Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Hal yang Harus Kamu Lakukan saat Pesawat Mengalami Turbulensi

ilustrasi pesawat
ilustrasi pesawat (pexels.com/Joerg Mangelsen)

Turbulensi sering menjadi momen paling menegangkan saat berada di dalam pesawat. Getaran tiba-tiba, perubahan ketinggian, dan bunyi klik sabuk pengaman sering memicu kecemasan penumpang. Bahkan bagi yang sudah sering terbang, turbulensi tetap bisa membuat jantung berdebar. Pikiran langsung dipenuhi berbagai kemungkinan yang belum tentu benar. Padahal, turbulensi adalah fenomena umum dalam dunia penerbangan. Oleh karenanya, memahami apa yang harus dilakukan dapat membantu kamu tetap tenang dan aman.

Banyak penumpang gak menyadari bahwa pesawat modern dirancang untuk menghadapi turbulensi. Situasi ini jarang sekali membahayakan keselamatan penerbangan. Yang sering terjadi justru cedera ringan akibat penumpang yang gak mengikuti prosedur keselamatan. Oleh karena itu, sikap dan tindakan penumpang memegang peran penting. Reaksi panik justru bisa memperburuk keadaan.

Artikel ini akan membahas lima hal penting yang perlu kamu lakukan saat pesawat mengalami turbulensi agar perjalanan tetap aman dan terkendali.

1. Tetap duduk tenang dan kenakan sabuk pengaman

ilustrasi penumpang pesawat
ilustrasi penumpang pesawat (pexels.com/Hasan Gulec)

Hal pertama dan paling penting saat turbulensi terjadi adalah tetap duduk di kursi. Sabuk pengaman harus selalu terpasang dengan benar, meskipun tanda sabuk pengaman belum menyala. Turbulensi bisa datang secara tiba-tiba tanpa peringatan panjang. Duduk dengan sabuk terpasang membantu melindungi tubuh dari guncangan mendadak. Banyak cedera terjadi karena penumpang berdiri atau berjalan saat turbulensi muncul. Langkah sederhana ini memiliki dampak keselamatan yang sangat besar.

Mengenakan sabuk pengaman bukan hanya aturan, tetapi bentuk perlindungan diri. Posisi duduk yang stabil membantu tubuh menyesuaikan dengan gerakan pesawat. Sabuk pengaman menahan tubuh agar gak terangkat atau terbentur. Meski terasa gak nyaman untuk waktu lama, manfaatnya jauh lebih besar. Awak kabin selalu menekankan hal ini karena sudah terbukti efektif. Dalam kondisi turbulensi, tetap duduk adalah keputusan paling bijak.

2. Dengarkan dan ikuti instruksi awak kabin

ilustrasi penumpang pesawat
ilustrasi penumpang pesawat (pexels.com/Gratisography)

Awak kabin adalah pihak yang paling siap menghadapi situasi turbulensi. Mereka telah dilatih untuk menangani berbagai kondisi penerbangan, termasuk guncangan hebat. Instruksi yang diberikan bukan bersifat formalitas, melainkan bagian dari prosedur keselamatan. Nada suara yang tegas bertujuan menjaga ketertiban dan fokus penumpang. Mengabaikan instruksi bisa membahayakan diri sendiri dan orang lain. Oleh karena itu, perhatian penuh sangat diperlukan.

Mengikuti instruksi membantu kru bekerja lebih efektif. Dalam situasi turbulensi, awak kabin harus memastikan semua penumpang berada dalam posisi aman. Jika penumpang tetap tenang dan patuh, situasi bisa lebih cepat terkendali. Instruksi mungkin terdengar berulang, namun itulah cara memastikan semua orang memahami apa yang harus dilakukan. Kepercayaan pada awak kabin adalah kunci. Kerja sama kecil dari penumpang memberi dampak besar pada keselamatan bersama.

3. Jaga posisi tubuh dan barang bawaan

ilustrasi pengatur lalu lintas pesawat
ilustrasi pengatur lalu lintas pesawat (pexels.com/AirTeo | Air Travel)

Saat turbulensi terjadi, posisi tubuh sangat berpengaruh pada kenyamanan dan keamanan. Duduk tegak dengan kaki menapak dan punggung bersandar membantu menjaga keseimbangan. Jika memungkinkan, letakkan tangan di sandaran atau pangkuan untuk menstabilkan tubuh. Barang bawaan kecil sebaiknya disimpan dengan aman. Meletakkan tas di lantai atau di bawah kursi mencegahnya terlempar saat guncangan. Hal ini sering diabaikan, padahal risikonya cukup besar.

