Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Kota Kecil Slovenia yang Cocok untuk Slow Travel, Masuk Bucket List!
ilustrasi Ljubljana, Slovenia (pexels.com/detait)
  • Slovenia menawarkan opsi slow travel di luar Ljubljana dan Danau Bled, dengan kota-kota kecil yang memadukan pusat bersejarah, alam, serta suasana tenang untuk dijelajahi tanpa jadwal padat.

  • Škofja Loka, Piran, dan Ptuj menghadirkan pengalaman berbeda: kota abad pertengahan dekat Ljubljana, pesisir Adriatik bernuansa Venesia, hingga kota tertua Slovenia dengan jejak Romawi dan tradisi Kurentovanje.

  • Radovljica menawarkan kota tua berlatar Pegunungan Alpen serta tradisi perlebahan, sedangkan Bled mengajak wisatawan menikmati danau, pulau, kastel, dan panorama secara lebih santai dengan menginap.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Slovenia mungkin belum sepopuler negara-negara Eropa Barat seperti Prancis, Italia, atau Swiss, tetapi negara kecil di Eropa Tengah ini menyimpan banyak kota dengan suasana yang cocok untuk slow travel. Alih-alih berpindah dari satu objek wisata ke objek lainnya dalam waktu singkat, wisatawan bisa berjalan kaki menyusuri kota tua, duduk di kafe, menikmati pemandangan alam, atau sekadar menghabiskan waktu tanpa itinerary yang terlalu padat.

Menariknya, pengalaman seperti ini tidak selalu harus dilakukan di Ljubljana atau kawasan Danau Bled yang lebih populer. Slovenia memiliki sejumlah kota kecil dengan pusat bersejarah, lanskap alam, dan suasana yang relatif tenang. Jika kamu ingin menjelajahi Slovenia dengan ritme yang lebih santai, berikut lima kota kecil yang bisa dipertimbangkan. Yuk, simak satu per satu!

1. Škofja Loka, kota abad pertengahan dengan pusat kota yang terawat

ilustrasi Škofja Loka, Slovenia (pexels.com/fnfoto)

Sekitar perjalanan singkat dari Ljubljana, terdapat Škofja Loka, salah satu kota abad pertengahan yang paling terawat di Slovenia. Kota ini memiliki pusat bersejarah dengan bangunan-bangunan tua, alun-alun, jalan berbatu, dan jembatan yang menjadi bagian dari lanskap kotanya. Karakter tersebut membuat Škofja Loka cocok untuk dijelajahi dengan berjalan kaki tanpa harus terburu-buru.

Salah satu landmark yang dapat dikunjungi adalah Škofja Loka Castle, kastel yang berdiri di atas bukit dan menghadap kawasan kota. Setelah mengunjungi kastel, wisatawan dapat berjalan menuju Mestni trg, alun-alun utama yang dikelilingi bangunan bersejarah. Kota ini juga merupakan titik awal yang menarik untuk menjelajahi pedesaan dan lanskap Pegunungan Alpen di sekitarnya, sehingga kamu dapat menggabungkan wisata sejarah dengan aktivitas alam.

2. Piran, kota pesisir dengan nuansa mediterania

ilustrasi Piran, Slovenia (pexels.com/Magic K)

Beralih ke pesisir Slovenia, Piran menawarkan suasana yang berbeda dari kota-kota di bagian tengah negara. Kota kecil di tepi Laut Adriatik ini memiliki bangunan bergaya Venesia, gang-gang sempit, dan kawasan tepi laut yang membuatnya terasa seperti kota Mediterania.

Pusat kota dapat dijelajahi dengan berjalan kaki karena kendaraan memiliki akses yang terbatas di beberapa bagian kawasan tua. Salah satu tempat yang dapat dikunjungi adalah Tartini Square, alun-alun utama yang dinamai dari Giuseppe Tartini, komponis dan pemain biola kelahiran Piran. Dari sana, kamu dapat berjalan menyusuri gang kota, mengunjungi Gereja St. George, kemudian menikmati matahari terbenam dari kawasan pesisir. Ritme perjalanan seperti ini sangat cocok untuk slow travel karena daya tarik Piran justru terletak pada suasana kotanya.

