Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Taman Nasional Indonesia yang Sering Jadi Tempat Migrasi Burung

5 Taman Nasional Indonesia yang Sering Jadi Tempat Migrasi Burung
ilustrasi ribuan burung sedang bermigrasi (pexels.com/Evelin Magnus)
  • Lima taman nasional Indonesia menjadi persinggahan ribuan burung migran: Sembilang, Wasur, Rawa Aopa Watumohai, Kepulauan Seribu, dan Taka Bonerate.
  • Sembilang dilalui burung dari Siberia menuju Australia pada Oktober–Februari, sementara Wasur di Papua menjadi tempat singgah burung dari Australia dan Selandia Baru.
  • Pulau Rambut ramai burung air dan laut saat kemarau; Rawa Aopa Watumohai mencatat sekitar 155 spesies, sedangkan Taka Bonerate dihuni beragam burung migran.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Taman Nasional Tanjung Puting memiliki ciri khas sebagai habitat sekaligus lokasi konservasi satwa langka orangutan Kalimantan. Sedangkan Taman Nasional Ujung Kulon di Banten dinobatkan sebagai rumah terakhir bagi satwa langka badak bercula satu.

Kedua taman nasional di Indonesia tersebut membuktikan jika setiap taman nasional di memiliki ciri khas berdasarkan ekosistem hingga keanekaragaman hayati yang mendiaminya. Begitu juga dengan lima taman nasional di Indonesia berikut ini yang menjadi tempat migrasi bagi ribuan burung.

Apakah kamu sudah tahu? Jika belum, simak bersama siapa tahu bisa jadi pilihan destinasi berikutnya untuk bird watching. Di mana saja?

  1. 1. Taman Nasional Sembilang

    Taman Nasional Sembilang, Sumatra Selatan
    Taman Nasional Sembilang, Sumatra Selatan (google.com/maps/Ricky Danang Pratama)

    Di antara taman nasional yang sering dijadikan sebagai tempat migrasi spesies burung, Taman Nasional Sembilang bisa dibilang yang paling ikonik. Taman nasional yang berlokasi di dua provinsi yakni Sumatra Selatan dan Jambi tersebut memang dikenal sebagai tempat migrasi berbagai ribuan spesies burung dari penjuru dunia yang salah satunya adalah burung siberia.

    Burung-burung tersebut nantinya datang berasal dari wilayah Siberia menuju Australia, begitu juga sebaliknya. Bulan Oktober hingga Februari adalah waktu yang disarankan untuk melakukan kunjungan ke Taman Nasional Sembilang.

    Menyaksikan ribuan burung berbagai spesies yang berdatang mendatangkan hiburan tersendiri dan tentunya bikin happy.

  2. 2. Taman Nasional Wasur

    Taman Nasional Wasur, Papua
    Taman Nasional Wasur, Papua (google.com/maps/Randiano Tamelan)

    Trinil pantai, paruh sendok, cerek, camar, hingga dara laut tengkuk hitam adalah deretan jenis burung yang bermigrasi di Taman Nasional Wasur. Setiap tahunnya, taman nasional yang terletak di Papua ini menjadi tempat singgah ribuan spesies burung saat bermigrasi dari Australia dan Selandia Baru. Tentunya, burung-burung tersebut datang bukan tanpa maksud. Selain mencari makan juga menghindari cuaca ekstrem hingga berkembang biak ketika kembali ke daerah asalnya.

    Puncak musim kemarau atau Oktober menjadi waktu terbaik melakukan perjalanan di Taman Nasional Wasur. Di mana burung dari berbagai spesies meramaikan lanskap taman nasional yang terkenal akan flora serta faunanya beragam, danau rawa biru nan elok, hingga berbagai masamus yang unik tersebut.

  3. 3. Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai

    Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai, Sulawesi Tenggara
    Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai, Sulawesi Tenggara (google.com/maps/Mayung Bangalino)

    Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai bisa dibilang taman nasional paling unik di Indonesia karena merupakan gabungan ekosistem khas Wallace yang terdiri dari savana luas, rawa, hutan pantai, hingga hutan mangrove. Taman nasional ini bisa kamu jumpai di Sulawesi. Karena singgah di antara empat kabupaten seperti Kolaka Timur, Bombana, Konawe, dan Konawe Selatan, kamu bisa menyambangi salah satu dari keempat daerah tersebut.

    Keunikan Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai gak berhenti sampai di situ saja! Sama seperti Taman Nasional Sembilang dan Taman Nasional Wasur, taman nasional ini juga menjadi tempat migrasi ribuan burung setiap tahunnya.

    Konon terdapat sekitar kurang lebih 155 spesies burung di kawasan ini. Biru laut ekor hitam, salah satu jenis burung yang paling sering dijumpai di Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai.

  4. 4. Taman Nasional Kepulauan Seribu

    ilustrasi ribuan burung sedang bermigrasi
    ilustrasi ribuan burung sedang bermigrasi (unsplash.com/James Wainscoat)

    Siapa sangka jika kamu bisa menyaksikan burung bermigrasi di Jakarta, tepatnya di Pulau Rambut, Taman Nasional Kepulauan Seribu. Bila waktunya tiba atau tepatnya pada saat musim kemarau, berbagai spesies burung air dan burung laut migran di pulau tersebut. Bahkan tidak musim migrasi pun, Pulau Rambut dikenal sebagai kerajaan burung, lho.

    Jenis burung yang mendiami pulau tersebut di antaranya adalah kowak malam, pecuk padi, bluwok, cangak abu, dan masih banyak lainnya. Daya tarik Pulau Rambut tidak hanya sebatas tempat atau habitat burung saja. Pantai Pulau Rambut terkenal amat elok. Biota lautnya pun memukau!

  5. 5. Taman Nasional Taka Bonerate

    Taman Nasional Taka Bonerate, Sulawesi
    Taman Nasional Taka Bonerate, Sulawesi (google.com/maps/Florian Rockstroh)

    Kembali lagi ke Pulau Sulawesi, terdapat taman nasional yang setiap tahunnya menjadi persinggahan burung-burung selama bermigrasi yaitu Taman Nasional Taka Bonerate. Jenis burung migran yang ditemukan di taman nasional  yang berada di Sulawesi Selatan ini terdiri dari cerek melayu, trinil pantai, kuntul karang, gajahan kecil, dan masih banyak lainnya.

    Jika kamu berkesempatan untuk melakukan perjalanan ke Taman Nasional Taka Bonerate, jangan cuma menyaksikan dari dekat burung-burung sedang bermigrasi saja. Sebab, taman nasional ini memiliki daya tarik utama yaitu terumbu karang cincin yang konon terbesar ketiga di dunia, lho. Keindahan bawah lautnya yang menakjubkan, pulau berpasir putihnya yang eksotis, hingga air lautnya yang jernih, dijamin bikin kamu betah berlama-lamaan liburan di Taman Nasional Taka Bonerate.

    Kalau kamu penggemar burung, minimal sekali seumur hidup memasukkan salah satu taman nasional di atas sebagai destinasi liburanmu berikutnya. Baik spesies burung yang bermigrasi maupun yang memang penduduk lokal dari taman nasional tersebut dijamin memanjakan matamu dan membuat hati gembira saat melihatnya. Fenomena yang terjadi setahun sekali, lho!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More