7 Tempat Terbaik untuk Melihat Bulan saat Tsukimi di Jepang

- Tsukimi adalah tradisi Jepang sejak periode Heian untuk menikmati bulan purnama musim gugur, pada 15 bulan ke-8 dan 13 bulan ke-9 kalender Jepang; 2026 diperkirakan 25 September serta 23 Oktober.
- Teluk Matsushima, Kuil Daikakuji, Kastil Himeji, Sankeien Garden, dan Kastil Matsumoto menawarkan pantulan bulan di air, acara teh, musik tradisional, lentera, hingga akses malam di lokasi bersejarah.
- Gunung Inasa di Nagasaki dan Dek Observasi Gunung Moiwa di Hokkaido memadukan pemandangan bulan purnama dengan city lights, serta dapat dijangkau menggunakan kereta gantung atau bus.
Tsukimi merupakan tradisi masyarakat Jepang untuk melihat bulan purnama pada musim gugur yang sudah dilakukan sejak periode Heian (794–1185 M). Perayaan tersebut biasanya dilakukan pada hari ke-15 bulan ke-8 dan hari ke-13 bulan ke-9 dalam kalender Jepang. Pada tahun ini, diperkirakan akan jatuh pada 25 September 2026 dan 23 Oktober 2026.
Sebagian orang mengunjungi kuil, kastil, atau taman untuk mengikuti rangkaian acara maupun sekadar piknik sambil memandang bulan. Sepintas mirip hanami saat musim semi, tetapi suasananya cenderung lebih tenang, syahdu, dan tentu dilakukan pada malam hari. Kamu yang ingin menikmati momen tersebut layaknya warga lokal dapat mengunjungi beberapa tempat terbaik untuk melihat bulan tsukimi di Jepang berikut ini.
1. Teluk Matsushima, Miyagi

ilustrasi bulan purnama di Teluk Matsushima, Miyagi (commons.wikimedia.org/Kumamushi) Tempat pertama yang dapat kamu pertimbangkan adalah Teluk Matsushima di Prefektur Miyagi, wilayah Tohoku. Setidaknya terdapat 260 pulau kecil yang ditumbuhi pohon pinus yang tersebar di perairannya. Tempat ini terkenal sebagai salah satu dari Japan’s Three Great Views atau Nihon Sankei.
Dari pagi hingga sore hari, pohon pinus yang hijau dan laut biru telah banyak menarik pengunjung sepanjang tahun. Pada malam musim gugur yang cerah, cahaya bulan purnama terpantul di perairan yang tenang, sehingga para penduduk setempat menyebutnya kinpa yang berarti ombak emas. Bayangan bulan keemasan yang berkilau ini menjadi pemandangan yang diburu banyak orang.
2. Kuil Daikakuji, Kyoto
Buat kamu yang berencana liburan ke Kyoto dan sekitarnya saat musim gugur, bisa mampir ke Kuil Daikakuji untuk merayakan Tsukimi. Perlu kamu tahu bahwa kuil ini dulunya adalah vila kekaisaran dan Kolam Osawa menjadi spot yang paling menarik. Selama berabad-abad, para bangsawan naik perahu untuk menyaksikan pantulan bulan. Tradisi tersebut masih dilakukan hingga saat ini selama Kangetsu no Yube (Malam Menikmati Bulan).
Pada malam-malam tersebut, kolam akan dihiasi lentera dan pengunjung dapat menikmati musik serta minum teh sambil melihat bulan. Kalau kamu ingin mendapatkan pengalaman naik perahu di Kolam Osawa, sebaiknya melakukan reservasi terlebih dahulu bila memungkinkan. Sebab, aktivitas tersebut sangat populer di kalangan warga lokal.
3. Kastil Himeji, Hyogo

Kastil Himeji, Hyogo (pixabay.com/siamkop) Kastil Himeji merupakan salah satu kastil terbesar di Jepang, terdaftar sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO dan National Treasure of Japan. Kastil ini juga disebut sebagai Kastil Bangau Putih karena kemiripannya dengan burung bangau yang sedang membentangkan sayapnya. Jika tertarik untuk menjelajahi tempat ini, kamu bisa membayar tiket masuk seharga 2.500 yen Jepang (Rp285,8 ribu) per orang dan sudah termasuk tur berpemandu dalam bahasa Inggris bersertifikat.
Setiap musim gugur, halaman Kastil Himeji menjadi tempat penyelenggaraan Otsukimi-kai (Festival Melihat Bulan). Pengunjung dapat menikmati musik tradisional, teh, dan manisan musiman. Pada festival, para pengunjung juga diajak menyusuri bagian kastil yang biasanya ditutup saat malam hari.
4. Gunung Inasa, Nagasaki