3. Ptuj, kota tertua di Slovenia dengan sejarah panjang

ilustrasi kastil Ptuj di Ptuj, Slovenia (pexels.com/Nikita Belokhonov)

Jika ingin menggabungkan slow travel dengan sejarah, Ptuj bisa menjadi pilihan menarik. Kota ini berada di bagian timur Slovenia dan dikenal sebagai kota tertua di negara tersebut. Sejarahnya telah berlangsung sejak zaman Romawi, sementara kawasan kota tua yang ada sekarang memperlihatkan lapisan sejarah dari berbagai periode.

Salah satu landmark utama Ptuj adalah Ptuj Castle, yang berada di atas bukit dan menawarkan pemandangan ke arah kota serta Sungai Drava. Setelah mengunjungi kastel, wisatawan dapat berjalan santai di pusat kota, melihat bangunan bersejarah, atau berhenti di kafe dan restoran lokal. Ptuj juga dikenal dengan tradisi Kurentovanje, festival musim dingin yang menampilkan kurenti, figur bertopeng tradisional yang menjadi bagian penting dari budaya setempat.

4. Radovljica, kota kecil dengan pemandangan pegunungan Alpen

ilustrasi gereja dan jembatan historis di Bohinjska Bistrica, Radovljica, Slovenia (pexels.com/Philipp Schwarz)

Bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana kota kecil dengan latar pegunungan, Radovljica merupakan pilihan yang menarik. Kota ini berada di kawasan Gorenjska dan memiliki pusat kota tua yang relatif tenang. Dari beberapa bagian kota, wisatawan juga dapat menikmati panorama Pegunungan Alpen.

Salah satu bagian yang menarik untuk dijelajahi adalah Linhart Square, alun-alun bersejarah yang dikelilingi bangunan dengan fasad berwarna-warni. Radovljica juga dikenal sebagai salah satu pusat tradisi peternakan lebah di Slovenia. Čebelarski muzej, atau Museum of Apiculture, dapat menjadi pilihan untuk mengenal lebih jauh tradisi tersebut. Setelah berjalan-jalan di pusat kota, kamu dapat melanjutkan perjalanan ke kawasan alam di sekitarnya tanpa harus menjadikan hari penuh dengan agenda.

5. Bled, pilihan populer untuk menikmati alam dengan ritme santai

ilustrasi Bled Island, Slovenia (pexels.com/Jon Eliya)

Meskipun Bled jauh lebih populer dibandingkan kota-kota lain dalam daftar ini, kawasan kecil di sekitar Danau Bled tetap dapat menjadi destinasi slow travel jika dinikmati dengan cara yang tepat. Alih-alih sekadar datang untuk berfoto di depan danau, wisatawan dapat menghabiskan waktu dengan berjalan mengelilingi danau, menikmati pemandangan Pegunungan Alpen Julian, atau duduk santai di tepi air.

Di tengah danau terdapat Bled Island, yang dapat dicapai menggunakan perahu tradisional bernama pletna. Sementara itu, Bled Castle berdiri di atas tebing yang menghadap danau dan menjadi salah satu landmark paling terkenal di Slovenia. Bled memang ramai dikunjungi wisatawan, tetapi menginap semalam dan menjelajahinya pada pagi atau sore hari dapat memberikan pengalaman yang jauh lebih santai dibandingkan sekadar melakukan kunjungan singkat.

Itulah lima kota kecil di Slovenia yang cocok untuk kamu yang ingin mencoba slow travel. Kalau kamu ingin menikmati Slovenia dengan ritme yang lebih santai, lima kota kecil ini bisa masuk ke dalam itinerary. Jadi, sudah siap memasukkannya ke daftar destinasi liburanmu?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article