Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Tempat Wisata Budaya di Jiufen Taiwan yang Paling Populer

5 Tempat Wisata Budaya di Jiufen Taiwan yang Paling Populer
ilustrasi Jiufen (pexels.com/ Khan ishaan)
  • Jiufen, kota perbukitan Taiwan yang dulu berkembang lewat pertambangan emas, menyimpan jejak sejarah pada bangunan tua, gang berbatu, rumah teh, dan tempat ibadah.
  • Jiufen Old Street, Shengping Theater, dan Goldore Museum memperlihatkan kehidupan perdagangan, hiburan, serta industri tambang yang membentuk identitas kawasan ini.
  • Qingyun Temple dan Chiufen Teahouse menghadirkan sisi tradisi lokal, dari aktivitas keagamaan hingga budaya minum teh dengan suasana lereng bukit.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jiufen bukan cuma dikenal karena gang-gang sempit dengan lampion merah dan pemandangan pegunungan menuju laut. Kota kecil di kawasan perbukitan Taiwan ini punya sejarah yang cukup panjang, terutama karena pernah berkembang sebagai kawasan pertambangan emas.

Jejak masa lalu tersebut masih bisa ditemukan dari bangunan tua, rumah teh, jalan bersejarah, sampai tempat ibadah yang masih digunakan. Buat kamu yang tertarik dengan wisata budaya di Jiufen, beberapa tempat berikut bisa membantu mengenal sisi lain kawasan yang populer sebagai destinasi sehari di sekitar Taipei.

  1. 1. Jiufen Old Street

    ilustrasi Jiufen Old Street
    ilustrasi Jiufen Old Street (pexels.com/ Marek Piwnicki)

    Jiufen Old Street atau Jishan Street merupakan kawasan yang paling dikenal di Jiufen. Jalan ini berkembang dari kawasan permukiman dan perdagangan yang berkaitan dengan sejarah pertambangan emas Jiufen. Sampai sekarang, suasana bangunan lama, gang berbatu, toko makanan tradisional, dan kedai teh masih menjadi bagian penting dari kawasan tersebut.

    Berjalan kaki di sini terasa seperti menyusuri bagian lama Jiufen yang masih ramai digunakan. Selain mencari makanan khas Taiwan dan oleh-oleh, pengunjung bisa memperhatikan bentuk bangunan serta gang yang mengikuti kontur bukit. Kawasan ini paling ramai pada siang hingga sore hari, terutama ketika wisatawan datang untuk menikmati suasana kota tua.

  2. 2. Jiufen Shengping Theater

    ilustrasi Jiufen Shengping Theater
    ilustrasi Jiufen Shengping Theater (commons.wikimedia.org/ Another Believer)

    Shengping Theater merupakan bekas bioskop yang memiliki kaitan erat dengan perkembangan Jiufen pada masa pertambangan dan periode setelahnya. Bioskop ini pernah menjadi tempat hiburan masyarakat setempat ketika Jiufen masih memiliki aktivitas ekonomi yang lebih ramai. Bangunannya kemudian dipugar dan dibuka kembali sebagai tempat yang memperkenalkan sejarah serta budaya kawasan tersebut.

    Di dalamnya, pengunjung dapat melihat berbagai benda dan tampilan yang berkaitan dengan kehidupan hiburan pada masa lalu. Bentuk bangunannya juga masih mempertahankan nuansa bioskop lama, sehingga tempat ini menarik bagi wisatawan yang ingin melihat sisi historis Jiufen selain sekadar berbelanja atau mencicipi makanan.

  3. 3. Jiufen Goldore Museum

    ilustrasi Jiufen Goldore Museum
    ilustrasi Jiufen Goldore Museum (commons.wikimedia.org/ CT Snow)

    Jiufen Goldore Museum menjadi tempat yang cocok untuk memahami hubungan antara Jiufen dan pertambangan emas. Sejarah kawasan ini memang gak bisa dipisahkan dari aktivitas pertambangan yang membuat Jiufen berkembang pesat pada masa lalu. Museum ini memperkenalkan cerita mengenai pertambangan dan kehidupan masyarakat yang berkaitan dengan industri tersebut.

    Kunjungan ke museum bisa menjadi pelengkap setelah berjalan-jalan di kawasan kota tua. Daripada hanya melihat bangunan lama dari luar, kamu bisa mendapatkan gambaran mengenai alasan Jiufen memiliki bentuk permukiman yang khas di kawasan perbukitan. Tempat seperti ini juga membantu menjelaskan kenapa sejarah pertambangan begitu kuat dalam identitas Jiufen sampai sekarang.

  4. 4. Jiufen Qingyun Temple

    ilustrasi Jiufen Qingyun Temple
    ilustrasi Jiufen Qingyun Temple (commons.wikimedia.org/ 阿道)

    Jiufen Qingyun Temple merupakan salah satu tempat ibadah yang bisa dikunjungi ketika ingin melihat sisi keagamaan masyarakat setempat. Kuil-kuil tradisional seperti ini punya posisi penting dalam kehidupan komunitas Taiwan karena bukan hanya digunakan untuk berdoa, tetapi juga berkaitan dengan berbagai kegiatan masyarakat dan tradisi lokal.

    Berada di kawasan perbukitan membuat perjalanan menuju kuil juga memberikan gambaran mengenai karakter geografis Jiufen. Pengunjung sebaiknya tetap menjaga ketenangan dan memperhatikan aturan yang berlaku ketika masuk ke area ibadah. Dengan begitu, kunjungan ke tempat ini bukan hanya soal melihat arsitektur, tetapi juga memahami bahwa kawasan wisata tersebut masih menjadi bagian dari kehidupan masyarakat lokal.

  5. 5. Jiufen Teahouse

    ilustrasi A-Mei Tea House
    ilustrasi A-Mei Tea House (commons.wikimedia.org/ ume-y)

    Chiufen Teahouse menjadi salah satu rumah teh yang terkenal di Jiufen dan menempati bangunan tua dengan suasana tradisional Taiwan. Budaya minum teh sendiri punya tempat penting dalam kehidupan masyarakat Taiwan, sehingga rumah teh menjadi pilihan menarik bagi wisatawan yang ingin menikmati Jiufen dengan cara yang lebih santai.

    Bangunannya juga punya kaitan dengan karakter arsitektur Jiufen yang bertingkat dan mengikuti lereng bukit. Dari area rumah teh, pengunjung dapat menikmati teh sambil melihat suasana perbukitan dan laut di kejauhan, tergantung kondisi cuaca. Tempat ini cocok dikunjungi ketika ingin beristirahat setelah menjelajahi gang-gang Jiufen yang cukup menanjak.

    Jiufen menarik bukan hanya karena tampilannya yang fotogenik. Di balik jalan sempit dan bangunan yang menempel di lereng bukit, kawasan ini menyimpan cerita tentang perubahan sebuah komunitas dari daerah pertambangan menjadi salah satu tujuan wisata yang dikenal luas di Taiwan.

    Kalau berkunjung, coba luangkan waktu untuk berjalan tanpa terburu-buru. Detail kecil pada bangunan, gang, rumah teh, dan tempat ibadah justru bisa membuat suasana Jiufen terasa lebih dekat dengan kehidupan lokalnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More