ilustrasi Seto Gura Museum (commons.wikimedia.org/ B.Wisp)
Seto di Prefektur Aichi merupakan salah satu kota yang sangat lekat dengan tradisi keramik Jepang. Sejarah produksi keramiknya sudah berlangsung lebih dari seribu tahun, dan kota ini termasuk salah satu dari Enam Tungku Kuno Jepang atau Six Ancient Kilns, yaitu kelompok sentra keramik yang produksinya memiliki kesinambungan sejarah panjang.
Nama Seto bahkan berkaitan dengan istilah setomono, sebutan yang dalam bahasa Jepang digunakan untuk merujuk pada barang-barang keramik. Di kota ini, pengunjung dapat menemukan banyak tempat yang berkaitan dengan Seto-yaki, mulai dari museum, toko keramik, kawasan tungku tradisional, sampai tempat untuk mencoba membuat keramik sendiri.
Kerajinan tradisional di Jepang memperlihatkan bagaimana kebudayaan bisa tetap dekat dengan kehidupan sehari-hari. Sebuah kain, benda keramik, atau kerajinan logam dapat membawa jejak sejarah daerah tempat benda itu dibuat, termasuk perubahan selera masyarakat dan cara para pengrajin mempertahankan keahliannya.
Hal menarik lainnya, tradisi tersebut gak selalu berhenti pada bentuk lama. Banyak pusat kerajinan tetap membuka ruang bagi desain dan kebutuhan masa kini, sehingga keterampilan yang diwariskan turun-temurun masih punya tempat dalam kehidupan modern. Buat wisatawan, mengenal kota-kota seperti ini bisa memberi sudut pandang berbeda tentang Jepang di luar destinasi yang selama ini paling sering muncul dalam panduan perjalanan.