Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Cara Baca Papan Transportasi Kereta di Jepang, Mudah Dipahami Wisatawan

Cara Baca Papan Transportasi Kereta di Jepang, Mudah Dipahami Wisatawan
stasiun di Jepang (commons.wikimedia.org/そらみみ)
Intinya Sih
  • Sistem kereta di Jepang punya banyak operator dan jalur, jadi penting memahami papan informasi agar tidak salah naik, salah arah, atau malah menjauh dari tujuan—bahkan tanpa harus bisa baca kanji.

  • Setiap jalur memakai kode warna + huruf/angka (misalnya kode line, singkatan stasiun, nomor urut stasiun, panah arah), serta simbol kotak untuk JR dan lingkaran untuk subway/metro agar mudah dikenali saat situasi padat.

  • Kenali jenis layanan kereta (Local, Rapid, Express, Limited Express, Shinkansen) beserta pola berhenti dan potensi biaya tambahan; cek juga papan LED di kereta/peron untuk memastikan tipe kereta dan jadwalnya.

  • Pastikan arah dan tujuan akhir lewat info “for”, nomor peron, tujuan akhir, jam keberangkatan, dan nomor gerbong; ikuti marka lantai peron (garis aman, posisi pintu, instruksi antre, gerbong khusus wanita/kursi prioritas) serta pantau layar di dalam kereta untuk stasiun berikutnya dan sisi pintu yang akan terbuka.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Kereta menjadi salah satu transportasi umum andalan di Jepang. Kamu dapat menggunakannya di pusat kota hingga tempat wisata tersembunyi. Namun, banyaknya operator dan jalur yang dilayani membuat calon penumpang perlu memperhatikan setiap informasi dengan seksama agar gak tersesat atau salah tujuan.

Gak mau kan salah naik kereta atau justru menjauh dari tujuan? Nah, supaya gak bingung, kamu perlu memahami cara baca papan transportasi kereta di Jepang. Berikut ini ulasannya. Gak harus bisa baca kanji!

1. Pahami kode warna dan huruf di jalur tujuan

papan informasi kereta di Stasiun Shimbashi, Jepang
papan informasi kereta di Stasiun Shimbashi, Jepang (commons.wikimedia.org/電車(新幹線)でゴー!)

Setiap jalur kereta api di Jepang punya kode warna dan huruf yang unik, layaknya KRL di Jakarta. Hal ini menjadi salah satu cara paling mudah untuk menentukan kereta mana yang akan kamu tumpangi. Kalau sudah hafal warna dan kodenya, maka akan lebih mudah saat kondisi sedang padat.

Kode warna dan huruf ini beragam, misalnya papan informasi kereta di Stasiun Shimbashi di atas.

  • JK: kode jalur untuk Keihin–Tohoku Line.
  • SMB: singkatan dari stasiun utama, contohnya Shimbashi.
  • 24: urutan stasiun dalam jalur tersebut. Berguna untuk menghitung sisa perhentian.
  • Warna jalur (hijau muda): indikator visual yang mudah dikenali tanpa membaca tulisan.
  • Arah panah: menunjukkan stasiun sebelumnya (kiri) dan stasiun berikutnya (kanan).

Perlu diketahui bahwa bentuk kotak merupakan simbol untuk kereta JR dan lingkaran untuk subway atau metro. Sesuai contoh tersebut, Stasiun Shimbashi merupakan stasiun ke-24 di Keihin–Tohoku Line. Kereta tersebut dioperasikan oleh JR East, operator terbesar serta utama di Tokyo dan sekitarnya.

2. Kenali jenis kereta yang akan ditumpangi

papan LED informasi kereta Jepang
papan LED informasi kereta Jepang (commons.wikimedia.org/運動会プロテインパワー)

Selain kode warna dan hurufnya, kamu juga perlu mengenali jenis kereta yang akan ditumpangi. Hampir sama dengan jenis kereta di Indonesia yang dijumpai di beberapa kota besar. Agar lebih jelas, berikut ini daftarnya:

  • Lokal (futsu-densha atau kakueki-teisha): kereta lokal yang berhenti di setiap stasiun. Paling lambat dan lebih sesuai buat kamu yang mau berhenti di stasiun-stasiun kecil.
  • Rapid (kaisoku): melewati beberapa stasiun kecil. Tidak ada perbedaan harga tiket antara kereta lokal, tetapi lebih cepat.
  • Express (kyuko): stasiun pemberhentiannya lebih sedikit daripada Rapid. Umumnya tidak ada perbedaan harga tiket antara Local dan Express.
  • Limited Express (tokkyu): hanya berhenti di stasiun-stasiun utama. Sejumlah perusahaan kereta api, termasuk JR, memberlakukan biaya tambahan di luar tarif dasar berkisar antara 500 yen (sekitar Rp54.000) hingga 4.000 yen (sekitar Rp429.000), tergantung jarak perjalanan.
  • Super Express (shinkansen): kereta ini hanya dioperasikan oleh JR dan menggunakan jalur berbeda serta peron terpisah. Biaya tambahannya berkisar antara 800 yen (sekitar Rp86.000) hingga 8.000 yen (sekitar Rp856.000) di luar tarif dasar.

Buat antisipasi agar gak salah naik kereta, kamu dapat melihat tulisan di papan LED di kereta. Selain itu juga dapat memantau papan pengumuman di peron. Biasanya ditampilkan dalam bahasa Inggris yang bergantian dengan huruf Kanji.


