5 Fakta Gunung Sagara Garut, Bisa Camping dengan View Talaga Bodas

- Gunung Sagara di Desa Tenjonagara, Sucinaraja, Garut, berketinggian 2.132 mdpl dan menawarkan panorama Talaga Bodas, Papandayan, Ciremay, serta matahari terbit dari area puncak.
- Akses transportasi umum melalui Terminal Guntur, angkot ke Cibatu, lalu ojek menuju Kampung Tajur; pendaki juga dapat memakai layanan antar-jemput atau open trip.
- Tersedia jalur Sagara dan Tajur dengan durasi 3–5 jam, fasilitas camping serta sumber air; SIMAKSI Rp25.000 per orang, parkir motor Rp10.000 per malam.
Selain Papandayan, Guntur, dan Cikuray; Garut juga memiliki Gunung Sagara sebagai destinasi wisata. Gunung satu ini menarik perhatian karena memiliki medan pendakian menantang. Walaupun bercucuran keringat, pendaki akan disuguhi pemandangan indah saat tiba di puncak.
Gak cuma berfoto-foto, pendaki juga bisa menginap di tenda untuk menikmati indahnya puncak Gunung Sagara. Namun, sebelum mendaki sebaiknya perhatian dulu fakta Gunung Sagara Garut untuk membantumu mendaki. Mulai dari lokasi dan akses hingga budget yang harus disediakan untuk mendaki.
1. Dibalik nama Gunung Sagara

ilustrasi dasar laut (pexels.com/Lachlan Ross) Gunung Sagara memiliki beberapa nama lain, ada yang menyebutkan Gunung Kumbang. Penyebutan Gunung Kumbang umum disebut oleh penduduk sekitar. Adapula yang menyebutnya sebagai Gunung Perawan karena masih belum populer. Selain itu, ada yang menyebut Gunung Sagara sebagai miniatur Gunung Rinjani.
Namun yang pasti, arti dari sagara dari Gunung sagara adalah lautan. Konon seperti halnya lautan, jika menjelajah Gunung Sagara dengan niat buruk bisa menyesatkan. Seperti halnya tersesat di tengah lautan tak bertepi dan begitu pun sebaliknya.
2. Karakteristik dan daya tarik
Seperti namanya, Gunung Sagara terletak di Kampung Sagara. Kampung tersebut berada di Desa Tenjonagara, Kec. Sucinaraja, Kab. Garut. Gunung ini memiliki ketinggian 2.132 mdpl dengan suhu sekitar 19 derajat celcius. Gunung Sagar merupakan gunung berapi yang aktif namun masih banyak yang mengunjungi terutama pada Selasa Kliwon atau Jumat Kliwon.
Selain menyimpan cerita mistis, Gunung Sagara memiliki daya tarik terutama pemandangannya. Gunung Sagara termasuk gunung yang mengitari Garut dengan pemandangan Talaga Bodas, Gunung Papandayan, dan Gunung Ciremay. Saat menginap di puncak, jangan lewatkan menikmati matahari terbit yang dihias gumpalan awan.
3. Rute ke Gunung Sagara

ilustrasi mendaki (pexels.com/Guduru Ajay bhargav) Untuk menikmati keindahannya, pendaki harus melakukan perjalanan dengan kendaraan pribadi atau angkutan umum. Pengguna angkutan umum bisa menggunakan bus dengan tujuan Terminal Guntur Garut. Setelah itu naik angkot menuju Cibatu dan turun di pertigaan Sadang atau Sucinaraja. Lanjut ojek ke Kampung Tajur yang merupakan basecamp Gunung Sagara.
Selain angkot lanjut ojek, bisa juga naik angkutan yang menyediakan antar dan jemput. Dengan begitu, gak perlu bingung lagi saat turun dari pendakian. Tak hanya itu, pendaki bisa ikut dalam open trip gunung atau TO (Trekking Organizer) untuk lebih mudah dan praktis.
4. Jalur pendakian
Untuk sampai ke puncak, ada dua jalur yang bisa dilalui oleh pendaki. Kedua jalur ini memiliki daya tarik dan medan yang tentu berbeda. Kedua jalur itu adalah pendakian via Sagara dan via Tajur dengan estimasi pendakian sekitar 3-5 jam. Lama pendakian tergantung kondisi medan pendakian dan pendakinya sendiri.
Pendakian via Sagara yang buka tahun 2019 ini bisa ditempuh dengan durasi waktu 3-4 jam. Ada empat pos yang harus dilewati dengan pemandangan kebun kopi dan sayur, sumber mata air, serta tanaman yang bisa dimakan seperti Begonia. Medannya termasuk curam sehingga butuh fisik yang bugar untuk sampai ke puncak. Sedangkan pendakian via Tajur bisa dilampaui dengan estimasi waktu sekitar 4-5 jam.
5. Fasilitas dan harga tiket masuk

ilustrasi camping (pexels.com/SUMAN MANDAL) Selain pemandangan yang indah, sekitar Gunung Sagara juga sudah terdapat area yang mendukung pendakian. Ada area berkemah yang aman dan terlindungi, serta beberapa tempat sudah tersedia sumber air. Selain itu toilet bersih, makanan ringan dan tempat peristirahatan juga fasilitas yang tersedia di Gunung Sagara.
Namun sebelum masuk, ada biaya-biaya yang harus diperhitungkan. SIMAKSI atau Surat Ijin Masuk Kawasan Konservasi seharga Rp25.000 untuk per orang. Untuk kendaraan bermotor yang parkir di basecamp, dikenakan Rp10.000 per malam. Sedangkan pendaki yang ingin gabung dengan open trip, biayanya sekitar Rp320.000, tergantung fasilitas yang didapatkan.
Itu dia fakta Gunung Sagara Garut yang perlu diketahui sebelum mendaki. Memiliki pemandangan yang indah, Gunung Sagara layak masuk list pendakian. Namun, selalu persiapkan kebutuhan mendaki agar pendakian tetap nyaman dan aman ya!





