ilustrasi pelabuhan Nagasaki dari Gunung Inasa, Nagasaki saat malam hari (commons.wikimedia.org/Marine-Blue) Ingin melihat bulan purnama sekaligus city lights? Gunung Inasa di Prefektur Nagasaki menjadi tempat yang tepat untuk dikunjungi. Tingginya hanya 333 meter di atas permukaan laut (mdpl), tetapi punya observatorium 360 derajat dengan panorama luas menghadap Pelabuhan Nagasaki, perbukitan, dan perkotaan.
Saat malam hari, citylight Kota Nagasaki tampak berkilauan, menjadikannya salah satu dari Japan’s Top Three Night Views bersama pemandangan Kobe dari Gunung Rokko dan pemandangan Hakodate dari Gunung Hakodate. Ketika Tsukimi, tempat ini akan lebih ramai dan termasuk tujuan populer bagi pasangan, keluarga, serta fotografer. Kamu pun bisa menikmati panorama menakjubkan antara alam dan buatan manusia.
Kamu tidak harus mendaki, karena tersedia kereta gantung dan bus yang akan mengantarmu ke titik terdekat dari puncak. Stasiun kereta gantung berjarak 5 menit naik bus dari Stasiun Nagasaki, cocok buat yang gak mau jalan jauh ke puncak. Alternatif lainnya, kamu bisa naik bus dari Stasiun Nagasaki ke Halte Bus Inasayama, lalu berjalan kaki sekitar 15 menit ke puncak.
5. Sankeien Garden, Kanagawa
Sankeien Garden dapat menjadi itinerary saat liburan musim gugur di Kanagawa. Taman ini terkenal dengan rumah teh tradisional, kolam dan bunga musiman. Selama Tsukimi, taman tetap buka hingga malam hari dengan pencahayaan yang lembut dan acara minum teh.
Kamu dapat menyaksikan pantulan bulan di kolam, sekelilingnya berupa bangunan bersejarah, sehingga membuat suasananya seperti peristirahatan yang tenang di tengah kota. Letaknya cukup dekat dengan Pecinan Yokohama, pas banget untuk kuliner malam sebelum atau sesudah Sankeien Garden. Harga tiket masuk taman ini 900 yen Jepang (Rp102,8 ribu) per orang.
6. Kastil Matsumoto, Nagano

Kastil Matsumoto, Nagano saat malam hari (commons.wikimedia.org/Oooooko) Tempat berikutnya adalah Kastil Matsumoto di Prefektur Nagano yang punya menara utama lima tingkat tertua di Jepang. Kastil ini merupakan satu-satunya kastil di Jepang yang seluruh dinding menara utamanya dilapisi pernis hitam, sehingga dijuluki Kastil Gagak. Selain itu, juga telah ditetapkan sebagai National Treasure of Japan dan menjadi salah satu dari tiga kastil di Jepang yang memiliki menara pengamatan bulan khusus, yaitu Tsukimi Yagura.
Dulunya, Tsukimi Yagura digunakan sebagai tempat berkumpul para bangsawan bersama pengikutnya untuk mengagumi bulan, minum sake, dan menggubah puisi. Pintu geser menara yang lebar saat dibuka menawarkan pemandangan langit malam dan parit di sekitar kastil tanpa halangan. Buat kamu yang penasaran, kamu bisa mengunjungi kastil ini dengan berjalan kaki sekitar 15 menit dari Stasiun JR Matsumoto.
7. Dek Observasi Gunung Moiwa, Hokkaido

ilustrasi pemandangan dari Dek Observasi Gunung Moiwa, Hokkaido saat malam hari (commons.wikimedia.org/掬茶) Lebih tertarik menikmati musim gugur di Jepang bagian utara? Gunung Moiwa menjadi salah satu tempat terbaik untuk Tsukimi, di mana puncaknya dapat dijangkau dengan kereta gantung. Di sini terdapat dek observasi yang menyuguhkan pemandangan lampu di Dataran Ishikari yang berkilau, bulan purnama, dan masakan Prancis di restoran tertinggi di Sapporo.
Dek observasi tersebut berada di puncak Gunung Moiwa pada ketinggian 531 mdpl. Kamu bisa menikmati layanan kereta gantung mulai pukul 10.30–21.30 dan tersedia bus antar-jemput gratis setiap 15 menit. Tempat ini dapat diakses dengan naik trem dari Stasiun Subway Odori dan turun di Ropeway Iriguchi, lalu berjalan kaki sekitar 10 menit.
Keindahan bulan purnama saat musim gugur di Jepang bisa dilihat dari salah satu tempat terbaik untuk Tsukimi. Tidak harus di kuil atau kastil, masih ada gunung dan teluk untuk merasakan suasana yang lebih alami. Ada yang masuk bucket list-mu?





















