Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Apa Itu Fare Difference saat Reschedule Flight? Ini Cara Menghitungnya

Apa Itu Fare Difference saat Reschedule Flight? Ini Cara Menghitungnya
Potret pesawat Vietnam Airlines (commons.wikimedia.org/Phan Phuong Phi)
  • Fare difference adalah selisih harga tiket lama dan jadwal baru saat reschedule, biasanya dibayar jika tarif penerbangan pengganti lebih mahal sesuai ketentuan maskapai.
  • Selisih tarif berbeda dari biaya reschedule; keduanya dapat dikenakan bersamaan. Total pembayaran juga bisa dipengaruhi kelas tarif, pajak, biaya layanan, dan aturan tiket.
  • Penumpang perlu memeriksa rincian biaya serta membandingkan beberapa jadwal sebelum konfirmasi, karena harga penerbangan baru menentukan nominal tambahan dan tiket lebih murah belum tentu mendapat pengembalian dana.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Pernahkah kamu ingin mengubah jadwal penerbangan, tetapi biaya yang muncul ternyata lebih besar dari perkiraanmu? Bisa jadi kamu sedang dikenakan fare difference atau selisih harga tiket saat melakukan reschedule flight. Istilah ini cukup sering muncul ketika penumpang mengganti jadwal penerbangan ke waktu lain.

Bagi kamu yang baru pertama kali melakukan reschedule tiket pesawat, penting untuk memahami fare difference, supaya tidak kaget saat melihat total biaya yang harus dibayar. Nah, sebelum mengubah jadwal penerbangan, yuk, kenali dulu apa itu fare difference, cara menghitungnya, hingga hal-hal yang bisa membuat nominalnya berbeda!

  1. 1. Fare difference adalah selisih harga tiket

    Fare difference adalah selisih antara harga tiket penerbangan lama dan harga tiket pada jadwal baru yang dipilih. Jadi, biaya ini akan muncul ketika harga tiket pada jadwal baru lebih mahal dibandingkan tiket yang sudah kamu beli. Nominal fare difference biasanya bergantung pada harga dan ketentuan tiket yang berlaku.

    Misalnya, kamu membeli tiket seharga Rp700 ribu, lalu ingin memindahkannya ke penerbangan yang tarifnya menjadi Rp900 ribu. Dalam kondisi tersebut, terdapat selisih harga sebesar Rp200 ribu yang mungkin perlu dibayarkan saat proses reschedule. Namun, perhitungan akhir tetap mengikuti kebijakan maskapai dan jenis tarif tiket yang kamu miliki.

  2. 2. Fare difference berbeda dengan biaya reschedule

    Potret tiket pesawat
    Potret tiket pesawat (pixabay.com/JoshuaWoroniecki)

    Jangan sampai tertukar, fare difference tidak selalu sama dengan biaya reschedule atau biaya perubahan jadwal penerbangan. Fare difference berkaitan dengan selisih harga tiket, sedangkan biaya reschedule merupakan biaya yang dikenakan, karena adanya perubahan jadwal. Dalam beberapa kasus, keduanya dapat dikenakan secara bersamaan.

    Sebagai contoh, kamu memiliki tiket lama seharga Rp800 ribu dan memilih jadwal baru seharga Rp1 juta. Jika maskapai mengenakan biaya perubahan Rp100 ribu, total tambahan yang perlu dibayarkan bisa menjadi Rp300 ribu. Oleh karena itu, sebaiknya cek rincian biaya sebelum menyelesaikan proses reschedule flight.

  3. 3. Harga tiket baru bisa membuat fare difference berubah

    Harga tiket pesawat dapat berbeda untuk setiap jadwalnya, sehingga nominal fare difference juga bisa berubah. Penerbangan pada jam tertentu, tanggal tertentu, atau periode ramai biasanya memiliki tarif yang berbeda dari penerbangan lainnya. Inilah alasan mengapa biaya reschedule tidak selalu sama untuk setiap penumpang.

    Jika jadwal baru yang kamu pilih memiliki harga lebih tinggi, selisih tersebut umumnya perlu dibayarkan sesuai aturan maskapai. Sebaliknya, ketika harga penerbangan baru lebih rendah, bukan berarti kamu otomatis mendapatkan uang kembali, karena kebijakan mengenai selisih tarif dapat berbeda. Jadi, selalu periksa ketentuan tiket sebelum memilih jadwal baru, ya!

  4. 4. Cara menghitung fare difference saat reschedule flight

    Potret tiket pesawat
    Potret tiket pesawat (commons.wikimedia.org/Solomon203)

    Cara sederhana menghitung fare difference adalah membandingkan harga tiket pada penerbangan baru dengan harga tiket yang sudah dibeli. Misalnya, tiket awal memiliki harga Rp600 ribu, sedangkan jadwal baru dibanderol Rp850 ribu. Artinya, terdapat fare difference sebesar Rp250 ribu sebelum memperhitungkan biaya perubahan lainnya.

    Namun, perhitungan yang muncul di sistem maskapai bisa lebih kompleks karena mempertimbangkan kelas tarif, pajak, biaya layanan, dan ketentuan tiket. Oleh karena itu, angka yang kamu lihat pada halaman pembayaran sebaiknya dijadikan acuan akhir. Dengan begitu, kamu bisa mengetahui total biaya yang harus disiapkan sebelum mengonfirmasi reschedule.

  5. 5. Cek fare difference sebelum mengonfirmasi reschedule

    Sebelum menekan tombol konfirmasi, luangkan waktu untuk memeriksa rincian biaya yang ditampilkan. Pastikan kamu mengetahui apakah nominal tersebut hanya berupa fare difference atau sudah termasuk biaya perubahan jadwal dan komponen lainnya. Langkah sederhana ini dapat membantu menghindari salah paham ketika melakukan reschedule flight.

    Kalau selisihnya terlalu besar, kamu juga bisa membandingkan beberapa pilihan jadwal penerbangan yang tersedia. Bisa saja ada jadwal lain dengan tarif yang lebih rendah, sehingga biaya tambahan yang harus dibayar menjadi lebih ringan. Jadi, jangan buru-buru memilih jadwal baru sebelum mengecek beberapa opsi yang tersedia.

    Mau reschedule flight? Jangan hanya melihat tanggal dan jam penerbangan, tetapi cek pula angka di baliknya. Sebab, selisih harga kecil pun bisa bikin budget perjalanan ikut berubah.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More