5 Kawasan Retro di Osaka, Tampilkan Sisi Lawas Jepang yang Memikat

- Osaka menyimpan kawasan retro dengan gang sempit, rumah kayu, pasar tradisional, dan kedai kecil yang memperlihatkan perpaduan kehidupan masa lalu serta kota modern.
- Shinsekai, Karahori, dan Nakazakicho menawarkan jejak Osaka lama melalui Tsutenkaku, machiya yang dialihfungsi menjadi kafe-toko, hingga rumah tua yang bertahan dari Perang Dunia II.
- Tsuruhashi menghadirkan pasar retro bercita rasa Korea, sementara Hozenji Yokocho menawarkan lorong berbatu dekat Dotonbori dengan restoran dan suasana malam tradisional.
Osaka merupakan salah satu kota tujuan wisata populer di Jepang yang dikenal dengan kuliner khas, pusat hiburan, dan suasana kotanya yang ramai. Kota ini mungkin lebih dikenal lewat gemerlap papan neon Dotonbori hingga gedung-gedung modern yang memenuhi cakrawala kota. Namun, di balik wajah modern tersebut masih ada sudut-sudut Osaka yang berjalan dengan ritme berbeda.
Gang sempit, rumah kayu tua, pasar tradisional, hingga kedai kecil menjadi jejak kehidupan kota dari masa lalu yang masih bertahan hingga sekarang. Kawasan-kawasan ini menawarkan pengalaman wisata yang berbeda. Alih-alih sekadar berpindah dari satu atraksi populer ke atraksi lainnya, kamu bisa berjalan kaki menyusuri gang, mengintip toko kecil, mencicipi masakan lokal, dan melihat bagaimana Osaka tempo dulu berpadu dengan kehidupan modern.
Jika ingin mengenal sisi lain kota ini, berikut lima kawasan retro di Osaka yang menarik untuk dijelajahi.
1. Shinsekai

ilustrasi restoran di Shinsekai (unsplash.com/Julien) Kawasan Shinsekai adalah distrik bersejarah dan tempat hiburan ikonik di bagian selatan Kota Osaka. Nama Shinsekai memiliki arti Dunia Baru, tetapi suasana yang terasa di kawasan ini justru membawamu ke Osaka masa lalu. Area ini berkembang pada awal abad ke-20 dan saat ini dikenal dengan Menara Tsutenkaku, Janjan Yokocho, papan toko warna-warni, restoran kushikatsu, serta berbagai tempat hiburan bergaya lama.
Berjalan kaki di Janjan Yokocho menjadi salah satu cara untuk menikmati nostalgia Osaka masa lalu. Gang sepanjang sekitar 130 meter ini dipenuhi puluhan toko dan restoran. Kamu juga bisa mencicipi kuliner dan melanjutkan perjalanan dengan melihat Tsutenkaku yang dirancang mirip Menara Eiffel di Paris.
2. Karahori

ilustrasi shopping street di Osaka (unsplash.com/PJH) Jika ingin melihat kawasan Osaka yang lebih tenang, Karahori bisa menjadi pilihan. Kawasan ini merupakan distrik bersejarah yang terkenal dengan suasana kuno dan bangunan rumah tradisional atau machiya yang selamat dari Perang Dunia II. Karahori pun masih mempertahankan suasana kota lama dan beberapa rumah lama pun telah direnovasi menjadi kafe hingga toko kecil.
Di sini terdapat Karahori Shopping Street yang membentang sekitar 800 meter. Menariknya, pengalaman di kawasan ini bukan hanya berbelanja. Kamu bisa berjalan menyusuri gang-gang kecil di sekitarnya sambil melihat perpaduan rumah tradisional dan toko modern yang menempati bangunan lama.
3. Nakazakicho

ilustrasi gang sempit dengan kafe di Osaka (unsplash.com/Julien) Tidak jauh dari pusat Umeda, terdapat kawasan kecil bernama Nakazakicho yang memiliki suasana berbeda dari gedung-gedung modern di sekitarnya. Tempat ini menarik karena sejumlah rumah lama berhasil bertahan dari kerusakan akibat serangan udara pada masa Perang Dunia II. Bangunan-bangunan tua tersebut kemudian menjadi bagian dari karakter kawasan dan beberapa di antaranya diubah menjadi kafe, vintage store, serta toko barang unik.
Berjalan kaki di Nakazakicho terasa seperti menemukan kantong kecil kota lama di tengah Osaka modern. Di antara rumah-rumah kayu dan gang sempit, kamu bisa menemukan kafe dengan konsep unik serta toko yang menawarkan barang antik atau pakaian bekas. Lokasinya juga relatif praktis karena hanya sekitar 10 menit berjalan kaki dari kawasan Hankyu Umeda dan punya akses langsung melalui Osaka Metro Tanimachi Line.
4. Tsuruhashi

ilustrasi kawasan Tsuruhashi (unsplash.com/Buddy AN) Osaka juga punya kawasan yang memperlihatkan perpaduan sejarah lokal dengan budaya Korea, yakni Tsuruhashi. Di sekitar Stasiun Tsuruhashi, terdapat pasar dan pusat pertokoan yang masih mempertahankan atmosfer retro. Lorong-lorong pasar tradisional beratap yang padat dan unik sejak masa pasca perang tersaji di sini.
Jalan-jalannya dipenuhi toko makanan Korea, restoran yakiniku, toko bahan makanan, pakaian, hingga berbagai barang kebutuhan sehari-hari. Suasananya pun terasa berbeda dari pusat belanja modern Osaka. Kamu pun bisa mengunjunginya sambil berburu makanan. Aroma yakiniku dari restoran di sekitar stasiun biasanya menjadi salah satu hal pertama yang terasa ketika memasuki kawasan ini.
5. Hozenji Yokocho

ilustrasi lampion di kuil kawasan Hozenji (unsplash.com/Paul Cuoco) Hanya beberapa langkah dari hiruk-pikuk Dotonbori, Hozenji Yokocho akan membawamu langsung ke Osaka zaman dahulu. Kawasan ini menawarkan lorong berbatu yang jauh lebih tenang di sekitar Hozenji Temple dan dipenuhi restoran, bar, kedai okonomiyaki, serta tempat makan yang telah lama menjadi bagian dari kehidupan malam Osaka.
Hozenji Yokocho memiliki dua gang yang panjangnya sekitar 80 meter dengan lebar sekitar tiga meter. Jalan berbatu dan bangunan tradisional di kiri-kanannya membuat kawasan ini terasa kontras dengan lampu neon Dotonbori yang hanya berjarak beberapa menit berjalan kaki. Waktu terbaik untuk menyusurinya adalah menjelang malam ketika lampu-lampu restoran mulai menyala. Suasananya memberikan gambaran berbeda tentang Osaka yang gak selalu identik dengan pusat perbelanjaan dan papan reklame besar.
Osaka memang identik dengan gemerlap Dotonbori dan hiruk-pikuk pusat kotanya, tetapi pesonanya juga terasa di kawasan-kawasan lama yang masih mempertahankan karakter khas Jepang. Jika ingin menikmati perjalanan dengan ritme lebih santai sekaligus melihat sisi lain kota, lima kawasan retro di atas bisa menjadi pilihan menarik untuk melengkapi itinerary selama liburan di Osaka.




