3. Cari tahu arah dan nama stasiun akhir

papan informasi kereta Jepang
papan informasi kereta Jepang (commons.wikimedia.org/ButuCC)

Setelah tahu jenis kereta yang akan kamu tumpangi, pastikan gak salah arah. Kamu perlu mencari arah dan nama stasiun pemberhentian terakhir dalam rute tersebut. Mirip seperti di Tanah Air, satu peron yang sama dapat melayani arah yang berlawanan serta tujuan akhir yang berbeda.

Agar gak tersesat, perhatikan gambar di atas dan berikut ini penjelasannya.

  • Tulisan “for”: seperti “for Meitetsu Nagoya, Meitetsu Gifu…” atau “for Chiryu…” menunjukkan arah besar tujuan kereta. Informasi tersebut merupakan kunci utama agar kamu gak salah peron. Disertai panah ke kanan atau kiri yang menunjukkan letak peronnya.
  • Angka paling kiri: terdapat angka 1 dalam lingkaran ①, menunjukkan nomor peron.
  • Jenis kereta: terdapat keterangan Local dan Express, yang menunjukan jenis kereta.
  • Tujuan akhir: keterangan Iwakura, Inuyama, dan Ichinomiya menunjukkan stasiun pemberhentian terakhir kereta tersebut.
  • Waktu keberangkatan: di samping nama stasiun terdapat jam keberangkatan kereta.
  • Nomor gerbong: angka paling kanan menunjukkan nomor gerbong (car numbers) atau info reservasi kursi. Dapat membantu calon penumpang Express yang memerlukan pemesanan tempat duduk. Ada kalanya menunjukkan jumlah rangkaian gerbong yang tersedia.

Kalau kamu ragu, maka dapat mencocokkan nama stasiun akhir pada papan dengan yang tertera di aplikasi navigasi. Cara lainnya, perhatikan stiker di lantai peron. Biasanya terdapat petunjuk posisi pintu kereta dan arah tujuannya.


4. Perhatikan tanpa posisi pintu di lantai peron

informasi di lantai peron stasiun di Jepang
informasi di lantai peron stasiun di Jepang (commons.wikimedia.org/Mr.ちゅらさん)

Kamu sudah melewati gate dan berada di peron? Alihkan perhatianmu dari papan informasi yang menggantung ke lantai peron. Kamu akan menjumpai tanda penting agar gak ditegur petugas hanya karena salah antre.

Perlu diingat bahwa orang Jepang sangat menjaga etika dan ketertiban, termasuk saat naik transportasi umum. Hindari berdiri sembarangan saat di peron. Berikut ini penjelasan dari gambar di atas:

  • Garis kuning bergerigi: batas aman, tetap berdiri di belakang garis kuning demi keselamatan.
  • Angka dan simbol lingkaran atau segitiga: pintu gerbong nomor 5 untuk kereta tertentu (biasanya Local/Rapid) akan berhenti tepat di depan tanda tersebut. Sedangkan angka 7 dan segitiga, menunjukkan tipe kereta yang berbeda, misalnya Limited Express. Kamu perlu mencocokkan simbol di lantai dengan informasi di papan LED peron. Jika pada papan tersebut menunjukkan kereta yang akan kamu tumpangi berhenti di tanda lingkaran, maka mengantrelah di marka lingkaran.
  • Instuksi antrean (gambar jejak kaki): menunjukkan bahwa calon penumpang harap antre dalam 2 baris. Kamu dapat melihat ikon dua jejak kaki yang menandakan penumpang harus berbaris rapi ke belakang, bukan menyamping.
  • Area khusus: warna merah muda menunjukkan bahwa gerbong yang berhenti di titik tersebut pada jam tertentu adalah gerbong khusus wanita. Sementara untuk warna hijau, menunjukkan bahwa posisi pintu paling dekat dengan kursi prioritas di dalam kereta.

5. Pantau layar digital di atas pintu kereta

papan informasi kereta di dalam gerbong
papan informasi kereta di dalam gerbong (commons.wikimedia.org/Ssb-519)

Papan informasi kereta di Jepang juga dapat dijumpai di dalam gerbong kereta. Kamu dapat memantau layar digital dan peta rute di atas pintu kereta. Kedua informasi tersebut dapat membantumu tidak kebablasan dan turun di stasiun tujuan, terutama di jalur kereta yang punya banyak rute bercabang.

Pada layar digital akan menampilkan stasiun berikutnya dalam bahasa Jepang dan Inggris. Selain itu, di bagian bawah terdapat estimasi berapa menit lagi kereta akan sampai di stasiun tersebut. Biasanya dilengkapi animasi atau lampu indikator yang memberitahukan pintu sisi kiri atau kanan yang akan terbuka saat tiba di stasiun tujuan.

Wah, banyak informasi penting tentang cara baca papan transportasi kereta di Jepang ya! Kamu bisa membacanya perlahan sebelum mempraktikkan langsung ketika ke Jepang. Jadi, siap berpetualang di Negeri Sakura ini?


This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Febrianti Diah Kusumaningrum
Eddy Rusmanto
Febrianti Diah Kusumaningrum
EditorFebrianti Diah Kusumaningrum
Follow Us

Latest in Travel

See More