seluruh isi koper tanpa harus membongkar tumpukan baju. Cara ini sangat membantu ketika kamu hanya ingin mengambil satu pakaian tertentu. Isi koper pun tetap tertata meski kamu sudah beberapa kali mengambil pakaian selama perjalanan.

Metode gulung juga sangat cocok dipadukan dengan packing cube. Pakaian yang digulung bisa disusun rapat sehingga membentuk susunan yang padat dan mudah diatur di dalam koper. Selain itu, kamu dapat mengambil satu gulungan pakaian tanpa mengganggu pakaian lain yang ada di sekitarnya. Gulungan pakaian juga bisa dimanfaatkan untuk mengisi celah-celah kecil di dalam koper agar ruang penyimpanan digunakan secara maksimal.

4. Kalau ingin hemat ruang maksimal, coba teknik ranger roll

ilustrasi packing pakaian (pexels.com/Gustavo Fring)

Kalau tujuan utamamu adalah menghemat ruang, teknik ranger roll layak dicoba. Teknik yang berasal dari militer ini berbeda dari gulungan biasa karena pakaian digulung lebih rapat lalu dikunci menggunakan bagian bawah kain. Hasil akhirnya jauh lebih padat sehingga dapat memanfaatkan ruang di dalam tas secara maksimal. Teknik ini sering menjadi pilihan ketika kapasitas tas atau ransel benar-benar terbatas.

Namun, ranger roll membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan menggulung pakaian seperti biasa. Proses menggulung yang lebih rapat juga berpotensi membuat pakaian lebih kusut, terutama jika bahannya mudah berkerut. Meski begitu, teknik ini tetap efektif untuk pakaian ringan seperti kaus atau pakaian olahraga. Jika kamu ingin membawa banyak pakaian dalam tas berukuran kecil, ranger roll bisa menjadi solusi yang patut dicoba.

5. Kombinasikan metode gulung dan lipat sesuai jenis pakaian

ilustrasi packing pakaian (pexels.com/Vlada Karpovich)

Sebenarnya, kamu gak harus memilih salah satu metode saja. Claire Wilcox, penulis panduan packing cube di Wirecutter menyarankan untuk mengombinasikan metode menggulung dan melipat agar hasil packing lebih optimal. Menurutnya, setiap jenis pakaian memiliki cara penyimpanan yang paling sesuai. Dengan begitu, kamu bisa memperoleh manfaat dari kedua metode sekaligus.

Claire Wilcox menyarankan agar pakaian formal seperti kemeja, blus, dan gaun dilipat supaya tetap terlihat rapi. Sebaliknya, pakaian kasual seperti kaus, legging, pakaian rajut, dan bahan sintetis yang gak gampang kusut lebih cocok digulung. Pendekatan ini membuat isi koper lebih teratur tanpa mengorbankan kondisi pakaian. Kamu juga bisa menyesuaikan cara packing berdasarkan jenis perjalanan dan pakaian yang akan dibawa.

Pada akhirnya, gak ada jawaban mutlak apakah menggulung atau melipat pakaian adalah cara packing terbaik. Semua bergantung pada jenis pakaian, tujuan perjalanan, dan kebutuhanmu selama bepergian.

Kalau ingin pakaian tetap rapi, melipat bisa menjadi pilihan yang lebih tepat. Sebaliknya, jika ingin isi koper lebih mudah diakses atau memanfaatkan ruang kosong, menggulung layak dicoba. Mengombinasikan kedua metode justru menjadi solusi paling efektif agar koper tetap rapi, hemat ruang, dan siap menemani perjalananmu dengan nyaman.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article