Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

9 Kota Eropa Ini Terapkan Aturan Ketat Penggunaan Koper Roda, Kenapa?

ilustrasi koper roda
ilustrasi koper roda (freepik.com/freepik)

Kalau kamu sering traveling ke Eropa, koper roda pasti jadi andalan utama karena praktis dan ringan ditarik ke mana-mana. Namun, di beberapa kota tua Eropa, suara roda koper justru dianggap mengganggu kenyamanan warga lokal. Jalanan berbatu, gang sempit, serta bangunan bersejarah membuat bunyi koper terdengar jauh lebih keras, terutama saat pagi atau malam hari.

Keluhan warga pun meningkat seiring membludaknya jumlah wisatawan setiap tahun. Pemerintah kota akhirnya mengambil langkah tegas demi menjaga kualitas hidup penduduk sekaligus melindungi situs bersejarah. Inilah alasan kenapa beberapa kota mulai membatasi penggunaan koper roda di area tertentu.

1. Dubrovnik, Kroasia

ilustrasi Dubrovnik, Kroasia
ilustrasi Dubrovnik, Kroasia (unsplash.com/Patricia Jekki)

Dubrovnik dikenal dengan tembok kota dan jalan batu kapur yang memantulkan suara koper roda dengan sangat jelas. Pemerintah kota meminta wisatawan gak menarik koper di dalam kawasan Old Town dan menyarankan layanan pengantaran bagasi. Aturan ini lebih menekankan edukasi ketimbang denda, terutama untuk wisatawan yang datang larut malam. Hotel-hotel juga diminta mengingatkan tamu agar mengangkat koper saat melewati jalur sensitif.

2. Venice, Italia

ilustrasi Venice, Italia
ilustrasi Venice, Italia (unsplash.com/Ricardo Gomez Angel)

Venice memiliki banyak jembatan dan tangga batu yang gampang rusak jika dilalui koper besar. Pembatasan dilakukan pada troli dan koper berukuran besar di rute tertentu demi menjaga struktur kota. Wisatawan diarahkan memakai waterbus atau porter supaya gak menyeret koper di tangga sempit. Tekanan dari warga membuat norma tak tertulis muncul, terutama soal menghindari suara berisik di jam tenang.

3. Rome, Italia

ilustrasi Spanish Steps, Roma, Italia
ilustrasi Spanish Steps, Roma, Italia (pexels.com/Daniel Zbroja)

Roma mengaitkan aturan koper dengan perlindungan monumen bersejarah. Menyeret koper di tangga ikonik seperti Spanish Steps bisa dianggap merusak batu marmer. Petugas sering mengingatkan wisatawan untuk mengangkat koper di area bersejarah. Kebijakan ini bertujuan menjaga keutuhan situs budaya sekaligus mengurangi kebisingan di lokasi wisata utama.

4. Portofino, Italia

ilustrasi Portofino, Italia
ilustrasi Portofino, Italia (unsplash.com/Heidi Kaden)

Portofino memiliki ruang publik sangat terbatas karena wilayahnya kecil dan padat turis. Pemerintah kota mengatur agar koper gak menghambat pergerakan di jalur utama pelabuhan. Wisatawan disarankan langsung menuju hotel atau tempat penyimpanan bagasi. Pendekatan ini digunakan sebagai alat pengendali keramaian saat musim liburan.

5. Hydra, Yunani

ilustrasi Hydra, Yunani
ilustrasi Hydra, Yunani (unsplash.com/Jordan Durzi)

Hydra sejak lama melarang kendaraan beroda di hampir seluruh wilayah kota. Kondisi tersebut membuat koper roda menjadi sulit digunakan di jalanan berbatu dan tangga curam. Hotel biasanya menyediakan porter atau hewan angkut untuk membantu membawa barang. Wisatawan dianjurkan membawa tas punggung atau tas jinjing agar lebih gampang bergerak.

6. Florence, Italia

ilustrasi Florence, Italia
ilustrasi Florence, Italia (unsplash.com/Giuseppe Mondì)

Florence gak memiliki larangan khusus koper beroda, tapi aturan ketertiban umum soal kebisingan diterapkan ketat. Jalan berbatu di pusat kota memperbesar suara roda koper saat malam hari. Banyak hotel menyarankan tamu datang siang hari atau memakai taksi dari stasiun. Tekanan sosial membuat wisatawan lebih memilih koper dengan roda halus atau mengangkatnya di gang sempit.

7. Barcelona, Spanyol

ilustrasi Barcelona, Spanyol
ilustrasi Barcelona, Spanyol (unsplash.com/Logan Armstrong)

Barcelona menghadapi masalah kebisingan di kawasan tua seperti Barri Gòtic. Polisi dapat menegur wisatawan jika suara koper mengganggu warga saat jam istirahat. Pengelola penginapan menganjurkan rute khusus supaya koper gak melewati area padat penduduk. Pendekatan ini dipakai untuk menjaga keseimbangan antara pariwisata dan kehidupan lokal.

8. Amsterdam, Belanda

ilustrasi Amsterdam, Belanda
ilustrasi Amsterdam, Belanda (pexels.com/Marcelo Verfe)

Amsterdam memperketat aturan kenyamanan di sekitar kanal dan permukiman padat. Walau koper roda gak dilarang, perilaku menghalangi trotoar bisa dikenai sanksi. Hotel sering mengingatkan tamu soal jam tenang dan cara membawa koper di jembatan sempit. Pesannya jelas, koper harus dipindahkan cepat tanpa menimbulkan gangguan.

9. Prague, Ceko

ilustrasi Prague, Ceko
ilustrasi Prague, Ceko (pexels.com/Alex Does Pictures)

Prague sering dikaitkan dengan isu kebisingan akibat tur malam dan kedatangan wisatawan pagi buta. Aturan khusus koper beroda belum diberlakukan secara luas, tapi petugas bisa menegur jika suara dianggap mengganggu. Beberapa penginapan mengatur jam check-in supaya tamu gak datang terlalu dini. Wisatawan diminta mengangkat koper di blok terakhir menuju hotel.

Aturan ketat soal koper roda di kota-kota Eropa muncul karena tekanan antara pariwisata dan kenyamanan warga lokal. Jalan berbatu dan kawasan bersejarah membuat suara koper terasa jauh lebih mengganggu dibanding kota modern.

Kamu tetap boleh membawa koper, tapi perlu lebih peka terhadap lingkungan sekitar. Dengan sedikit usaha seperti mengangkat koper di area sensitif, perjalananmu tetap nyaman tanpa bikin warga setempat merasa terganggu.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Febrianti Diah Kusumaningrum
EditorFebrianti Diah Kusumaningrum
Follow Us

Latest in Travel

See More

7 Bangunan Sejarah Dunia yang Dibangun sebagai Simbol Cinta

12 Feb 2026, 17:45 WIBTravel