"Saat periode mudik, kebutuhan akan transportasi darat yang aman dan nyaman menjadi semakin diminati. Pada 2025, Cititrans mencatat peningkatan pemesanan tiket bus melalui Traveloka dibandingkan 2024, seiring tingginya mobilitas masyarakat ke berbagai destinasi mudik,” kata Andrew Arristiantio, Direktur Utama Cititrans seperti dikutip dari keterangan pers yang diterima IDN Times, 6 Februari 2026.
Pengalaman Naik Cititrans Busline Rute Jakarta-Malang, Asyik buat Mudik!

Ada sensasi yang berbeda saat memutuskan pulang ke Malang dari Jakarta lewat jalur darat. Bukan kereta atau pesawat, kali ini IDN Times berkesempatan mengikuti media trip bersama Traveloka pada 3-6 Februari 2026 ke Malang dengan naik bus.
Meski belum memasuki arus mudik, Terminal Pulo Gebang, Jakarta Timur, masih ramai lalu lalang penumpang dari berbagai daerah. Penulis pun bersiap menempuh 13 jam perjalanan menuju ke Malang dengan naik Cititrans Busline. Tepat pukul 18.10 WIB, bus perlahan meninggalkan Ibu Kota Jakarta.
Perjalanan Jakarta-Malang bukan sekadar perpindahan kota, melainkan transisi suasana. Dari gedung-gedung tinggi berganti suasana menuju ke kawasan dengan udara yang sejuk, tenang, dan banyak ruang terbuka hijau. Perjalanan 13 jam terdengar panjang tetapi bisa dinikmati dengan pengalaman baru yang berbeda.
Gimana, sih, rasanya naik bus Jakarta-Malang selama 13 jam? Selengkapnya, simak pengalaman IDN Times naik Cititrans Busline rute Jakarta-Malang berikut ini, ya!
1. Ada opsi mudik naik bus daripada kereta api atau pesawat

Mudik jarak jauh antarprovinsi tak selalu harus naik pesawat atau kereta api. Moda transportasi darat seperti bus ternyata masih menjadi pilihan sebagian besar masyarakat Indonesia.
Cititrans sebagai penyedia layanan transportasi darat telah beroperasi sejak 2005. Berawal dari pool pertama di Jalan Imam Bonjol Bandung dengan rute operasional Bandung-Jakarta.
Titik keberangkatan dimulai dari Terminal Pulo Gebang, Jakarta Timur. Penulis langsung menuju ke kantor agen Cititrans yang ada di lantai 2 Terminal Pulo Gebang untuk checkin. Sesaat kemudian, petugas Cititrans membagikan selembar kertas dengan barcode sebagai akses untuk masuk ke ruang tunggu bus, sekaligus berisi nomor kursi bus.
2. Interior bus yang modern dan berkelas

Cititrans Busline rute Jakarta-Malang menggunakan unit Jetbus 5 Super High Deck. Ketika masuk ke dalam bus, penumpang disambut dengan interior kabin bernuansa hitam, modern, berkelas. Bus ini terdiri dari dua kelas, yakni Suites (empat bangku di depan) dengan posisi duduk Lazy Z seharga Rp475 ribu, serta Super Executive (16 bangku di belakang dengan konfigurasi kursi 2-2) seharga Rp775 ribu.
Di setiap bangkunya, para penumpang mendapatkan satu goodie bag berisi tiga snack dan satu air mineral ukuran kecil. Penulis berkesempatan menjajal kelas Super Executive dengan model kursi leg rest terpisah. Leg rest-nya pun bisa dibuka untuk digunakan sebagai tempat penyimpanan sepatu.
3. Ada dua kelas dalam satu armada

Kalau ingin tempat duduk yang lebih privat, penumpang bisa memilih kelas Suite dengan konfigurasi 1-1. Kursi untuk penumpang kelas ini lengkap dengan berbagai kompartemen dari tempat penyimpanan, wireless charging, USB Port A & C, dan disediakan TV yang bisa tersambung dengan Netflix maupun YouTube.
Sedangkan, kursi di kelas Super Executive tidak memiliki TV, tetapi tersedia USB Port A & C. Penumpang juga bisa meminta bantal dan selimut kepada pramuniaga bus yang bertugas. Meski memakan waktu yang cukup lama, penumpang bisa menikmati mini bar yang tersedia di dalam bus. Cititrans memberikan stok snack dan makanan ringan yang bisa dikonsumsi secara gratis oleh penumpang sepanjang perjalanan.
Armada bus didesain modern dengan fasilitas premium, dirancang untuk memenuhi kebutuhan penumpang yang mengutamakan kenyamanan, efisiensi, dan keamanan selama perjalanan jarak jauh.
4. Perjalanan jauh yang tak terasa pada malam hari

Berangkat tepat waktu pukul 18.10 WIB dari Terminal Pulo Gebang dan tiba di Kota Malang pukul 07.00 WIB keesokan harinya. Berdasarkan pengalaman IDN Times, perjalanan 13 jam yang cukup lama itu terasa tetap nyaman, karena kita bisa mengatur kenyamanan kursi.
Soal waktu, kita bisa memilih jadwal keberangkatan malam hari. Dengan begitu, sebagian besar waktu akan habis untuk istirahat dan tidur. Istirahatmu akan nyaman dengan nuansa bus yang dingin dan gelap.
Beberapa menit setelah berangkat, pramuniaga langsung menawarkan menu makanan dan koneksi jaringan WiFi di dalam armada bus. Setelah 200 kilometer dari Jakarta, bus akan berhenti di Restoran Pringsewu Palikanci dan akan berganti sopir di Semarang.
Penumpang bus lebih baik tidak terlalu banyak membawa barang. Selebihnya, pastikan barang-barang esensial, seperti charger, ponsel, dompet, dokumen penting untuk selalu dibawa dan tidak ditinggalkan di bus.
5. Bus masih menjadi moda transportasi pilihan untuk rute jarak jauh atau pendek

Saat ini, Cititrans melayani keberangkatan dari dan ke Kota Jakarta, Bandung, Tangerang, Depok, Bekasi, Cirebon, Semarang, Tegal, Salatiga, Solo, Yogyakarta, Madiun, Surabaya, Malang, Kediri, Balikpapan, hingga Samarinda.
Cititrans juga menyediakan kebutuhan transportasi dari Bandara Soekarno-Hatta, Bandara Ahmad Yani Semarang, Bandara Juanda, dan Bandara Sepinggan. Fleksibilitas rute dan kemudahan akses ke berbagai daerah di luar kota besar yang membuat moda transportasi seperti bus masih diminati, termasuk sebagai pilihan mudik Lebaran.
Jika biasanya perjalanan panjang identik dengan pegal dan membosankan, kali ini justru terasa seperti jeda untuk beristirahat sebelum kembali beraktivitas. Nah, supaya liburanmu semakin asyik, kamu bisa membeli tiket bus dengan promo dari Traveloka pada periode 11 Februari-5 Maret 2026. Asyiknya lagi, ada diskon 90 persen untuk tiket bus yang bisa dinikmati pada pukul 12.00–13.00 WIB setiap Kamis dan Jumat.


















