Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Fakta Menarik Wisata Religi Al-Ula Arab Saudi Saat Ramadan

5 Fakta Menarik Wisata Religi Al-Ula Arab Saudi Saat Ramadan
Al-Ula (commons.wikimedia.org/Saudi Press Agency (SPA))

Wisata religi di Al-Ula, Arab Saudi, semakin sering dibicarakan menjelang Ramadan karena kawasan ini menawarkan pengalaman perjalanan yang berbeda dari kota ziarah populer seperti Makkah atau Madinah. Wilayah gurun yang berada di Provinsi Al-Madinah ini dikenal sebagai situs bersejarah sekaligus destinasi budaya yang mulai dibuka luas bagi wisatawan internasional sejak beberapa tahun terakhir.

Saat bulan puasa tiba, suasananya berubah lebih hidup dengan agenda keagamaan, kegiatan komunitas, serta layanan wisata yang menyesuaikan ritme ibadah. Banyak pelancong datang bukan hanya untuk berziarah, melainkan juga menikmati panorama alam dan jejak peradaban kuno. Berikut lima fakta menarik wisata religi Al-Ula Arab Saudi.

1. Pemerintah Arab Saudi membuka kawasan Al-Ula untuk wisatawan internasional sejak 2019

Al-Ula
Al-Ula (commons.wikimedia.org/Radosław Botev)

Al-Ula terletak sekitar 1,1 ribu kilometer dari Riyadh dan dapat dicapai melalui penerbangan domestik menuju Prince Abdul Majeed bin Abdulaziz Airport, lalu dilanjutkan perjalanan darat sekitar 30 menit ke pusat kawasan wisata. Pembukaan akses wisata internasional dilakukan secara resmi pada 2019 sebagai bagian dari program Vision 2030 yang bertujuan mengembangkan sektor pariwisata non-minyak. Sejak saat itu, Al-Ula menjadi destinasi yang dipromosikan khusus untuk wisata sejarah, budaya, dan religi. Banyak tur yang mulai menawarkan paket perjalanan Ramadan dengan durasi rata-rata tiga hingga lima hari.

Kebijakan dibukanya Al-Ula tersebut juga diikuti pembangunan fasilitas modern seperti pusat informasi wisata, transportasi shuttle, serta jalur kunjungan yang tertata. Wisatawan asing dapat masuk menggunakan visa turis elektronik, sehingga proses perjalanan jauh lebih sederhana dibandingkan sebelumnya.

Saat Ramadan, jam operasional objek wisata biasanya diatur ulang, dengan aktivitas utama berlangsung setelah waktu berbuka hingga tengah malam. Hal ini membuat suasana perjalanan terasa lebih nyaman karena suhu gurun tidak terlalu panas.

2. Situs Hegra menjadi tujuan utama wisata religi dan sejarah di Al-Ula

Hegra
Hegra (commons.wikimedia.org/Following Hadrian)

Hegra atau Madain Saleh merupakan situs arkeologi yang berjarak sekitar 22 kilometer dari pusat kota Al-Ula. Tempat ini dikenal sebagai peninggalan peradaban Nabatean dari abad pertama Masehi dan telah ditetapkan sebagai UNESCO World Heritage Site sejak 2008. Kompleks tersebut terdiri dari lebih dari 100 makam batu yang dipahat langsung pada tebing pasir, sehingga tampilannya terlihat unik di tengah gurun. Banyak wisatawan datang ke lokasi ini untuk memahami sejarah jalur perdagangan kuno di wilayah Arab.

Pada Ramadan, kunjungan ke Hegra biasanya dijadwalkan menjelang sore hingga malam hari agar lebih nyaman bagi pengunjung yang sedang berpuasa. Pemandu lokal sering menjelaskan keterkaitan sejarah kawasan dengan kisah-kisah dalam tradisi Islam mengenai kaum terdahulu yang pernah menetap di wilayah tersebut. Selain itu, jalur tur resmi menyediakan kendaraan khusus untuk mengelilingi area situs karena luasnya mencapai sekitar 13 kilometer persegi.