Barang yang terlempar bisa melukai penumpang lain. Minuman panas, gadget, atau benda keras dapat menjadi berbahaya saat turbulensi kuat. Menjaga area sekitar tetap rapi membantu mengurangi potensi cedera. Selain itu, posisi tubuh yang stabil membantu mengurangi rasa panik. Ketika tubuh terasa lebih terkendali, pikiran pun lebih tenang. Detail kecil ini sangat membantu menghadapi momen turbulensi.

4. Atur napas dan kelola kepanikan

ilustrasi pesawat
ilustrasi pesawat (pexels.com/Pascal Borener)

Reaksi alami saat turbulensi adalah panik dan tegang. Detak jantung meningkat dan napas menjadi pendek. Jika dibiarkan, kepanikan bisa membuat situasi terasa jauh lebih buruk. Mengatur napas secara perlahan membantu menenangkan sistem saraf. Tarik napas dalam melalui hidung dan hembuskan perlahan melalui mulut. Teknik sederhana ini efektif meredakan kecemasan.

Mengalihkan perhatian juga bisa membantu. Mendengarkan musik, membaca, atau memejamkan mata dapat menenangkan pikiran. Mengingat bahwa turbulensi adalah hal umum dalam penerbangan bisa memberi rasa aman. Pesawat dirancang untuk menghadapi kondisi ini. Pikiran yang lebih rasional membantu tubuh ikut rileks. Mengelola emosi adalah langkah penting agar turbulensi gak terasa lebih menakutkan dari kenyataannya.

5. Hindari bergerak tanpa kebutuhan mendesak

ilustrasi pesawat
ilustrasi pesawat (pexels.com/Pixabay)

Saat turbulensi berlangsung, bergerak di dalam kabin sebaiknya dihindari. Berdiri, berjalan, atau membuka kompartemen atas meningkatkan risiko cedera. Meski hanya ingin mengambil barang kecil, sebaiknya menunggu sampai kondisi stabil. Awak kabin juga akan menunda layanan demi keselamatan. Keputusan ini bukan untuk menyulitkan penumpang, melainkan melindungi semua pihak. Kesabaran menjadi kunci dalam situasi ini.

Menahan diri untuk gak bergerak membantu menjaga keamanan bersama. Turbulensi sering berlangsung singkat meski terasa lama. Menunggu beberapa menit jauh lebih aman daripada mengambil risiko. Jika memang ada kondisi darurat pribadi, awak kabin akan membantu saat memungkinkan. Disiplin kecil ini sangat berarti. Keselamatan selalu lebih penting daripada kenyamanan sesaat.

Menghadapi turbulensi memang gak menyenangkan, namun bukan berarti berbahaya jika disikapi dengan tepat. Reaksi penumpang memiliki peran besar dalam menjaga keselamatan. Langkah-langkah sederhana seperti tetap duduk dan mengikuti instruksi terbukti efektif. Turbulensi adalah bagian dari perjalanan udara yang sudah diantisipasi. Sistem penerbangan modern dirancang untuk menghadapinya dengan aman. Pengetahuan membantu mengurangi rasa takut yang berlebihan.

Dengan memahami apa yang harus dilakukan, kamu bisa menghadapi turbulensi dengan lebih tenang. Kepanikan sering muncul karena kegaktahuan, bukan karena bahaya nyata. Setiap penerbangan memiliki prosedur keselamatan yang jelas. Penumpang yang sadar dan kooperatif membantu sistem ini bekerja optimal. Jadi, saat turbulensi terjadi di penerbangan berikutnya, kamu tahu apa yang harus dilakukan. Tetap tenang, patuhi prosedur, dan percayalah pada sistem keselamatan penerbangan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Febrianti Diah Kusumaningrum
EditorFebrianti Diah Kusumaningrum
Follow Us

Latest in Travel

See More

5 Aktivitas Seru selain Melihat Aurora Borealis di Tromso, Norwegia

11 Feb 2026, 21:45 WIBTravel