Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Fakta Gunung Aseupan Banten, Rumah Kantong Semar!

5 Fakta Gunung Aseupan Banten, Rumah Kantong Semar!
Gunung Aseupan (id.wikipedia.org/Raffaelsatrya)
Share Article

Gunung memiliki pesona yang tidak bisa ditolak, termasuk Gunung Aseupan yang ada di Banten. Gunung ini memiliki daya tarik utama pada pemandangannya yang indah dan tak terlupakan. Apalagi, gunung ini juga menyimpan aneka ragam hayati yang tak tergantikan yakni menjadi rumah kantong semar langka. Untuk itu, mendaki di Gunung aseupan adalah hal yang tidak boleh dilewatkan.

Namun, sebelum mendaki sebaiknya ketahui dulu fakta tentang Gunung Aseupan berikut ini. Mulai dari lokasi gunung hingga jalur yang sebaiknya dilalui oleh para pendaki.

1. Lokasi Gunung Aseupan

ilustrasi mobil jeep
ilustrasi mobil jeep (pixabay.com/valentinikid)

Secara administratif, Gunung Aseupan berada di Kabupaten Serang, Banten. Lebih tepatnya berada di sekitar 18 km dari pusat Kota Pandeglang sebelah barat. Untuk menjangkau lokasinya, bisa dilalui menggunakan kendaraan pribadi atau juga bisa menggunakan transportasi umum. 

Untuk kamu yang berada di luar kota, kamu bisa naik transportasi umum menuju Rangkas Bitung. Dari Rangkas Bitung bisa langsung ke Desa Sikulan dan mengurus perizinan untuk mendaki. Selain itu, dari Jakarta bisa langsung menuju Terminal Serang dan lanjut ke Desa Cilowong. Untuk perjalanan dari Jakarta ini memakan waktu sekitar 2-3 jam tergantung kondisi lalu lintas.

2. Karakteristik gunung

ilustrasi mendaki
ilustrasi mendaki (pixabay.com/astama81)

Gunung Aseupan berasal dari bahasa Sunda yaitu Aseupan yang berarti kukusan atau alat pengukus nasi atau makanan lainnya. Alat kukus ini terbuat dari bambu yang dianyam membentuk kerucut. Bentuk kerucut ini mirip dengan gunung. Oleh karena itu masyarakat menyebut gunung ini dengan Gunung Aseupan.

Tinggi Gunung Aseupan mencapai 1.174 mdpl dengan luas kurang lebih 8.095 hektar. Secara geologis, gunung ini merupakan gunung api purba tapi sudah tidak aktif. Namun sayang, tidak ada catatan kapan terakhir kali gunung ini meletus dan tidak diketahui juga kapan terakhir kali kawahnya aktif.

3. Daya tarik kantong semar hingga makam

ilustrasi kantong semar
ilustrasi kantong semar (pixabay.com/DEZALB!)

Sebagai gunung yang pernah aktif, Gunung Aseupan memiliki karakteristik tanah subur dengan vegetasi yang lebat. Oleh karena itu, panorama alam menjadi daya tarik utama bagi wisatawan. Salah satunya adalah flora kantong semar yang bisa dilihat di ketinggian 1.000-1.100 mdpl.

Tak hanya diliputi oleh keindahan alam, Gunung Aseupan juga dikelilingi dengan aura mistis. Pasalnya terdapat makam tanpa nama yang membuat imajinasi masyarakat berkembang. Bahkan, konon banyak kejadian supranatural yang sulit dijelaskan ketika mendaki ke gunung satu ini, seperti melihat sosok kasat mata dan lain sebagainya.

4. Jalur pendakian

ilustrasi mendaki gunung
ilustrasi mendaki gunung (pexels.com/Oziel Gómez)

Untuk kamu yang ingin mendaki dan menikmati keindahannya, Gunung Aseupan bisa dijangkau dengan dua jalur. Jalur pertama dari arah barat daya yang dikenal dengan Jalur Sikulan dan jalur arah selatan dikenal dengan jalur Ulun Jaya. Namun, jalur yang sering dibuka adalah Jalur Sikulan.

Jalur Sikulan sendiri dibagi lagi menjadi tiga jalur. Pertama via Kaduhejo Sukaraja, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pandeglang. Di jalur ini disuguhi mata air pegunungan yang jernih dan ada area kemah pada pos tiga. Jalur kedua via kantong semar, Sikulan, Kecamatan Jiput, Kabupaten Pandeglang. Terakhir via Abah Umar yang ada di Sikulan, Kabupaten Pandeglang.

5. Hal yang harus diketahui sebelum mendaki

ilustrasi mendaki
ilustrasi mendaki (pexels.com/cottonbro studio)

Namun sebelum mendaki, lebih baik ketahui dulu medan dan apa hal-hal yang tidak boleh dilakukan. Medan pendakian di Gunung Aseupan cukup menantang, pasalnya walaupun tidak terlalu tinggi tapi jalur pendakiannya cukup menanjak dan terjal. Selain itu banyak spot bebatuan, semak belukar, tanaman berduri serta tidak ada mata air sepanjang pendakian. 

Selain itu, berikut ini persiapan dan larangan yang harus diperhatikan oleh pendaki yang akan naik Gunung Aseupan:

  • Melengkapi identitas diri.

  • Membawa perlengkapan mendaki termasuk P3K pribadi.

  • Dilarang memetik dan membawa tanaman kantong semar dan merusak lingkungan.

  • Dilarang membawa gitar atau speaker.

  • Dilarang membuang bekas sampah di gunung. Semua sampah wajib dibawa turun kembali.

Itulah fakta tentang Gunung Aseupan yang perlu diketahui sebelum mendaki. Dengan jalur yang rumit dan penuh tantangan, Gunung Aseupan termasuk gunung yang menantang untuk didaki. Jadi, tertarik untuk menjelajah Gunung Aseupan?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More