3. Kota tua Al-Ula menghadirkan aktivitas Ramadan yang khas setiap malam

Old Town Al-Ula
Old Town Al-Ula (commons.wikimedia.org/Radosław Botev)

Old Town Al-Ula berada di pusat kota dan dapat dijangkau dengan berjalan kaki dari area parkir wisata. Kawasan ini merupakan permukiman tradisional yang diperkirakan sudah ada sejak abad ke-12 dan sempat menjadi jalur persinggahan jamaah haji. Bangunan rumah dari batu lumpur disusun rapat dengan gang sempit, menciptakan suasana khas kota gurun masa lampau. Pemerintah setempat melakukan restorasi sejak 2018 agar kawasan ini dapat dikunjungi wisatawan.

Saat Ramadan, area ini biasanya dipenuhi bazar makanan tradisional, pertunjukan seni lokal, serta kegiatan buka puasa bersama. Pengunjung dapat mencicipi hidangan khas seperti kabsa, kurma lokal, dan kopi Arab yang disajikan di kafe terbuka. Aktivitas paling ramai terjadi setelah salat tarawih hingga sekitar pukul 01.00 dini hari. Banyak wisatawan menganggap momen malam di kota tua sebagai bagian paling berkesan selama perjalanan.

4. Layanan wisata Al-Ula menyesuaikan jadwal ibadah selama Ramadan

Al-Ula
Al-Ula (commons.wikimedia.org/Z thomas)

Operator tur di Al-Ula umumnya mengatur jadwal perjalanan mengikuti waktu salat dan kondisi puasa pengunjung. Tur siang hari biasanya lebih singkat, sedangkan kegiatan utama seperti tur budaya, safari gurun, atau kunjungan situs dilakukan setelah berbuka. Beberapa hotel bahkan menyediakan paket sahur dan iftar khusus bagi wisatawan, lengkap dengan layanan antar ke lokasi ibadah. Penyesuaian ini menjadi alasan banyak pelancong merasa perjalanan tetap nyaman selama Ramadan.

Transportasi lokal seperti shuttle bus dan kendaraan wisata juga beroperasi hingga larut malam pada periode tersebut. Wisatawan yang ingin berkunjung disarankan memesan tur jauh-hari karena permintaan meningkat menjelang Ramadan. Selain itu, aturan berpakaian yang sopan tetap diberlakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap budaya setempat. Informasi mengenai jadwal operasional biasanya tersedia melalui aplikasi resmi Visit Al-Ula.

5. Gurun Al-Ula menghadirkan pengalaman spiritual yang berbeda

Elephant Rock
Elephant Rock (commons.wikimedia.org/Richard Mortel)

Al-Ula dikenal memiliki lanskap berupa gurun batu yang luas dengan formasi tebing pasir berwarna kemerahan. Salah satu lokasi populer adalah Elephant Rock, batu raksasa setinggi sekitar 52 meter yang berbentuk menyerupai gajah. Tempat ini sering menjadi lokasi kunjungan menjelang waktu berbuka karena pemandangannya terlihat eksotis saat matahari terbenam.

Pada malam hari, area gurun biasanya dihiasi pencahayaan lembut dan tempat duduk terbuka bagi pengunjung. Beberapa operator tur juga menyediakan pengalaman makan malam di tengah gurun dengan konsep tradisional ala Arab. Suasana langit yang bersih tanpa polusi cahaya membuat bintang terlihat sangat jelas, sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

Wisata religi di Al-Ula Arab Saudi saat Ramadan bukan sekadar perjalanan ziarah, melainkan juga kesempatan melihat perpaduan sejarah kuno, budaya lokal, serta gurun yang unik. Setiap sudut kawasan ini menghadirkan pengalaman yang berbeda, mulai dari situs arkeologi hingga kehidupan khas bulan puasa. Jika kamu berkesempatan untuk berkunjung, apakah Al-Ula akan menjadi destinasi Ramadan berikutnya dalam rencana perjalananmu?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Febrianti Diah Kusumaningrum
EditorFebrianti Diah Kusumaningrum
Follow Us

Latest in Travel

See More

5 Hidden Gem Wisata Religi Ramadan di Maroko yang Penuh Nuansa Spiritual

01 Mar 2026, 16:45 WIBTravel