Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Desa Tercantik di Yunani Bak Negeri Dongeng, Gak Cuma Santorini
ilustrasi pemandangan di Yunani (unsplash.com/Johnny Africa)

Yunani memang identik dengan Santorini yang dipenuhi rumah-rumah putih beratap biru. Selain itu, negara di kawasan Mediterania ini masih menyimpan banyak desa cantik yang pesonanya gak kalah memikat. Mulai dari desa nelayan berwarna-warni, permukiman di lereng pegunungan, hingga kota batu abad pertengahan yang masih terawat, semuanya menawarkan pengalaman liburan yang berbeda.

Jika kamu sedang menyusun bucket list wisata ke Yunani atau sekadar mencari inspirasi destinasi impian, lima desa tercantik berikut ini layak masuk daftar kunjungan. Selain mempunyai panorama memukau, masing-masing juga menyimpan sejarah dan suasana khas yang membuatnya terasa seperti negeri dongeng.

1. Desa Oia, Santorini

ilustrasi kubah gereja warna biru di Oia (unsplash.com/Yang Yang)

Desa Oia berada di ujung utara Pulau Santorini yang terkenal berkat bangunan bercat putih, kubah gereja berwarna biru, serta pemandangan matahari terbenam yang memukau. Desa ini berdiri di atas tebing kaldera hasil letusan gunung berapi ribuan tahun lalu.

Dari sini, kamu dapat menikmati panorama Laut Aegea, berjalan menyusuri gang-gang sempit yang dipenuhi butik lokal, galeri seni, hingga kafe dengan teras menghadap laut. Waktu terbaik untuk berkunjung kemari adalah pagi hari atau menjelang sore hari. Selain cuacanya lebih nyaman, kamu juga bisa menikmati suasana desa sebelum dipadati wisatawan untuk berburu sunset.

2. Desa Papingo, Pegunungan Zagori

ilustrasi suasana pegunungan di Papingo (unsplash.com/Teo Zac)

Desa Papingo atau Papigo adalah sebuah kawasan desa tradisional yang indah di wilayah Pegunungan Zagori. Berbeda dari citra Yunani yang identik dengan pantai, Papingo justru menawarkan lanskap pegunungan yang hijau. Selain itu, desa ini terkenal akan rumah-rumah batu tradisional dan jalur pendakian menuju Taman Nasional Vikos-Aoös.

Desa ini terbagi menjadi dua permukiman, yaitu Megalo Papingo dan Mikro Papino yang dihubungkan jalan berbatu dengan latar pegunungan. Salah satu daya tarik utamanya adalah kolam batu alami Rogovo Pools yang terbentuk dari aliran sungai pegunungan. Suasananya pun sejuk, membuat kawasan ini menjadi destinasi ideal bagi pencinta alam maupun wisatawan yang ingin menikmati sisi lain Yunani.

3. Desa Pyrgi, Pulau Chios

ilustrasi motif geometris hitam putih di Pyrgi (unsplash.com/Eleni Afiontzi)

Pyrgi merupakan salah satu desa paling unik di Yunani. Hampir seluruh fasad rumahnya dihiasi motif geometris hitam putih yang disebut xysta, sebuah teknik dekorasi tradisional yang diwariskan secara turun-temurun.

Berjalan di dalam desa ini terasa seperti memasuki galeri seni terbuka. Lorong-lorong sempit, lengkungan batu, dan bangunan bergaya abad pertengahan menciptakan suasana yang berbeda dari desa-desa lain di Yunani.

4. Desa Assos, Pulau Kefalonia

ilustrasi rumah berwarna pastel di Assos (unsplash.com/Konstantina Zag)

Terletak di semenanjung kecil di Pulau Kefalonia, Assos merupakan desa nelayan yang dihiasi rumah-rumah berwarna pastel menghadap Laut Ionia. Jalan-jalannya yang tenang dipenuhi bougainvillea, sementara di atas bukit berdiri Benteng Venesia abad ke 16 yang menawarkan panorama laut dari ketinggian.

Meski berukuran kecil, desa ini menjadi salah satu desa paling fotogenik di Yunani. Suasananya jauh lebih santai dibanding destinasi populer seperti Santorini, sehingga cocok bagi kamu yang ingin menikmati pesona Yunani tanpa keramaian.

5. Desa Apeiranthos, Pulau Naxos

ilustrasi bangunan dengan batu marmer putih di Apeiranthos (unsplash.com/Evangelos Mpikakis)

Desa Apeiranthos sering dijuluki sebagai desa marmer karena hampir seluruh jalan, tangga, hingga alun-alunnya menggunakan batu marmer putih. Berada di lereng Gunung Fanari, desa ini mempertahankan arsitektur Cycladic yang dipadukan dengan pengaruh Venesia.

Gang-gang sempit yang teduh, rumah-rumah batu, kafe tradisional, dan museum kecil, membuat Apeiranthos terasa autentik. Jalan-jalan di desa ini menghadirkan suasana Yunani tempo dulu yang masih terjaga dengan baik.

Setiap desa di atas memiliki karakter yang berbeda serta menyimpan pesona autentik dan budaya lokal. Kalau suatu hari berkesempatan menjelajahi Yunani, jangan terpaku pada Santorini saja. Menyempatkan diri mengunjungi desa-desa di atas akan memberikan pengalaman yang lebih kaya, dimana setiap sudutnya menghadirkan pemandangan bak negeri dongeng yang sulit dilupakan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article